Love Affair

Love Affair
Love



Bukan urusannya.


Lisa mundur satu langkah setiap Jungkook maju selangkah."Apa kamu begitu takut terhadapku?"tanya Jungkook dengan mata abu-abu.Matanya terlihat berkilat ketika sinar lampu jalan menyinari.


Lisa hanya menggeleng,dia khawatir jika Jungkook akan melakukan hal yang tidak baik kepadanya.


"Tapi wajah mu terlihat sekali sangat takut"ujar Jungkook sambil tersenyum menyringai.


"Ayolah taxi cepat datang!"mohon Lisa dalam hati.Kalau dia seperti ini terus Jungkook pasti akan menerkamnya.Lisa mencoba menghela nafas membuang rasa takutnya.


"Mau kamu apa?"tanya Lisa hampir tidak terdengar karen tanpa dia sadar tubuhnya gemetar.


"Ha..ha..haa"Jungkook tertawa mendengar pertanyaan Lisa."Bukankah kamu sudah tau apa mau ku?".


"Stop!Berhenti kamu disana!"teriak Lisa menunjuk.Dia mencoba mencari keberanian,Jungkook lelaki itu akan merasa senang kalau dia merasa takut kepadanya.


"Aku tidak mengerti dengan apa yang kamu mau!Aku baru kenal dengan mu dan baru beberapa hari aku bertemu denganmu.Jadi aku mohon jangan ikut campur urusanku!"jelasnya.


"Apa kamu lupa?"ujar Jungkook membuat Lisa mengangkat alis."Apa perlu aku mengingatkanmu lagi?"sambil mendekatinya.


"Berhenti!"teriak Lisa."Aku bingung dengan kamu..Kenapa kamu selalu ikut campur urusanku?"


"Karena kamu milikku.Jadi kamu harus putuskan hubungan mu dengan dia!!"


"Hah!Kamu bukan pacarku!"tegas Lisa.


"Tapi aku sudah menandaimu!"


"Kamu pikir aku barang!"kesalnya.


Jungkook yang merasa Lisa mulai kuranganjar dia mendekati Lisa,dia tidak memperdulikan teriakan Lisa yang menyuruhnya jangan mendekati.


.Tin!!suara klakson mobil.


"Maaf dengan mba Lisa?"tanya supir itu.


"Ah,Iya pak saya sendiri"kata Lisa langsung masuk,dia sangat bersyukur akhirnya bisa lepas dari Jungkook.Lisa tersenyum puas melihat wajah kesalnya Jungkook.


***


Senyuman menggoda.


"HuH....!"Lisa menghempaskan tubuhnya di atas ranjang setelah mandi sehabis beraktifitas seharian membuat Lisa merasa lelah.Lisa memegang bibirnya masih terlihat jelas ketika Jungkook mencium paksa.Bibirnya yang sedikit luka masih terasa perih,Jungkook ********** dengan menggigit bibir Lisa sehingga ia terpaksa membuka mulutnya.


Lidah Jungkook menjulur masuk ke mulutnya dengan lembut dan terpaksa Lisa merespon ciuman tersebut.Ciuman yang membuat degupan jantunganya berdebaran.Seakan suhu tubuhnya naik terasa panas.


Lisa mendesah kesal,hampir saja ia pingsan dibuatnya.Jungkook memang sungguh keterlaluan berani-beraninya ia mencium Lisa,wanita yang baru ditemuainya.


Ting!layar hp Lisa menyala.Ia bangun dari ranjang meraih hpnya.Sebuah nomor yang tidak di kenal,Lisa mengernyitkan dahi membuka isi pesan tersebut.


Unknown.


Turun.Kutunggu diluar.


Lisa meletakan kembali hpnya di ats meja,ia tidak memperdulikan pesan tersebut.Ada sekitar lima menit Lisa mendiamkanya nomor yang tidak dikenal itupun menelfon Lisa.Dia mengangkat satu alisnya menatap nomor tersebut dengan perasaan was-was dia mengangkat.Belum Lisa bicara orang itu sudah bicara.


"Lisa dalam waktu lima menit kamu tidak turun,aku naik dobrak pintu apartemen kamu!"dengan suara bass.Lisapun langsung cepat-cepat menutup teleponnya.


Seorang lelaki kekar berdiri dilobby masih memakai baju kantor dia berdiri membelakangi,tetapi ketika mendengar langkah kaki menujunya.Jungkook langsung berbalik."Akhirnya kamu turun juga?"


"Ngapain kamu kesini?"tanya Lisa dengan was-was.


"Tenang aku hanya ingin memberikan kamu ini"kata Jungkook menyodorkan sebuah bungkusan.Lisa menatapnya bingung.


"Tenang itu aman aku tidak menaruh racun di dalamnya!"ucap Jungkook dan Lisa hanya manggut-manggut.


"Sudah malam cepatlah naik"suruh Jungkook lagi.Seperti boneka dengan patuhnya dia berbalik berjalan.


"Lisa!"panggilnya.Lisa berbalik menatap Jungkook."Selamat malam"dengan senyum lembut.Membuat Lisa tanpa sadar membalas senyumannya.


***


Perhatian yang mencurigakan.


Lisa mondar-mandir sambil menatap heran bungkusan itu.Ayam pedas dan minuman soda.Dia terus memikirkan,"Bagaimana bisa Jungkook tahu kalau aku menyukai ayam pedas dan minum soda?Arrrg...sangat mencurigakan?".


"Dia tidak mencoba untuk menggodakukan?"ucap Lisa membuka bungkusan itu.Aroma ayam yang gurih dan pedas berwana merah sungguh menggiurkan.Glek!Lisa menelan ludah ingin dia tidak memakannya,tetapi ayam itu...seakan memanggil-manggil dirinya.


"Cruuus!"Lisa menggigit ayam tersebut rasa lezat pedas yang reyah dari ayam goreng itu membuat siapa saja akan tergoda.


"Tunggu!Dia tidak menabur racun untuk membunuhkukan?"kata Lisa baru tersadar dan ternyata ayam tersebut sudah habis dia makan.


"Bagaimana ini ?Bagaimana ini?...Kenapa aku menghabiskannya?"kesalnya kelabakan.


"Aku pasti akan mati...Hiiiiii"isaknya kesal.


Dia tidak dapat tidur,dia terjaga agar tidak tertidur takut kalau Jungkook sudah memberi racun dan membuatnya tertidur lalu mati.


"Tapi kalau aku mati aku akan menghantuinya!"kesalnya dan tanpa sadar ia tertidur.


***


Seperti Bunga kantong semar.


(Sweet a trap).Meskipun aku akan tersakiti tetapi aku semakin dalam terjatuh.Terjatuh kedalam perangkapmu,caramu yang berbahaya tetapi aku suka membuatku semakin tertantang dan tanpa sadar aku tergoda.


Hari ini mungkin,hari terburuk baginya.Untung saja alarm itu membangunkan Lisa.Alhasil karena akibat semalam makan ayam pedas mata Lisa bekak dan terlihat seperti mata panda.Dia terjaga untuk tidak tertidur namun karena kenyang tanpa sadar ia tertidur meskipun hanya 4 jam.


Lisa berjalan kaki menelusuri trotoar,seketika ia terhenti ketika melihat sebuah toko.Didepan kaca toko tersebut terpajang semua miniatur bola kristal.Didalam bola kristal tersebut ada boneka berbasangan dengan senyum bahagia,sebuah salju menyelimuti dan juga irama musik.


Lisa tersenyum melihat miniatur tersebut,ingin rasanya ia memiliki tapi diumur Lisa sekarang terlihat kurang pantas untuk membelinya.


"Apa kamu menyukainya?"tanya seorang lelaki dia juga berdiri disamping Lisa.


Lisa menoleh menatap lelaki itu,"Seokjin..tidak aku hanya ingin melihatnya.Apa yang kamu lakukan disini?"


Seokjin tersenyum."Mobilku tiba-tiba mogok dijalan sepertinya dia ngambek karena semalam ditolak oleh wanita cantik"Ledek Seokjin sambil melirik Lisa.Lisa hanya diam sambil menyunggingkan senyum tipis.


"Ha...ha...ha...Kamu terlihat serius seperti itu.Aku hanya bercanda.Kamu tidak keberatan kan aku berjalan bersama kamu".


"Tidak sama sekali Seokjin.Mari..busnya sebentar lagi datang".Mereka berjalan menuju halte bus dan Seokjin melirik kebelakang memandang miniatur yang tadi dilihat oleh Lisa.


Tidak lama kemudian busnya datang.Lisa dan Seokjin naik busnya tinggal satu kursi.Seokjin menyuruh Lisa duduk dan Seokjin berdiri di sampingnya.