Love Affair

Love Affair
Affair



Perhatian yang menakutkan.


Rm mengambil Tamago(Sushi yang di balut dadar telur atasnya),dia menaruhnya di piring Lisa.Jisoo memperhatikan perhatian Rm kepada Lisa lalu ia berkata,"Eh.ternyata Pak Rm orangnya sangat perhatian.Tau kalau Lisa sangat menyukai Tamago, membuatku iri"ledek Jisoo.


Lisa menyikutnya berkata."Huss!Jisoo..tidak boleh seperti itu."


"Iya aku tahu"ucap Jisoo terkekeh."Maaf pak aku tidak bermaksud seperti itu".


"Tenang saja aku tidak marah"kata Rm dengan tenang.Dalam hati Lisa berguman ."Kenapa dia memberikan Tamago kepada ku,apa ia ingin mengumbar perhatian?"


"Jungkook "dengan wajah malu-malu Rose duduk disamping Jungkook.


"Iya"dia menoleh memandang Rose.


"Apa kamu punya pacar?"tanya Rose langsung.


"Eh!Tidak"


"Ah.Sungguh mengejutkan!Seorang Jungkok belum punya pacar"kali ini ekspresi Rose terlihat bahagia.


Jisoo menyenggol lengan Lisa,"Lis..coba kamu lihat Rose,wanita yang pendiam itu ternyata dia diam-diam tertarik kepada desainer baru!."


Lisa menoleh ke arah Rose dan Jungkook kalau dilihat-lihat mereka cocok juga."Jangan mencoba menggosip Jisoo.!"ujar Lisa sambil melirik Rm didepannya takut membuat dia marah.


"Baiklah tapi kalau dilihat-lihat Jungkook itu tampan "kata Jisoo pelan.Huuukk!Lisa tersendak,ketika Jisoo memuji Jungkook seakan itu menohok hatinya.


"Kamu tidak apa-apa?"tanya Jisoo khawatir.


"Apa kamu baik-baik saja?"kali ini Rm yang bertanya terlihat jelas wajah cemasnya.


"Aku tidak apa-apa.Maaf aku mau ke toilet "pamitnya lalu pergi ke belakang.


***


Kiss..


Lisa menghela nafas berat sambil bercemin menatap bayangan di cermin.Menepuk-nepuk pipinya."Apa yang sudah terjadi kepadaku?"sambil teringat ketika Jisoo memuji ketampanan Jungkook,memang benar dia tampan,ketampanannya membuat semua wanita tertarik kepadanya.


"Tetapi kenapa menusuk hatiku,seakan aku tidak suka jika ada wanita lain yang memujinya!"mulai geleng-geleng kepala."Sadarlah!Lisa kamu sudah punya Rm!".


Mengambil air untuk membasuh wajahnya kemudian memberi bedak tipis dan sedikit lipstik warna peach memperbaiki tampilan.Kemudian dia melangkah keluar sambil menyemangati dirinya.


Kreak!


"Apa kamu juga tertarik kepadanya?".Suara yang sangat di kenal oleh Lisa.Dia membalik mendapati Rm berdiri bersandar di dinding depan toilet perempuan.


"Kamu..?Kenapa disini bukannya di dalam bersama para staff?"tanya Lisa mencoba tersenyum.Rm mendekati Lisa lalu menariknya memojokan didinding.


"Kamu jawab jujur Lisa?"kali ini terlihat wajah Rm serius tidak tenang seperti biasanya.


"Aku tidak mengerti"ucap Lisa mencoba tenang.


"Kamu tertarik dengan dia?"


"Rm...Bukankah aku sudah milik mu"


"Aku harap kamu mengerti Lisa,entah apa yang akan terjadi jika kamu menghianatiku!"ucap Rm lalu pergi.Lisa mengatur nafasnya,terasa sesak.Baru kali ini dia melihat mata Rm menakutkan seperti itu.Biasanya Rm lelaki yang tenang dan baik tapi sekarang dia terlihat seperti orang lain.


Lisa masuk kembali ke toilet,matanya terasa panas ingin rasanya menangis disaat itu juga.Rasa takut yang menyelimuti hatinya.Ini yang membuat Lisa tidak ada keberanian untuk mengakhiri hubungan yang terlarang.


"Sabar Lisa,kamu pasti kuat!"ucapnya menyemangati dirinya."Memang pada ujungnya aku yang akan tersakiti".Mencoba untuk lebih sabar.


Lisa keluar dari toilet tidak enak hati kepada yang lainnya kalau ia terlalu lama di toilet.


Ketika dia keluar dari toilet seseorang menarik tangannya lalu memojokan di dinding."Rm!"pekik Lisa merasa terkejut.


"Apa kamu tidak tau kalau Rm sudah punya istri?"tanya Jungkook tanpa melepaskan tangan Lisa.


"Lepaskan aku!"bentak Lisa tanpa menjawab pertanyaan Jungkook.


"Aku tidak akan melepaskan kamu!Putuskan hubunganmu dengan Rm!".Lisa mengernyitkan dahi menatap mata Jungkook yang sedang menyala karena amarah.


"Bukan urusanmu!"kesal Lisa."Kali ini menjadi urusanku!"kata Jungkook tanpa memperdulikan Lisa yang sudah memlototinya,dia mencium bibir Lisa dengan paksa.


Lisa mencoba membrontak,mendorong Jungkook,tetapi tenaga Lisa tidak sebanding dengan Jungkook.Tenaga dia sangat besar.Dan anehnya Lisa mencoba berteriak malah yang keluar suara aneh yang membuat bulu kuduk merinding."Hmmm...Hmm!"


Semakin keras Lisa memberontak semakin kasar ciuman itu dan akhirnya Lisa mengalah dia tidak lagi memberontak.Ciumanya pun berumah menjadi lembut membuat tubuhnya terasa panas.Jantungnya berdebaran seakan nyawanya melayang.Shock.


"Itu adalah tanda atas kemilikikan ku!"bisik Jungkook ditelingah.Mendengar perkataan nya, Lisa membara dia merasa dilecehkan.


"KAMU PIKIR AKU BARANG YANG BISA KAMU TANDAI SEENAK JIDAT!!"teriaknya.


Jungkook tidak peduli dengan teriakan Lisa dia terus melangkah pergi dengan menyunggingkan senyum.


***


Semakin dalam luka,semakin sakit.


Dengan wajah kesal Lisa kembali ke restauran."Lisa!"panggil Jisoo.Ketika Lisa duduk disamping.


"Kamu lama sekali!Bibir kamu kenapa?"tanya Jisoo melihat bibir Lisa luka.


"Tidak apa-apa,tadi tidak sengaja kegigit saat makan"jawab Lisa berbohong.


"Oh..Kamu tahu tidak Pak Rm sudah pulang."


"Dia sudah pulang?"


"Iya mungkin istrinya menelfon.Senang ya jadi istrinya Pak Rm selalu siaga ketika istrinya membutuhkan dia langsung pulang menemui."celoteh Jisoo dan tanpa sadar Lisa hatinya seperti luka yang ditaburi garam.Sakit sangat sakit.Memang ujungnya ia hanya orang ketiga diantara Rm dan istrinya.Orang yang dianggap tidak penting.


Lisa menoleh melirik ke arah tempat duduk Jungkook dan ternyata dia baru kembali.Lisa langsung terlihat pucat."Jisoo aku pulang dulu ya,aku rasa tidak enak badan."


"Aku antar ya?"kata Jisoo


"Tidak usah Jisoo aku bisa sendiri"


"Baiklah..kamu hati-hati."ujar Jisoo.Lisa mengangguk lalu dia juga berpamitan kepada yang lainnya.


Mata lelaki itu terus menatapnya memandang dengan tatapan yang sulit di tebak.Lisa ingin cepat keluar dari sana dari tatapan lelaki itu.


Seokjin dengan langkah cepat ikut keluar mengejar Lisa."Lisa !"panggil Seokjin.


Lisa membalik badan,"Seokjin ada apa?"


"Kamu sudah ingin pulang?"


"Iya."


Seokjin dengan malu-malu mendekati Lisa membuat Lisa tersenyum Seokjin terlihat imut."Hmm... Maukah kamu pulang bersamaku?"


"Maaf ya Seaokjin aku tidak bisa,aku sudah pesan taxi online dan bentar lagi sampai "


"Ya tidak apa-apa"kata Seokjin tapi wajahnya terlihat kecewa.


"Lisa!".Suara bass yang sangat dikenal oleh Lisa.Jungkook .


Seokjin dan Lisa menoleh melihat Jungkook berjalan mendekati."Seokjin ada yang ingin aku bicarakan dengan Lisa"kata Jungkook tegas.


Seokjinpun paham dia bergegas meninggalkan mereka berdua.Tapi dalam hati Lisa dia memohon kepada Seokjin jangan pergi.Namun sayang Seokjin tidak mengerti dengan tatapan memohonnya.