
"Ah.Nona Lisa"sapa seorang lelaki dengan baju santai,dia turun menemui Lisa di lobby apartemen.Lisa langsung berdiri menyapa lelaki itu.
"Pak Jimin senang bertemu dengan anda"
"Maaf membuat Nona Lisa menunggu lama"Lisa menggeleng dengan tersenyum.
"Saya akan bertanggung jawab atas perencanaan interior rumah baru anda ".jelas Lisa.
"Oh.Iya silakan duduk"kata Jimin mempersilakan Lisa duduk.
Lisa duduk didepan Jimin."Permisi,ngomong-ngomong ini tentang konsep dasar.Konsep dasar apa yang anda suka untuk rumah barunya?"
Jimin terdiam,dia memandangi Lisa secara inten.Membuat Lisa agak sedikit risih.
"Hmmm...Aku suka dengan gaya baju kamu".
"Eh?"Lisa terkejut mendengar jawaban Jimin.Jawaban yang menurutnya aneh.
"Aku lebih suka desain rumahku seperti gaya baju kamu.Sederhana tapi terlihat mewah dan elegan."jelasnya sambil tersenyum melihat ekspresi terkejutnya Lisa.
"Ah.Oke"sambil mengangguk mengerti.
"Berapapun biayanya tinggal kamu charge saja.Aku serahkan semuanya kepadamu.Kamu Lisa Manoban top desainer kan?"
"Iya.."
"Aku percayakan semuanya kepadamu"kata Jimin lalu berdiri."Selamat siang Nona Lisa saya pergi dulu".
"Huh!Tapi Pak..."belum juga Lisa menjelaskan secara detail.Pak Jimin sudah pergi.
"Sepertinya Pak Jimin orang yang sangat sibuk"gumannya.
***
Satu masalah.
Dengan terpaksa Lisa kembali lagi ke kantor.Meeting yang singkat hanya 10 menit saja sudah selesai.Biasanya dia buruh 1 jam untuk menjelaskan.Lisa hanya bisa menggeleng,menghempaskan tubuhnya di kursi.
"Eh?Lisa bukannya kamu pergi meeting?"tanya Jisoo,dia kaget melihat Lisa duduk di kursi kerjanya.
"Sudah selesai"
"Huh?cepat sekali"kata Jisoo tak kalah kagetnya.
"Iya dia mempercayakan semuanya kepada kita."
Jisoo tersenyum,"Bagus itu!Berarti Pak Jimin tidak ingin menyusahkan kamu".
Lisa hanya mengangkat bahu tidak yakin."Oh!Kamu tahu tidak ada desainer baru pindahan dari New yok.Dia orangnya sangat tampan dan wajahnya sangat bersih."
"Iya saya tahu"
"Eh?".Jisoo terkejut bagaimana bisa Lisa mengetahui desainer yang baru datang?Bukankah dia baru dari meeting.
Lisa menatap Jisoo,dia tersenyum melihat wajah imutnya yang terkejut."Aku tadi tidak sengaja bertemu dengannya di bawah"
"Oh.."dia kembali ke tempat duduknya.
Dari kejauhan Rm mendengar pembicaraan mereka berdua dan dia melewati begitu saja tanpa melihat Lisa.Wajahnya terlihat marah.
Lisa memandang Rm,merasa bingung."Tidak biasanya dia tidak tersenyum."gumannya dalam hati."Apa ada sesuatu yang membuatnya marah?".
"Lisa!"panggil Jisoo sedikit keras.
"Huh!"jawab Lisa terkejut."Sedang apa kamu?Kenapa melamun?".
"Ah.Tidak bukan apa-apa"
Jisoo mendekat,"Boleh minta tolong ga?Ambilkan aku file di gudang.Aku butuh sekali sekarang!"dengan wajah memohon.
"Baiklah..!"Lisa beranjak dari tempat duduknya.Dia paling tidak bisa menolak kalau sudah melihat wajah imutnya Jisoo.
"Terima kasih.."kata Jisoo,dia kembali lagi ke tempat kerjanya.
***
Lisa masih berkutik di ruang file,dia mencari-cari file yang di butuhkan Jisoo.Sampai dia dikagetkan dengan sebuah pelukan dari belakang.Dalam hati dia berkata ,"Berani sekali melingkarkan tangannya ke pinggang ku!"
Reflek Lisa membalik badan dengan ekspresi terkejut.
"Apa kamu terkejut?"tanya Rm sambil tersenyum menggoda.
"Kamu..Kamu yang membuatku terkejut"kesalnya.
"Seharusnya kamu sudah terbiasa dengan hal ini!"Rm berkata dengan tenang.Lisa memandang lelaki itu yang kini berdiri dihadapannya.Dia memandang kedua mata Rm,mencoba memahami isi hatinya.Dia bergumandalam hati,"Rm memang laki-laki yang tenang.Bahkan aku tidak bisa menembus isi hatinya."
"Sedang apa kamu disini?"tanya Rm dia masih memeluk pinggang Lisa.
"Mencari file yang dibutuhkan Jisoo".
"Lisa.."panggilnya.
"Hmm.."Lisa menatap Rm kembali.
"Aku harap kamu tidak tertarik lagi dengan lelaki lain selain aku"
"Heh?".Lisa merasa aneh mendengarnya.
"Aku akan sangat kecewa kalau jika kamu tertarik dengan lelaki lain"ujar Rm sambil menyentil hidung Lisa.
Kecewa?
Bukankah selama ini aku hanya peliharaannya yang harus patuh.Kenapa Kamu merasa takut untuk kecewa?.Apa kamu tahu perasaan ku menjadi orang ketiga?.Ingin rasanya Lisa mangatakan itu kepada Rm tapi dia tidak sanggup.
Kini wajah Rm mendekat..semakin mendekat.Bahkan Lisa bisa mencium nafas Rm.
Lisa memejamkan matanya.Dalam pikiran Lisa paling tidak Rm mengecup keningnya tetapi kali ini perkiraan Lisa salah.Rm bukan mengecup keningnya dia mencium Lisa.******* bibirnya sekilas lalu dia melepaskan dan mengambil sebuah file kemudian dia pergi begitu saja.
Setelah membuat Lisa syock,bahkan Lisa sampai tidak percaya.Rm biasanya tidak pernah mencium bibirnya tetapi sekarang ....Sepertinya dia benar-benar serius.Jantung Lisa berdebaran.
"Apa yang sudah terjadi?"guman Lisa mencoba menetralkan perasaannya.Dia mendadak Amnesia.
"Ternyata kamu biasa melakukannya disini"kata seorang lelaki dengan suara bass.
Lisa cepat- cepat menyadarkan diri lalu menoleh ke arah suara bass tersebut."Jungkook? "batinnya.
"Tidak usah terkejut seperti itu melihatku"ujar Jungkook sambil mendekat.Lisa merasa kikuk dengannya ada perasaan tidak nyaman.
Tetapi dia tidak bisa menghindar jalan tersebut sempit karena terhimpit dua rak penyimpanan file.
"Aku tidak mengerti "jawab Lisa asal.Ia ingin rasanya mengusir Jungkook.Tepati lelaki itu berdiri didepan berjalan semakin mendekat dan menatapnya.Glek!Lisa menelan ludah.Mata Jungkook terlihat ganas seperti seekor Rubah yang ingin memangsa.
"Aku rasa kamu mengerti maksudku"bisik Jungkook tepat ditelinga Lisa membuat ia mengejang."Aku suka aroma parfummu!"ujar Jungkook lalu dia tersenyum.Mengambil sebuah file di belakang Lisa dan pergi begitu saja!.
Bruk!Lisa terjatuh seakan tubuhnya goyah.Pipinya mungkin sekarang merona,jantungnya berdebaran seperti seakan lonjat keluar.
"Beraninya dia baru sebentar bertemu!Dia sudah berani memperlakukan ku tidak sopan!."kesalnya.
***
Berlahan terungkap.
Lisa,dia yang paling terakhir selesai bekerja.Seperti biasanya dia pekerja keras,dia belum pulang kalau pekerjaannya belum selesai.
Hari ini kantornya mengadakan makan malam bersama di restauran jepang dengan acara penyambutan desainer baru.Ya..Rm seorang Ceo yang royal kepada staff,itu bukan hal mengagetkan.Dia memang seperti itu.
"Lisa..!"panggil Jisoo ketika melihat Lisa masuk."Sini .."ajak Jisoo dia duduk bersama Rm.
Lisa ingin menolak ajakan Jisoo tapi sepertinya tidak ada pilihan.Tempat duduk yang lain sudah penuh,apalagi ada sepasang mata yang menatapnya dengan aura menakutkan yaitu Jungkook.
Dengan terpaksa Lisa berjalan mendekati Jisoo dan duduk disampingnya."Selamat malam Rm"sapa Lisa dengan tersenyum ramah.Dia tidak mungkin sok kenal dengan Rm seperti sedang berdua.Pastinya akan membuat semuanya curiga.
" Malam"jawab Rm,dia berlagak seperti atasan.
Lisa melirik kearah Jungkook ternyata lelaki itu masih memperhatikan.