
Semakin dalam jatuh ke perangkap.
"Aku keberatan "tolak Lisa kepada Rm.Dia duduk di ruangan Rm karena ia memanggilnya.
"Tidak bisakah kau bertanya kepadaku dulu sebelum mengambil keputusan !".
"Lisa,Jungkook adalah desainer yang profesional itu sangat membantu kamu untuk menyelesaikan proyek yang saat ini sedang kamu kerjakan"
"Saya.!"Lisa sedikit menekan ada perasaan kecewa.Bagaimana bisa aku bekerja sama dengan Jungkook,orang yang mengetahui rahasiaku?.
"Saya bisa menyelesaikan sendiri tanpa bantuan dari orang lain"
"Jungkook bukan orang lain dia juga karyawan disini.Saya sangat mengharapkan kamu dengan Jungkook dapat bekerja sama dengan baik"
Lisa hanya menghela nafas bertanya.Percuma dia membantah Rm yang jelas dia tidak akan menghiraukannya.
"Apa saya tiada arti bagimu?"guman Lisa dalam hati.Dia keluar dari ruangan Rm dengan wajah kesal dn kecewa.
"Ini semua gara-gara Jungkook.Semenjak dia datang kesini membuat hari-hariku tidak tenang"
"Apa kau sedang mengumpatku?"tanya seseorang yang tidak lain adalah Jungkook.
Reflek Lisa membalik badan mendapati Jungkook berdiri memandang dirinya tidak senang.
"Ikut aku!"suruhnya membuat Lisa berjalan mengikutinya.
"Saya sudah melihat desain kamu dan saya rasa desain kamu terlalu kuno!".Dia mengatakan tanpa ada perasaan.
"Huh..kamu berani mengkritik desainku?"
"Ya...saya mengatakan dengan kenyataan desain kamu kurang memuaskan sepertinya kurang sesuai dengan temanya"
Huuh!Beraninya dia,bahkan menghina desainku.Jungkook menatap wajah Lisa yang terlihat jelas sedang marah.
"Ini..".Lisa menatap Tab yang diulurkan Jungkook."Kamu bisa melihatnya saya sudah mengganti semua desainmu"
Lisa menghela nafas,"Bahkan kamu mengganti desainku tanpa memberitahuku dulu."Dengan wajah terpaksa Lisa meraih Tabnya lalu melihat gambar desain tersebut.
Oh boleh juga ini sesuai dengan yang ku bayangkan.Lisa memandang Jungkook kemudian melihat Tab lagi.Ternyata benar dia desainer yang profesional.
"Bagaimana?Saya rasa kamu menyukainya terlihat diwajahmu itu"kata Jungkook dengan sinis.
Lisa benar-benar kesal dengan Jungkook lelaki yang sangat menyebalkan.
"Tidak perlu kamu berterima kasih saya melakukan ini bukan untukmu"ujarnya sambil tersenyum mendekati Lisa.
"Apa yang ingin kamu lalukan?"tanya Lisa dengan was-was.Tetapi Jungkook tidak memperdulikan pertanyaan Lisa.
Dia semakin dekat lalu berbisik di telinga."Aku harap kamu tidak lupa untuk mengakhiri hubungan kamu".Kemudian Jungkook melangkah pergi.
"Kau...!"dengan suara terenggah-enggak menahan kekesalan."Aku sangat membencimu".
Jungkook menoleh menyunggingkan senyum sinis.Benar Jungkook tidak akan membiarkan hidup Lisa damai,dia akan terus mengusiknya.
***
Kebohongan.
"Kenapa kamu ada disini?"tanya Lisa melihat Rm berdiri didepan pintu apartemen.
"Eh,maaf saya tadi habis mandi jadi tidak mendengar.".
Rm mendekat mencium aroma sabun yang melekat ditubuh Lisa."Aku suka aroma sabun yang kamu pakai."Lisa terpaksa tersenyum menanggapinya.
"Aku ingin mengajak kamu makan malam disesuatu tempat"
"Oh..Kalau begitu aku akan siap-siap.Apa kamu akan masuk menunggu ku didalam?"
"Tidak usah aku menunggumu disini ".
Lisa masuk ke dalam memilih baju dia bingung memakai gaun yang mana.Yang jelas dia tidak ingin membuat Rm malu karena penampilannya.Yang pastinya Rm akan mengajak makan malam direstauran berkelas.
Sampainya di resturant Lisa dan Rm duduk di pojok sambil menikmati suasana malam.
"Bagaimana kerja kamu dengan Jungkook ?"
"Hmm...baik"sambil mengunyah steak.Tidak mungkin kalau ia akan bilang kalau Jungkook itu menyebalkan dan kurangajar sudah mengganti desainnya tanpa minta ijin dulu.
"Baguslah.Aku pikir kamu akan marah kepadaku karena menempatkan Jungkook menjadi patnermu."Lisa tersenyum anggun mana mungkin dia bisa marah kepada Rm.Lisa sadar diri sulit untuk memahami isi hati Rm.
Ting!Sebuah pesan masuk.
Kamu benar-benar tidak menghiraukan peringatan ku.
Lisa mendesah."Kenapa Jungkook selalu mengganggu?"gumannya dalam hati.
"Siapa?"
"Ah...Bukan siapa-siapa"
Ting!sebuah pesan masuk lagi.Lisa membuka pesan tersebut dari Jungkook.
Bahkan kamu sekarang sedang makan malam bersama Rm.
Lisa menutup mulut membaca pesan itu.Bagaimana Jungkook mengetahui kalau dirinya sedang makan malam dengan Rm.
"Ada apa Lisa?Kenapa wajah kamu pucat seperti iti?"
"Ah ..bukan apa-apa"jawab Lisa berbohong.Tidak mungkinkan dia bilang kalau Jungkook mengirimkan pesan.Lisa celingak-celinguk melihat ke kanan dan kiri.Dia merasa takut kalau Jungkook ada disana juga.
Ting!
Ada apa?Apa kamu mencariku?Bagaimana kalau aku datang menghampiri mu?.
"Ehh!"pekiki Lisa membuat Rm meletakkan pisau steak dan garpu.
"Sepertinya ada yang kamu sembunyikan dariku".Glek !Lisa menelan ludah merasa bingung.
"Aku paling tidak suka jika kamu tidak jujur kepadaku"
"Ah...bukan apa-apa Rm tenang saja ini hal pribadi dengan orang tuaku"alabilnya.
"Kenapa?Apa mereka mengunjungimu.."
"Ah iya-iya mereka akan segera sampai"bohong Lisa."Maafkan aku Rm aku harus berbohong."guman Lisa dalam hati..
"Baiklah kalau begitu sepertinya kita harus pulang."