Kimberly Florist

Kimberly Florist
SKS Chapter 50..



Akhirnya berada di penghujung kisah cinta antara Kimberly Florist dan Samudra Prayoga.


Happy reading.


🔥🔥🔥


Kim menyandarkan kepalanya di bahu Sam.


"Kenapa lo gak ngasih tahu gue sejak awal sih?"


"Em, gue cuma ingin lo sadar, kalo lo selalu punya gue yang berdiri di belakang lo."


Kim tersenyum.


"Terus, apa yang lo suka dari gue?"


Sam berpikir sebentar.


"Semuanya."


"Semuanya? Maksud lo?"


"Ya... semua yang ada di lo."


Kim terkejut, dan sontak melihat tubuhnya sendiri dari atas hingga ke bawah. Kim memiliki firasat buruk jika Sam telah melakukan sesuatu pada tubuhnya.


"Jangan bilang kalo lo udah,..."


Sam tersenyum, segera mengerti akan makna perkataan Kim.


"Kalo iya, kenapa??"


"Kak SAAAAMMMM."


➡➡⬅⬅


Dua tahun kemudian.


Acara pernikahan mewah di gelar di sebuah hotel mewah di bilangan Jakarta.


Setelah melangsungkan akad nikah satu hari yang lalu, Kim dan Sam akan mengadakan pesta resepsi atas resminya hubungan mereka hari ini.


Kim sengaja memilih dua gaun untuk di kenakan, dengan sebuah gaun pengantin putih untuk siang hari, dan sebuah gaun pesta berwarna peach untuk malam harinya.



➡ Visual Kim ⬅


Kim terlihat sangat elegant dan juga anggun. Dengan tingkat kecantikan yang menjadi berkali kali lipat dari biasanya.


Nada dan Dewi juga menghadiri resepsi pernikahan Kim bersama pasangan mereka masing masing.


Kim tidak pernah menyangka, jika di antara mereka bertiga, Kim yang ternyata menikah lebih dulu dengan seorang pria tampan seperti Sam.


Sam juga terlihat sangat tampan hari ini. Seakan menjadikan mereka sebagai pasangan paling serasi dan romantis di dunia.


Acara siang ini berjalan lancar dan terkendali hingga sore hari.


Membuat Kim merasa kelelahan karena harus menyapa banyak tamu yang sebagian besar adalah mitra bisnis Sam sebagai pengusaha, belum lagi teman temannya.


Sam dapat mengerti jika istrinya sudah berada di puncak kelelahannya. Membuat Sam berinisiatif untuk membawa Kim beristirahat sebelum pesta malam nanti di gelar.


"Sayang, ayo."


Sam menggendong tubuh Kim ala pengantin baru dan membawa Kim menuju kamar hotel paling mewah yang memang sengaja Sam siapkan untuk bermalam dengan Kim.


Kim patuh dan tidak memberontak sama sekali, meski ledekan semua orang terdengar memenuhi pendengaran Kim, namun Kim sama sekali tidak memperdulikan itu.


Saat Sam membuka kamar hotel tempat mereka menginap, Kim di kejutkan dengan banyaknya bunga mawar berbentuk hati di atas ranjang.


"Kamu niat banget kayaknya?"


Sam mengangguk.


"Tentu dong, biar capek kamu ilang, terus bisa muasin aku sampai resepsi nanti malam."


"Kamu jangan khawatir, kalo kamu gak bisa jalan, aku akan bertanggung jawab buat gendong kamu."


"Sayang..."


Sebelum Kim bahkan membantah lebih jauh, bibir Kim sudah disegel terlebih dahulu oleh bibir Sam. Dengan tangan yang juga sudah berhasil melepaskan gaun pengantin yang Kim kenakan dengan cekatan.


"Sayang, please. Jangan hari ini. Okey?"


"Kalo kamu capek, kamu tidak perlu melakukan apapun, kamu cukup diam dan aku yang akan menghandle semuanya."


➡➡⬅⬅


Malam hari.


Kim dan Sam saling berpandangan dalam sebuah pesta dansa yang di gelar malam ini. Dengan tubuh yang saling berpelukan dan bergerak mengikuti irama dansa yang sengaja di siapkan untuk menambah kesan romantis untuk pengantin baru.



➡ Visual Kim ⬅


Sam bahkan tidak mengalihkan sedikitpun pandangannya dari Kim, membuat Kim tersipu malu dengan wajah yang merona.


"Sayang, sejak kapan kamu suka sama aku?"


Tanya Kim yang masih meletakan tangannya pada leher Sam.


Sam berpikir sebentar.


"Kalau aku bilang, aku suka sama kamu sejak pertama kali datang ke rumah Ken buat belajar kelompok dan gak sengaja lihat kamu saat itu, kamu percaya gak?"


Kim menggeleng.


"Gak."


"Kenapa?"


Tanya Sam yang masih setia melingkarkan tangannya pada pinggang Kim.


"Karena saat itu aku masih kecil, sayang. Aku masih kelas satu SMP. Dan kamu sendiri juga masih SMP, jadi gak mungkin ada perasaan cinta saat itu."


"Tapi, aku serius Sayang. Aku gak bohong dan itu juga jujur dari hati aku yang paling dalam kalau kamu adalah satu satunya wanita yang bisa membuat aku jatuh cinta pada pandangan pertama."


Kim tersenyum, dan kemudian mengangguk.


"Aku percaya."


"Jadi apakah nyonya Prayoga sudah siap untuk mengandung anak anak untuk Tuan Prayoga?"


Kim mengangguk.


"Tentu, kehormatan untukku."


Kim terus memandang ketampanan di hadapannya. Karena Sam terlihat sangat tampan malam ini.


Tidak hanya tampan, Sam adalah sosok dingin namun berhati lembut serta hangat.


Sam bahkan selalu menghormati Kim dan memperlakukan Kim dengan baik.


Di tambah, pernikahan mereka mendapatkan restu dari kedua belah pihak keluarga besar masing masing. Baik dari keluarga Albert ataupun keluarga Prayoga.


Semuanya mendukung kedua sejoli ini untuk mengikat hubungan mereka dengan ikatan suci pernikahan.


Membuat Kim optimis dan berharap, semoga pernikahan mereka selalu terjaga dengan harmonis sampai tua hingga ajal yang memisahkan.


Siapa sangka, jika perjodohan yang selalu Kim tolak sejak awal, ternyata tidak seburuk yang Kim pikirkan selama ini. Dan siapa bilang jika perjodohan adalah suatu hal kuno yang hanya akan berakhir dengan perpisahan karena tidak ada unsur cinta di dalamnya??


Semua tentu kembali dari sudut pandang mana kita melihatnya.


Setelah pelarian yang Kim lakukan selama ini, ternyata langkahnya berhenti pada seorang pria yang Papi pilihkan. Dan itu juga yang semakin meyakinkan Kim bahwa calon suami yang Papi pilihkan, ternyata memang yang terbaik untuknya.


THE END..