Kimberly Florist

Kimberly Florist
SKS Chapter 38 ..



Karena cinta adalah untuk memiliki yang dicintai seutuhnya, dan akan bodoh jika tidak berusaha untuk memperjuangkannya..


🔥🔥🔥


Tanpa sadar, Kim mengambil satu gelas minuman beralkohol dan segera meminumnya.


Beberapa saat setelah itu, Kim mulai merasa pusing dengan pandangan sedikit kabur.


Namun Kim sama sekali tidak memperdulikan itu dan tetap meminta minuman beralkohol lagi dan lagi.


Hingga Kim menjadi tidak sadarkan diri sepenuhnya dan menjatuhkan kepalanya ke atas meja dan memejamkan matanya erat.


Kim bisa divonis mabuk berat saat ini.


Seorang pria mengawasi Kim dari awal kedatangannya hingga saat ini, saat Kim berakhir dengan tidak sadarkan diri.


Dan terlihat amat sangat kesal serta menjadi tidak sabar saat melihat gadisnya mulai dipandang dengan tatapan buas khas seorang predator oleh beberapa pria nakal.


"Dasar gadis nakal."


Maki pria itu seraya berjalan mendekat kearah Kim dan mendudukan dirinya di sebelah Kim, serta menepuk pundak untuk menyadarkan Kim dari mabuknya.


Merasakan ada pergerakan dibelakangnya, Kim sedikit merasa was was. Namun apalah daya, saat akal, hati dan tubuh tidak selaras, maka akibatnya adalah muncul rasa menyesal karena telah mabuk dan tidak bisa menggerakan tubuhnya sama sekali, sedang hati kecil Kim bersikeras menolak kenyataan ini.


Membuat Kim merasa sangat takut jika Kim harus berakhir di atas ranjang seorang hidung belang. Namun sekuat apapun Kim mencoba dan berusaha sekuat tenaga untuk membuka matanya, maka semakin rapat pula mata Kim terpejam.


Naruli Kim mengatakan jika Kim tidak akan selamat kali ini, dan Kim hanya bisa pasrah setelah sekian lama berusaha untuk membangunkan tubuhnya, namun hasilnya tetap sia sia.


Kim dapat merasakan tubuhnya hangat dan seperti melayang, sudah sangat jelas jika Kim telah dibawa kedalam gendongan seorang pria.


Entah Kim akan dibawa pergi kemana, Kim tidak tahu dan Kim juga mencoba untuk tidak lagi peduli tentang itu.


Meski sejujurnya hatinya merasa sangat takut jika sesuatu yang buruk seperti kehilangan mahkota akan terjadi pada Kim malam ini.


Kim masih mencoba untuk membuka matanya satu kali lagi, dan Kim cukup beruntung saat ini karena berhasil membuka matanya meski hanya bayangan samar yang terlihat.


"Kak Sam?"


Adalah pertanyaan terakhir sebelum Kim benar benar tertidur.


Sam hanya menggelengkan kepala saat melihat kelakuan Kim, terus menggendong Kim serta segera memasukan Kim ke dalam mobil.


Sam segera menghubungi Bang Jodi untuk mengambil mobil sewaan Kim di Boshe, dan Bang Jodi menyanggupi permintaan itu.


Sam segera melajukan mobilnya menuju Hotel tempat Kim menginap.


Kim menggeliat dan menggigil dalam tidurnya. Sangat jelas jika Kim tengah kedinginan sekarang, apalagi dengan gaun yang kekurangan bahan seperti ini tentu mampu membuat siapapun yang mengenakannya akan sangat kedinginan, tidak terkecuali Kim.


Melihat adegan ini, Sam segera menepikan mobilnya serta melepas jas yang di kenakannya dan segera menyelimutkannya ke tubuh Kim.


Sam memperhatikan wajah cantik Kim dengan seksama. Tampak bibir merah merekah serta gaun yang telah terpasang tidak pada tempatnya membuat imajinasi liar seorang Sam mulai tumbuh.


Sam mulai membayangkan tentang apa yang tersembunyi di balik gaun itu selama ini, mungkin sesuatu yang,...


Sam menelan ludah, dan menggelengkan kepalanya. Sam membelai bibir merah Kim dengan ibu jarinya, dan kemudian mengecup bibir Kim sekilas.


Kecupan yang murni terjadi atas dasar Cinta, dan Sam hanya mencoba untuk merasakan bibir yang sama serta bibir yang pernah di nikmatinya dahulu.


Sam semakin tersenyum lebar, manakala melihat cincin yang melingkar indah pada jari manis Kim.


Sam mengangkat tangan Kim dan kemudian menciumnya hingga tiga kali ciuman.


Sam mendekat dan berbisik dengan suara serak,


"Lo adalah milik gue, dan selamanya juga akan tetap seperti itu."


Sam kembali melajukan kendaraannya.


💫💫💫


Setibanya Sam di kamar Kim, Sam segera merebahkan tubuh Kim di atas tempat tidur king Size. Serta melepas sepatu hak yang Kim kenakan.


Sam memperhatikan posisi tidur Kim yang seperti merasa tidak nyaman dengan gaun minim bahan yang melilit tubuh Kim.


Sam ragu sejenak, antara membiarkan Kim tetap seperti ini? Atau mengganti gaun Kim dengan baju rumahan yang nyaman terlebih dahulu?


Sam menjadi dilema dengan pilihan sulit seperti ini. Sam bukan tidak ingin membuat Kim tertidur nyenyak, namun jika harus mengganti baju Kim dengan tangan Sam sendiri, Sam hanya takut akan melakukan tindakan gila yang mungkin akan sangat menyakitkan untuk Kim nantinya.


Setelah berdebat dengan akal sehatnya, Sam memutuskan untuk melepas gaun Kim dengan hati hati.


Gaun telah terlepas sempurna, dan tinggalah tubuh telanjang Kim yang indah dan tanpa cela. Ditambah bentuk tubuh Kim yang tinggi dan ideal, semakin membangkitkan binatang buas yang sejak lama memang telah penasaran dengan tubuh yang selalu tersembunyi di balik pakaian yang selalu Kim kenakan.


Dan inilah saatnya, setelah bertahun tahun mencintai Kim dan ingin melihat tubuh Kim hanya untuk dirinya sendiri, sekarang Sam dapat melihat semuanya secara langsung, dengan sangat jelas bahkan Sam bisa memandang sepuas yang Sam inginkan tanpa khawatir dengan hama apapun.


Sam memperhatikan tubuh Kim dengan mata yang gelap dari ujung kaki hingga ujung kepala berulang kali.


Bohong jika Sam tidak menginginkan Kim untuk saat ini. Dan Sam menahan nafas berat melihat keindahan yang tergeletak begitu saja di atas ranjang.


Sejujurnya, ini akan sangat sayang untuk dilewatkan. Bagaimanapun berada dalam situasi seperti ini adalah kejadian langka dan bersejarah dalam hidup Sam.


Dan Sam sungguh tidak akan melewatkan ini.


Sam mulai mencium bibir Kim dengan lembut, dan kemudian mulai mencium setiap inci dari tubuh Kim tanpa ada yang terlewat sedikitpun.


Setelah semua berhasil terjamah, Sam segera menghentikannya. Memakaikan pakaian rumahan yang nyaman untuk Kim. Dan menyelimuti Kim seakan akan tidak ada sesuatu yang terjadi.


Sam mengecup puncak kepala Kim,


"Gue akan selalu menjadi orang yang pertama buat lo dalam segala hal, termasuk melakukan hal itu nantinya."


Sam tersenyum dan segera meninggalkan kamar hotel detik itu juga. Sam jelas tidak ingin lepas kendali jika tetap berada diruangan yang sama dengan Kim.


Lagipula, Sam bukanlah seorang brengsek yang akan merebut kesucian seorang gadis dalam keadaan yang tidak berdaya.


Sam tidak akan pernah mengambil kesempatan di tengah kesempitan, sekalipun itu adalah gadis yang ingin Sam miliki seutuhnya.


Setidaknya Sam akan melakukan hal itu dengan Kim dalam keadaan sadar dan saling mencintai nantinya.


Lagipula, tidak ada gunanya melakukan hal itu sekarang, karena itu pasti akan membuat Kim semakin murka jika Kim sampai kehilangan mahkotanya.


Plus, Kim belum mencintai Sam untuk saat ini. Sam akan menunjukan perasaannya dengan pelan dan perlahan agar Kim tidak merasa shock dengan kehadiran Sam untuk mengisi hati dan kehidupan Kim yang datang secara mendadak.


Sam akan membuat Kim jatuh cinta terlebih dahulu. Dan setelah rasa cinta Kim kepada Sam mulai bermekaran dan disaat itu pula Sam akan memberikan kehidupan yang membahagiakan untuk Kim selamanya.