
Sesuatu yang di korbankan adalah sesuatu yang biasanya bernilai sangat penting dalam hidup..
🔥🔥🔥
Next.
Misi keLima.
"Apaan sih, Nad? Lo gak usah pake acara lebay bisa gak sih? Itu jadi menghilangkan aura kedewasaan yang selama ini melekat sama lo tau gak."
"Sebelah mananya yang lebay sih, Wi? Lo itu yang terlalu berlebihan, stay cool dong."
"Lo berdua itu, gak pernah ada akur akurnya. Udah kayak Tom and Jerry. Cuma bedanya, kalo Tom and Jerry masih inget akur, lha lo berdua? Huft."
Kim menghela nafas. Meratapi nasib buruk yang selalu menjadi wasit untuk menengahi argumen absurd Dewi dan Nada.
"Gue jadi gak tega ninggalin lo berdua ke Bali."
"Kenapa? Lo takut kalo nanti jadi kangen sama kita?"
"No, gue takut kalo pas gue balik nan
lo berdua tinggal nama dan jadi trending dikoran, dengan judul dua orang gadis di temukan tewas dalam keadaan mengerikan. di duga mereka saling membunuh. atau ... dua gadis saling membunuh lantaran di tinggal salah satu temannya ke Bali."
"Sialan lo."
Ucap Dewi dan Nada serentak seraya melempar Kim dengan bantal.
"Lo pikir gue cewek apaan? Gini gini gue itu masih punya iman kali."
Dewi melanjutkan.
"Ya kali, lo khilaf, Wi. Secara lo kan ngiri banget sama gue."
Nada setengah bercanda dan mendapat pelototan keras dari Dewi.
Sedangkan Nada hanya tersenyum lebar dan mengangkat dua jari tanda peace.
"Gue di sini gak buat dengerin debat konyol gak guna lo berdua ya, kalo lo berdua masih gak bisa akur, gue pergi nih."
Kim mengancam seraya berdiri.
Nada refleks menarik tangan Kim, hingga Kim terduduk kembali.
"Ih, gitu aja marah, nanti cepet tua baru tahu rasa. Lagian lo lupa, kalo ini di rumah lo?"
Kim mendengus dan melirik Nada,
"Lo yang buat gue emosi."
"Iya iya, sorry, gue kelepasan. Ya udah, kuy ke misi selanjutnya."
"Apa?"
Dewi bertanya dengan kepo akut.
"Tidur."
Dewi sangat berharap dengan memperlihatkan puppy eyesnya.
"Ya kali, tidur sendiri lah, lo mah ngarep tidur sama oppa oppa ganteng."
Balas Nada sengit.
Dewi mengerucutkan bibirnya. Merasa telah di permainkan oleh Nada.
Kim mengangkat sebelah alisnya,
"Lo pikir gue beruang? Yang bisa berhibernasi sampe berbulan bulan? Lagian ya Nad, gue punya penyakit susah tidur. Bisa tidur selama lima jam dalam sehari aja udah untung."
"Nah ini nih yang gak lo tau, lo tidur cuma lima jam dalam sehari itu udah jauh dari yang namanya kualitas tidur yang baik. Coba kalo lo tidur minimal tujuh atau delapan jam tiap malam hari, mungkin itu akan membuat lo semakin fresh."
"Mana bisa, Nad. Lo tahu sendiri kan kalo gue terobsesi sama nilai tertinggi? Jadi gue harus banyak belajar meskipun itu membuat waktu tidur gue jadi berkurang."
"Iya, gue paham. Makanya, gue disini sekarang buat nawarin solusi."
"Apa?"
"Bobo syantik selama lima belas jam."
"Lima belas jam? Sumpah Nad, lo bener bener gangguan jiwa."
"Eits, jangan meremehkan kemampuan gue dong? Tenang aja, tenang. Semua udah gue atur. Dan gue jelas punya jurus yang bisa bikin lo tidur selama lima belas jam."
"Seriously?"
Dewi memberikan suara karena tidak yakin dengan rencana Nada yang satu ini.
"Of course, kapan gue pernah bohong? Seorang Dandelion Denada akan selalu berkata jujur, lo bisa pegang omongan gue."
Dewi mengangguk pada akhirnya. Mencoba mempercayai perkataan Nada dengan hati yang tetap di penuhi tanda tanya dan tidak percaya.
"Okey, so, caranya gimana?"
Kim bertanya dengan penuh keraguan namun terselip sebuah harapan didalam hati kecilnya.
Nada merogoh tasnya, mengambil sebuah botol kecil, dan mengeluarkan beberapa kapsul obat, serta memberikannya kepada Kim.
Dewi melebarkan mata,
"Ekstasi?"
"Semprul, ini obat tidur bego. Sembarangan aja kalau ngomong. Jangan sok tau deh, ah."
"Ya maaf, abisnya gue pikir lo mau ngasih kita narkoba. Soalnya, gue kan duta anti narkoba, so, say no to drugs. Mana gue tahu kalo itu cuma obat tidur."
Dewi meringis dan menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal untuk menutupi rasa canggungnya.
"Lo tenang aja Kim, ini dijamin aman. Gue udah konsultasi langsung sama Dokternya. Kalo di konsumsi sesuai anjuran Dokter dengan dosis yang tepat, efek sampingnya cuma ngantuk doang. Selain ngantuk gak ada efek lain. Gak akan bikin lo miskin juga, karena apa? karena ini cuma obat tidur, jadi gak ada hubungannya sama Ekonomi, kecuali kalo lo beli obat tidur sama toko dan Dokternya sekalian, lo beneran bisa bangkrut buat bayar pajak, apa lagi kalo si Dokter makannya banyak, idih, udah makannya banyak pilih pilih lagi."
Cerocos Nada panjang lebar dengan satu tarikan nafas.
Sementara Kim dan Dewi hanya melongo takjub mendengar perkataan Nada yang di nilai sangat berbobot dalam bentuk karangan bebas.