
🔥🔥🔥
Nasib percintaan Kim selalu seperti ini, seringkali berakhir dengan tragis dan sangat menyedihkan.
Dan Kim menelan ludah saat melihat bra dan celana dalam juga tertata rapi didalam lemari. Jelas itu masih baru, dengan label yang bahkan masih melekat disana.
Sam bahkan menyiapkan semua ini untuk wanita lain dengan sangat detail.
Sangat hebat.
Namun, Kim tidak peduli milik siapa itu sekarang, Kim segera memakainya tanpa memikirkan ini lebih jauh.
Kim segera memilih sebuah gaun tidur putih pendek tanpa lengan dan segera memakainya.
Kim melihat bayangan yang terlihat dari dalam cermin. Baju yang sangat sexy dan sangat cocok dikenakan oleh pengantin baru??
"Kenapa Sam menyiapkan semua sampai sejauh ini? Apakah Sam sungguh mencintai wanita itu?"
Kim segera beranjak dan berdiri di balkon apartemen.
Terlihat pemandangan Ibukota dengan lampu yang berkerlap kerlip indah dengan semilir angin malam yang mampu menerbangkan rambut Kim.
Berdiri di atas ketinggian adalah suatu hal yang sangat ingin Kim rasakan saat hati serta perasaan Kim tengah dilanda badai.
Dengan melakukan ini, Kim berharap semua kegundahannya dapat lenyap terbawa angin dan sembuh seketika.
Melihat jauh sampai tidak terbatas dengan bulan dan bintang yang bersinar terang, membuat Kim merasa amat kecil dan tidak berarti untuk apapun serta untuk siapapun.
Kim mulai mengurutkan semua kejadian yang terjadi dari awal hingga akhir.
Sejak Rick memutuskan Kim dua tahun yang lalu dan berakhir pada Sam yang telah memiliki wanita lain saat ini.
Semua terjadi seperti mimpi. Lebih tepatnya adalah mimpi buruk dan bahkan sangat buruk.
Kim hanya bisa memimpikan kehidupan indah seperti dalam drama korea romantis yang sering Kim tonton.
Namun apalah daya saat Kim hanya dapat membayangkannya namun Kim tidak dapat mewujudkannya.
Semua seperti ilusi.
Tidak tahu apa yang tengah Kim rasakan sekarang, karena semua rasa telah campur aduk menjadi satu dan entah apa penyebab kesedihan Kim yang sebenarnya.
Kim memejamkan mata menikmati udara malam yang berhembus pelan.
Dan di saat Kim membuka mata, setetes air luruh begitu saja dan mengalir dari mata indah Kim.
Kim sama sekali tidak memperdulikan air mata sialan ini.
Dan yang membuat Kim terkejut adalah saat Kim merasakan sesuatu melingkar di pinggangnya, Kim segera berbalik dan mendapati Sam telah berdiri dihadapan Kim saat ini.
Kim mengerjapkan mata beberapa kali.
Sam yang bertelanjang dada sehingga memperlihatkan tubuh kekarnya, membuat Kim menahan nafas serta menelan ludah dengan susah payah.
Kim bahkan dapat merasakan hembusan nafas Sam yang sangat berat juga aroma maskulin yang selalu sama. Juga mata yang kini tengah memperhatikan Kim dengan seksama.
Melihat air mata yang menetes dari mata Kim, membuat Sam segera menghapus air mata itu, dan kemudian kembali melingkarkan lengannya pada pinggang Kim.
Mereka berpandangan untuk beberapa saat.
Sam memandang Kim dengan tatapan lembut penuh cinta, sementara Kim memandang Sam dengan tatapan sayu dan penuh tanda tanya.
Sam tersenyum, dan memberanikan diri untuk membelai bibir Kim dengan ibu jarinya.
Bibir yang pernah Sam rasakan untuk pertama kalinya dan bibir yang pernah Sam rasakan dengan puas saat berada di Sanur.
Sam tidak bisa menahan perasaan ini lebih lama lagi, Sam hanya ingin membuktikan bahwa Sam sangat mencintai Kim lebih dari apapun.
Dan tanpa aba aba, Sam segera mencium bibir Kim kemudian segera melumatnya lembut.
Kim melebarkan mata saat bibir Sam menyentuh bibir Kim, dan Kim juga sangat terkejut dengan tindakan Sam yang tiba tiba ******* bibirnya.
Setelah beberapa saat, Kim yang mulai tersadar dari keterkejutannya segera mendorong tubuh Sam agar menjauh.
Namun Sam justru semakin memperdalam ciumannya dan semakin mengeratkan tangannya pada pinggang Kim. dan tidak membiarkan jalinan lidah itu lepas sedetikpun.
Merasa jika Kim telah kebahisan nafas sekarang, membuat Sam dengan terpaksa segera melepaskan ciumannya.
Sam tidak memperdulikan wajah merah Kim, yang entah tengah menahan malu ataupun menahan amarah, dan Sam sama sekali tidak memperdulikan semua itu lagi. Sam hanya menginginkan satu hal, yaitu membuat Kim percaya jika perasaan Sam memang tulus.
Kim memberanikan diri untuk menatap mata Sam dengan intens.
"Kenapa?"
Sam menuntun kedua tangan Kim serta melingkarkan tangan Kim pada lehernya.
"Semua akan baik baik saja, Aku janji?"
Deg.
Jantung Kim berhenti berdetak seketika mendengar ini.
"Ini tidak benar, kak? Ini adalah kesalahan?"
"Persetan dengan kesalahan! gue bahkan tidak akan pernah menyesal meskipun harus melakukan seribu kesalahan asal itu dilakukan bersama lo."
Kim membelai kepala Sam,
"Kak, berhenti membuat segalanya menjadi semakin rumit. Ini tidak semudah yang lo pikir?"
"Ini sangat mudah, dan tidak ada yang sulit sama sekali, semua menjadi rumit karena lo tidak jujur dengan diri lo sendiri."
Perkataan Sam memang benar, tapi jujur terhadap diri sendiri juga tidak jauh lebih baik daripada kebohongan. Lalu apa bedanya?
Kim hanya berusaha sekuat hati serta keimanannya untuk menolak dan menghentikan ini.
Dan Kim hanya tidak ingin tergelincir lebih jauh ke lembah dosa dengan melakukan itu dengan pria yang telah dimiliki oleh wanita lain.
Kim tidak sampai hati untuk merusak kebahagiaan orang lain dengan mengatasnamakan cinta, ini namanya egois.
"Tolong percaya sama gue? I promise? Okey? Dan kasih gue satu kesempatan untuk membuktikan bahwa tidak ada yang salah dengan ucapan gue."
Ucap Sam sebelum mengangkat tubuh Kim dan kemudian mendudukan Kim pada pembatas balkon.
Mereka kembali saling memandang satu sama lain, hingga akhirnya Kim mengangguk.
"Thank you, dear."
Sam tersenyum penuh kelegaan dan kemudian kembali mencium bibir Kim dengan penuh gairah.
Suasana mulai memanas, dan Sam mulai kehilangan kendali dan mulai lepas kontrol. Membuat tangan Sam mulai meraba serta mengelus paha Kim dengan sensual, seakan tidak cukup, tangan Sam mulai naik ke atas paha, dan terus menuju **** ********** Kim.
Kim sangat terkejut atas tindakan Sam yang mulai melewati batas.
Namun sebelum tangan Sam sampai pada cd Kim, Kim segera menghentikan tangan Sam dan menggeleng.
Sam mulai tersadar, dan segera melepaskan ciumannya,
"Sorry Kim, gue gak maksud,.."
"Sstt."
Kim meletakan jari telunjuknya pada bibir Sam untuk menghentikan ucapan Sam lebih jauh.
Sam tersenyum dan segera mengangkat tubuh Kim, dan meletakan Kim di atas ranjang kemudian menyelimutinya.
"Good night dear, always nice dreams."
Ucap Sam seraya mencium kening Kim dengan mesra.