
Diam tidak selalu emas ..
🔥🔥🔥
Sontak semua yang ada di dalam ruangan menoleh ke arah Sam dengan tatapan penuh tanya.
Kim yang mendengar ucapan ambigu yang Sam lontarkan, segera melayangkan tatapan tajam kepada Sam yang berarti,
'Jangan sembarangan bicara, tolong dikondisikan.'
Sam yang seakan mengerti arti dari tatapan tajam Kim, segera membalasnya di sertai devilsmirk yang mengandung arti, 'So what??'
Mendapat balasan yang tidak sesuai dengan apa yang Kim harapkan, membuat Kim merasa sangat kecewa karena telah mengikuti Ken kesini. Ini akan menjadi hari yang cukup panjang untuk dilalui.
Dan bencana itu akhirnya datang tepat dihadapan Kim detik ini juga.
Kim menghela nafas panjang. Sam sungguh sangat menyebalkan, bukankah seharusnya Sam merasa malu?
Jika tidak malu dengan orang lain, ya minimal malu sama diri sendiri dong.
Bukannya justru mengumbar aib orang lain yang padahal juga menyangkut dirinya sendiri.
"Gila gila gila, lo gila Sam? Lo beneran berani nyium adeknya Ken?"
Niken masih tidak percaya dengan pengakuan ambigu Sam yang dinilai mengarang terlalu tinggi.
"Berani lah, orang nyiumnya juga didepan ken langsung kok, dan inget ya, ini ciuman pertama Kim."
Sam berbicara dengan berbisik, namun masih bisa didengar dengan jelas oleh semua orang didalam ruangan.
"Kagak percaya gue,"
Niken menggeleng.
"Sumpah, dari awal gue sama Sam masuk fakultas yang sama, gue gak pernah sekalipun ngelihat Sam dekat sama cewek apalagi pacaran. Lha ini, bikin jantung gue langsung copot. Jadi lo seriusan langsung sosor aja, tanpa pacaran?"
Niken menginterogasi Sam.
Sam mengangguk mengiyakan.
"Kalo lo pada gak percaya sama gue, tanya noh Daniel. Daniel juga tahu kok."
Sontak Semua menoleh kearah Daniel.
Daniel hanya menggelengkan kepala, serta mengangkat bahu acuh tak acuh, seakan tidak mengetahui apapun.
"Gue gak ikut ikutan deh dan gue juga gak tahu menahu."
Meskipun Daniel mengetahui cerita yang sebenarnya. Tapi Daniel membiarkan Sam menyombongkan dirinya sendiri. Anggap saja sebagai asupan gizi.
Daniel terkekeh dalam hati.
Daniel juga sangat mengerti tentang perasaan Sam yang sebenarnya, namun apalah daya, Sam mempunyai banyak obsesi yang harus dicapai sebelum menikahi gadis yang dicintainya.
Semua orang semakin penasaran dengan apa yang mereka dengar, mereka tidak menyangka Sam akan sangat agresif saat mendekati seorang gadis.
Tidak mendapat jawaban dari daniel. Semua orang menoleh ke arah Ken. Dan meminta klarifikasi.
Ken tetap diam dan tidak merespon apapun. Sama sekali tidak peduli dengan ocehan konyol Sam dan tatapan semua orang. Dan bahkan berpura pura tidak mendengar apapun.
Ken yang duduk disebelah Dinar masih sibuk dengan laptop dihadapannya, tidak mengalihkan pandangannya sedetikpun, dan terus berbicara sangat serius dengan Dinar, tanpa memperdulikan tatapan frustasi semua orang yang membutuhkan kepastian.
Kim hanya diam dan tidak menanggapi lebih jauh, lagipula apalagi yang perlu untuk dijelaskan jika semua itu adalah benar?
Tomy yang tidak mendapat konfirmasi dari siapapun termasuk Kim, mulai berbicara ngawur dengan mode sok tau,
"Hebat lo sam,"
Tomy menepuk pundak Sam.
"Cowok introvert yang gak pernah dekat apalagi pacaran, tiba tiba ketiban rezeki nomplok bisa mendapat ciuman pertama dari seorang Kim? Wah wah wah, takjub gue. Kayaknya kita perlu merayakan keberhasilan Sam dalam hubungan asmaranya."
Kim melirik Kakaknya sekilas, namun sepertinya Ken sama sekali tidak ada niatan untuk membantu Kim untuk membenarkannya sedikit.
"Em, sebenarnya kejadiannya gak gitu juga kali kak, ini semua sesuatu yang gak di sengaja. Hanya sebuah kesalahpahaman, iya kan kak sam?"
Kim memberikan tatapan tajam dan mencubit perut Sam.
Sam berucap santai tanpa malu.
Mendengar ini, Kim sedikit terkejut dan melebarkan matanya.
Aku? Kamu?
Sejak kapan Sam memakai kata kata Aku Kamu?
Tomy "......"
Niken "....."
Daniel "....."
Semua orang termasuk Kim masih berpikir dan mencoba mencerna perkataan Sam.
Ken melirik Sam selama dua detik, dan kemudian kembali melihat layar laptopnya.
"Udahlah Sam, jangan ganggu Kim. Kim itu lagi patah hati, dia baru diputusin pacarnya?"
"Seriously?"
Sam bertanya dengan mata berbinar.
"Kak ken, please, jangan buka privasi gue."
Kim memohon agar kakaknya tidak sembarangan mengumbar aib Kim didepan umum.
"Itu bukan privasi lagi, Dek. Semua orang juga udah tahu kali."
"Daritadi gue diledekin habis habisan, dan lo cuma diem aja, dan sekarang sekalinya ngomong malah buka aib adiknya sendiri?"
"Ini juga lagi belain lo Kim, biar gak diledek Sam terus."
Ken membela dirinya sendiri.
"Udah lah, gak usah dengerin Sam, Sam itu cuma ngehalu, efek kelamaan jomblo. Jadi otaknya agak oleng gitu."
"Udah lah, calmdown. Jangan tegang. Btw, lo mau pesen minum apa Kim? Atau lo mau minum kopi jenis apa?"
Daniel berusaha menetralisir ketegangan dengan sebuah penawaran.
Sebelum Kim bahkan berhasil membuka mulutnya, Sam terlanjur menyela.
"Kim gak minum kopi, gak suka kopi dia. Orange juice aja."
Semua orang kembali terdiam.
Sam, ******** itu sungguh bahagia melihat penderitaan Kim. ******** sialan itu bahkan mengetahui minuman favourite Kim.
Terlanjur malu ya sudahlah, malu sekalian.
"Iya, gue orange juice aja."
Kim tertawa canggung.
"Ya udah guys, karena gue lagi seneng hari ini karena Kim baru putus sama pacarnya, jadi lo bisa pesen sepuasnya, GE-RA-TIS."
Sam terlihat bahagia dan tersenyum puas.
Mendengar ini, Kim sedikit terkejut. Bisa bisanya putusnya Kim dijadikan sebagai sebuah perayaan? Parah banget.
"Ya ampun kak, lo tega banget sih ngerayain putusnya hubungan gue sama Rick? Ah, lo ngeselin deh. Mulai detik ini, gue sebel sama lo."
Kim marah dan mengerucutkan bibirnya.
"Ini berita yang membahagiakan, Kim. Kita wajib buat ngerayain dengan makan makan. Welcome."
Sam berusaha meyakinkan Kim untuk tetap enjoy.
"Cie cie, sikat Sam. Baru putus, lagi galau galaunya, pura pura jadi pahlawan kesiangan buat nyuri perhatian, pepet terus."
Tomy meledek Sam dan sontak membuat semua yang mendengar tertawa geli.