Kimberly Florist

Kimberly Florist
SKS Chapter 32 ..



Long time no see..


🔥🔥🔥


Kim tiba di Bandara Denpasar dua jam lima puluh menit setelahnya.


Dan waktu menunjukan pukul 21.45.


Akibat mengikuti penerbangan malam, Kim tiba di Denpasar hampir tengah malam


Bandara dalam situasi yang biasa saat ini, tidak terlalu ramai ataupun terlalu sepi.


Kim menarik kopernya dengan satu tangan, dan tangan yang lain memencet tombol ponselnya secara cepat. Dan beberapa saat kemudian ponselnya berdering.


"Haloo bang, ini gue Kimberly. Gue butuh mobil buat sekarang, bisa gak?"


 


"......"


 


Kim tampak berpikir sebentar,


"Off road aja lah, gue lagi males jenis sport."


 


"......"


 


"Gue di Ngurah Rai, lo bisa nganter kesini?"


"....."


"Terserah lo, kalau bisa yang longgar aja."


"...."


"Gue butuh buat seminggu."


 


"......"


 


"Okey, gue tunggu."


Tidak lama menunggu, kemudian dua buah mobil tiba di depan bandara.


Seorang pria berumur tiga puluhan keluar dari mobil jenis sport, dan seseorang dengan seragam khas teknisi turun dari mobil jenis off road.


"Hai, Kim."


Seorang pria tinggi dan tampan menyapa Kim seraya melambaikan tangannya.


"Hallo Bang,"


Kim mengulurkan tangan kepada pria yang dipanggilnya Abang untuk berjabat tangan kemudian memeluknya.


"Long time no see, Kim?"


Bang Jodi membalas uluran tangan Kim serta membalas pelukan Kim.


"Lima tahun gak ketemu makin banyak duit aja nih, Bang?"


"Kalau gue sih emang udah kaya dari sononya, Kim.?"


Bang Jodi tertawa sombong.


"Nyesel gue ngomong kaya gitu, bikin Abang gede kepala. Tobat gue."


Kim mengangkat tangan serta membuat jari jemarinya membentuk huruf V.


"Terserah, asal itu bisa membuat lo senang, So, gimana?"


"Seperti yang gue bilang, ada kan?"


"Tapi, Lo serius mau pake Jeep?"


"Iya lah, gue lagi pingin yang beda aja."


"Gue bawa itu."


Bang Jodi menunjuk sebuah mobil hitam jenis Rubicon yang terparkir tidak jauh dari tempatnya berdiri.


"Waow, keren Bang."


Kim mengangkat ibu jari memuji pilihan Bang Jodi yang sesuai seleranya.


"Lo selalu tahu yang gue mau."


"Dari dulu selera lo gak pernah berubah, selalu sama, selalu gampangan."


Bang Jodi tertawa renyah.


"Cuileh, bahasa lo Bang, tolong dikondisikan"


Kim merajuk dan mengerucutkan bibirnya.


"Lo bisa cek dulu, ini mobil jenis premium keluaran terbaru, sewanya agak mahalan dikit."


Bang Jodi menjelaskan sedikit.


"Gue tahu, kalau soal duit gue sih gak masalah, asal sesuai aja."


Jeep Wrangler Rubicon empat pintu asal Amerika beewarna hitam tertangkap dalam penglihatan Kim.


Jenis terbaru yang baru saja di luncurkan belum lama ini.


Kim membuka pintunya, melihat design interiornya yang juga tidak kalah menakjubkan.


Dengan konsep elegan disertai 75 fitur keamanan, serta di lengkapi dengan system via layar sentuh berteknologi QVGA display berukuran 6,5 inci.



➡ Jeep Wrangler Rubicon Black ⬅



➡ Jeep Wrangler Rubicon Black ⬅


Kim mengangguk puas.


"Okey bang, gue suka dan gue ambil yang ini aja. Full day berapa?"


Bang Jodi berpikir sebentar,


"Buat lo? gue miringin dikit lah, full day lima jutaan aja."


"Lima juta lo miringin? Gila lo bang? Lo tega malak pengangguran kayak gue?"


"Yang pengangguran kan lo, Bapak lo kan kaya raya."


Bang Jodi tertawa terbahak bahak.


"Gak usah bawa bawa Papi deh, dan jangan perhitungan sama gue lah?"


Kim tetap tidak menyerah untuk menawar harga yang telah Bang Jodi tentukan.


"Udah harga segitu dari sononya Kim. Lo tahu sendiri eksterior, interior, dimensi, mesin sama fiturnya kayak gimana kan? Lo gak akan bilang mahal kalo lo udah bawa barangnya."


Bang Jodi tetap tidak mau kalah meladeni tawar menawar dengan Kim.


"Tapi, itu gak cocok dikantong gue, Bang?"


"Harga pasaranannya aja masih dikisaran 1,599 M, masa gue sewain dua ratus ribu? Gue bangkrut dong?"


"Idih, malah curhat? Kalo orang kaya dari lahir itu gak akan bangkrut hanya dengan hal kecil kayak gini, Bang?"


"Dasar belagu, Hal kecil maksud lo? Hal kecil yang masih lo tawar? Parah lo."


Kim meringis dan menggaruk rambutnya yang sama sekali tidak gatal. Sebenarnya ucapan Bang Jodi itu gak salah, dasar Kim aja yang jiwa emak emaknya mulai meronta.


"Okey okey, gue ngalah. Gue bawa seminggu full deh, tapi duitnya ngutang dulu, gue cicil."


Kim tersenyum samar.


"Nah gitu dong, Santai aja Kim, utang lo juga udah bejibun ke gue, udah gak keitung. Tapi karena gue orangnya gak perhitungan kayak lo, gue santai aja kayak dipantai. Btw, gimana kabar Ken? Papi sama mami sehat?"


"Papi sama mami sehat bang, tapi biasalah, sibuk banget. Kalo Ken baik baik aja dia, dia lagi joinan distro gitu sama temannya. Kalo Abang sendiri gimana? Baby Qila gimana?"


"Gue sih, ya beginilah."


Bang Jodi berucap seraya melihat postur tubuhnya sendiri dan kemudian tertawa.


"Tambah kurus kayaknya, Qila udah sekolah Paud."


"Tambah kurus karena kebanyakan olahraga malam bang, makanya olahraganya dikurangin dan banyakin ibadah."


"Gila lo, Olahraga malam juga termasuk ibadah kali, Kim?"


Okey, jika sudah seperti ini, jiwa single Kim mulai terancam.


"Au ah, males gue ngeladenin lo"


"Tunggu tunggu tunggu, lo nginep dimana?"


"Di Grand Palace Bang, emang kenapa? Lo mau nampung gue kalau gue gak tinggal di Hotel?"


Mata Kim mulai berbinar, akhirnya setelah sekian lama, ada juga yang berniat baik untuk mengadopsi Kim.


"Ya kagaklah, rumah gue gak ada gudangnya, plus melihara lo bikin rugi, soalnya makan lo banyak."


Mendengar ini, Kim menjadi layu seketika.


"Sialan lo Bang."


"Peace."


Bang Jodi mengangkat tangan tanda peace.


"Ya udah, gue cabut dulu. Udah malam takut di cariin Qilla."


"Qilla sih cuma alasan, paling mau olahraga malam sama mb.Citra. Ngaku hayo ngaku? Ngaku gak lo?"


"Dih, ini anak kalau ngomong gitu, Suka bener. Udah ah, bisa gila gue kalo kelamaan sama lo."


Bang Jodi menyerahkan kunci mobil kepada Kim, kemudian menaiki mobil sport dengan taknisinya dan menghilang dalam kegelapan.


Bang Jodi itu tetangga Kim di Pondok Indah. Hampir lima tahun tetanggaan.


Tapi setelah Bang Jodi menikah, dia mengikuti istrinya ke Bali. Biasalah, suami bucin istri.


Dia itu mempunyai usaha bengkel dan sewaan mobil di Bali, dan juga pemilik perusahaan spare part mobil di Jakarta.


Dan jangan salah, perusahaan dia juga menjadi salah satu produsen spare part terbesar di Indonesia.


Kim masuk ke dalam mobil? dan duduk di atas kursi berlapis kain Sedosa premium atau trim kulit Mckinley dengan jahitan bordir yang empuk dan lembut.


"Lumayan juga."


Maklum, mobil jenis off road Rubicon untuk harga pasarannya masih agak mahalan. So soal kualitas, jangan ditanya lagi.


Mobil ini juga di lengkapi system pemetaan canggih, jadi Kim tidak perlu khawatir akan tersesat.


Kim mengemudikan mobilnya, dan dua puluh lima menit kemudian mobil mulai memasuki halaman Grand Palace Hotel.