Kimberly Florist

Kimberly Florist
SKS Chapter 15 ..



Saat nasi telah berubah menjadi bubur, maka tidak ada lagi yang bisa di lakukan, kecuali dengan menikmatinya dengan ikhlas tanpa keluhan..


🔥🔥🔥


Sosok ramping dan tinggi Kim terlihat tengah berdiri tegak di balkon kamarnya


Dan semilir angin malam menerbangkan rambut Kim yang di sanggul seadanya membuatnya tidak lagi beraturan dan terlihat acak acakan.



➡ Visual Kim ⬅


Juga gaun tidur Kim yang berkibar mengikuti arah angin semakin menonjolkan bentuk tubuh Kim yang indah.


Dengan kulit seputih salju dan selembut sutra, memberikan tampilan glamour namun terkesan lembut hanya dengan melihat tampilan wajah cantik Kim.


Siluet cantik itu tetap berdiri di tempat yang sama untuk waktu yang lama. Dan entah sudah berapa lama. Kim tidak tau, dan Kim juga tidak mau tau.


Hati dan pikirannya saling berdebat satu sama lain,


Hatinya berkata "Tidak ada yang perlu di khawatirkan.". Tetapi pikirannya berkata "Ada sesuatu yang tidak pada tempatnya."


Kim bimbang dengan perasaannya sendiri.


Mencoba menenangkan diri. Namun, yang namanya perasaan tidak akan pernah bisa di bohongi dan akan selalu berkata jujur.


Kim menghela nafas dalam.


Only what world, why and how are milling about in his brain.


Ada apa sebenarnya?


Apa yang telah terjadi?


Kenapa keluarganya bersikap sangat aneh belakangan ini?


Dan jika itu benar, bagaimana mungkin mereka tega menyembunyikan sesuatu dari Kim?


Mungkinkah ada hal penting yang tidak Kim sadari? atau, ini ada hubungannya dengan Rick?


Rick? kenapa nama itu lagi yang muncul?


"Ah, damn."


Kim menjerit frustasi dan mengacak rambutnya sendiri.


Kim berjalan ke ranjang dan membaringkan tubuhnya. Kim melihat ponsel nya. Membuka instagram, ada dua pembaruan dari Rick sekitar empat dan tiga jam yang lalu. Masing masing terdapat foto dengan latar belakang yang berbeda.


Kim memutuskan untuk melihat gambar itu.


Foto pertama adalah foto seorang pria yang hanya memperlihatkan punggung, serta berlatar belakang bandara.


Sangat jelas bahwa foto itu diambil saat keberangkatan Rick beberapa saat yang lalu. Dan mungkin saja, saat ini Rick berada dalam penerbangan menuju Selandia Baru.


Dengan caption "meninggalkan tidak harus melupakan."


Dan Kim melihat foto kedua, adalah sebuah foto lama yang di update kembali. Kim melebarkan mata saat melihatnya. Gambar yang sangat akrab, Kim bahkan bisa mengetahui dengan sangat jelas sosok yang berada di dalam gambar.


Tampak sepasang remaja duduk berdampingan di rooftop sekolah. Gambar di ambil selitar dua tahun yang lalu. Dengan caption, "Bagaimanapun, darah akan sekental darah, dan air akan secair air."


Di dalam Pesawat Singapore Airlines..


Akhirnya Pesawat yang di tumpangi Rick Lepas Landas. Menggunakan Pesawat Singapore Airlines. Rute Jakarta - Selandia Baru dengan transit di Singapura.


Rick bisa duduk dengan nyaman di dalam pesawat sekarang.


Melihat keluar jendela,


Dan yang terlihat hanya lah wajah cantik Kim, Kim, dan akan selalu Kimberly Florist.


Gadis yang sangat di cintainya, dan gadis yang selalu berada di dalam hatinya.


Rick kembali mengingat awal perkenalan mereka tiga tahun lalu, sejak saat itu Rick mengangumi Kim dalam diam selama satu tahun. Bahkan Rick juga tidak mengetahui dengan pasti kapan rasa cinta itu hadir.


Hingga akhirnya mereka bisa berkomunikasi secara langsung setelah bertemu Kim di UKS.


Rick tersenyum masam mengingat semuanya.


Kenangan itu akan tetap sama, hanya saja waktu telah berubah dan suasana akan berbeda.


Sejak ibunya meninggal empat hari yang lalu di Selandia Baru, semua rahasia mulai terungkap. Kakek Rick mengatakan banyak kebenaran yang telah tertutup rapat selama bertahun tahun dan mulai muncul di permukaan.


Yang mengakibatkan kehidupan Rick menjadi simpang siur dan tumpang tindih tidak beraturan.


Dan hari ini adalah hari keberangkatan rick yang juga tidak pada tempatnya.


Rick merencanakan penerbangan ini jauh jauh hari di hari yang seharusnya masih satu minggu lagi.


Namun, karena meninggalnya sang ibu yang mendadak, membuat Rick terpaksa mempercepat penerbangannya, bahkan Rick terpaksa menggunakan pasport palsu untuk penerbangan kali ini.


Rick bahkan masih sempat bersyukur karena bisa mengetahui semuanya lebih awal, sebelum semua semakin jauh dan menjadi semakin rumit.


Better late than never, minimal lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.


Dan setelah Rick berhasil menemui papi kandung nya, bahkan telah melakukan tes DNA, membuat Rick shock dan sangat tertekan, sampai titik dimana Rick tidak mengetahui bagaimana cara untuk memulai kehidupannya kembali. Namun semua sudah semakin jelas dan nyata sekarang. Hasilnya positive.


Rick tetap tidak bisa menerima itu, hingga tes DNA di ulang untuk ketiga kalinya, namun setiap hasil yang keluar menyatakan sembilan puluh sembilan persen hasilnya cocok dan tidak di ragukan lagi kesamaannya.


Rick mencoba untuk percaya meski hatinya menolak dengan tegas.


Namun, setelah papi menceritakan apa yang sebenarnya terjadi di antara papi dan Ailin Chandra, ibunya. Membuat Rick semakin menyadari jika kehidupan ibunya selama ini tidaklah mudah.


Di jodohkan dengan orang yang tidak di cintai. Hingga bercerai disaat Ailin mengandung Rick, bahkan papi juga tidak mengetahui tentang kehadiran Rick dalam perut Ailin.


Membuat perasaan bersalah Rick semakin mencuat saat tidak bisa melihat wajah ibu untuk terakhir kalinya.


Yang membuat Rick semakin sedih adalah ibunya merahasiakan penyakit mematikan kangker darah darinya, dengan alasan tidak ingin mengganggu pendidikannya.


Ibunya bahkan tega mengirimnya ke Indonesia dan menitipkannya kepada salah seorang teman hanya untuk menyembunyikan penyakitnya.


Ibunya meregang nyawa sendirian, tanpa ada seorang putra yang menemaninya. Bahkan ibunya masih sempat mengalihkan semua aset menjadi nama Aldrick Chandra sebagai pemilik sah di saat ibunya mulai sekarat.


Rick sungguh bodoh tidak menyadari ini dari awal, mungkin Rick tidak akan pernah meninggalkan ibunya sedetikpun jika mengetahui ini lebih cepat. Namun sayang, saat nasi telah berubah menjadi bubur, tidak ada lagi yang bisa di lakukan, kecuali menikmatinya dengan membuktikan bahwa pengorbanan ibunya selama ini tidak sia sia.


Satu satunya sumber kebahagiaan Rick telah pergi. Hanya menyisakan Kim, yang juga tidak bisa untuk disentuh, apalagi di miliki.