Kimberly Florist

Kimberly Florist
SKS Chapter 21 ..



Rasa malu yang tercipta akibat dari suatu kejadian lucu yang tiba tiba menimpa, akan membuatnya di ingat sampai kapanpun..


🔥🔥🔥


Ken melihat jam D1 Milano dipergelangan tangannya, dan mulai sedikit terlihat gelisah.


Melihat kegelisahan kakanya, Kim mengerutkan alis, mencoba untuk menebaknya, namun Kim terlalu malas untuk berpikir di saat seperti ini.


"Lo mau pergi? Kemana ? Buru buru?"


"Kalo nanya satu satu dong, Kim. Biar gampang jawabnya "


"Iya, ngerti kak, ngerti. Jadi kakak mau kemana?"


"Daniel ngajakin ngumpul di coffeshop."


"Kakak buru buru banget?"


"Buru buru sih enggak sebenarnya, cuma kasian aja kalo anak anak kelamaan nunggunya,"


Ken terlihat berpikir sebentar, dan kemudian tersenyum.


"Atau lo mau ikut gue aja?"


Kim berpikir sebentar,


Sebenarnya bukan ide yang buruk, boleh juga sih, Daripada di rumah gabut? Apalagi kalo dua nenek sihir itu datang?


Membayangkannya saja membuat Kim merinding, apalagi jika itu sungguh terjadi? Bukan tanpa alasan,


Kim hanya sedang malas, bahkan sangat malas meladeni kedua wanita gila itu.


Diam nya Kim membuat Ken kembali bersuara,


"Danil sama Sam joinan bikin coffeshop belum lama ini. Tenang aja, tempatnya nyantai kok buat kumpul kumpul. Dan disediain biliardan juga. Lo tahu sendiri kan kalo Sam hobi banget main biliard."


Kim sedikit terkejut.


SAM ??


Mendengar nama Sam, membuat Kim semakin terdiam, tanpa sadar wajah Kim mulai merona.


Seakan melihat perubahan drastis Kim, Ken tidak bisa berhenti menahan senyum. Ken tentu sangat mengetahui apa yang tengah Kim pikirkan saat ini.


"Lo masih malu gara gara Sam nyuri ciuman pertama lo? Udahlah, gak usah malu. Kejadiannya juga udah lama banget. Liat tuh muka lo udah blushing. Larah lo."


Mendengar olokan Ken, Kim segera menyentuh wajahnya, dan tersenyum canggung.


Gimana gak blushing coba? Ciuman pertama gue di ambil orang asing? Orang asing lho? Orang asing?


Yah, sebenarnya gak asing asing banget sih, tapi ya tetap aja kalo dicium orang yang tidak berstatus pacar pasti akan malu setengah mati. Tidak hanya malu, Kim bahkan merasa ingin menenggelamkan tubuhnya di Samudra Pasifik saat itu juga.


Untung saja yang mencuri ciuman Kim adalah seorang pria tampan, minimal Kim tidak rugi banyaklah.


Kim tersenyum dalam hati dan menggigit bibirnya sendiri.


Uups.


Kim menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali dan segera menggeleng.


Kenapa Kim memikirkan hal seperti ini? Sudah pasti bahwa otak Kim telah bergeser setengah inci dari tempatnya semula.


Pasti.


Kembali memikirkan ini untuk kesekian kalinya. Walau sangat jelas bahwa Sam juga tidak sengaja melakukan itu, Namun, sebagai seorang wanita normal, Kim terbawa suasana dan membawa perasaanya menjadi amburadul tidak karuan.


Semua tentu karena kebodohan Kim.


What the ****??


Why?


Alasannya sederhana, karena Kim tentu sudah membuktikan dan mengalaminya sendiri.


Akibat dari kecerobahan Kim yang asal menceburkan diri ke dalam kolam tanpa pemanasan terlebih dahulu.


Dampaknya? Tentu sudah sangat jelas, Kim mengalami kram di bagian kakinya, dan tenggelam begitu saja ke dasar kolam.


Dan yang lebih memalukan adalah, Sam main ke rumah dan tidak sengaja melihat Kim yang tenggelam.


Aduh, malu?


Jangan ditanya.


Dengan alasan kemanusiaan, Sam refleks menceburkan dirinya kedalam kolam dan menyelamatkan Kim.


Membawa tubuh Kim ke pinggir, dan meletakan kedua tangannya ke dada Kim, untuk memompa aliran oksigen dari paru paru kedalam otak Kim.


Namun, karena telah meminum terlalu banyak air, Kim tidak kunjung sadarkan diri hingga beberapa saat. Dan itu cukup untuk membuat Sam semakin merasa panik, panik, dan sangat panik.


Dan segera memberikan nafas buatan untuk Kim detik itu juga tanpa pertimbangan lagi.


Dan begitulah kisah memilukan Kim, atau memalukan?


Entah Kim harus tertawa atau menangis?


Tertawa karena keberuntungan bisa mendapatkan first kiss dari seorang pria tampan sekelas Sam?


Atau menangis karena Kim merasa terlalu kecewa karena tidak mendapatkan lebih dari sekedar ciuman?


Kim menelan ludah dan menggelengkan kepala, Sadar Kim, sadar, inget dosa.


Kim merasa sedikit aneh dengan perasaannya sendiri. Kejadian itu bahkan telah sangat lama, dan Sam mungkin telah melupakan atau bahkan tidak mengingatkan sama sekali?


May be?


Ken yang tidak sabar melihat Kim hanya melamun dan melamun, segera mengangkat tubuh Kim, membawanya ke kamar mandi dan memasukannya ke bak mandi. Dan kemudian menyalakan kran air dingin.


Kim tersadar dan terkejut setengah mati.


"Aaahhh, kakak. Dingin tau? Baju gue jadi basah kan? Lo jahat sama gue. Dasar bapak tiri."


Kim meraung dengan amarah yang membuncah dan merajuk dengan serius.


"Ih, berisik deh, udah gak usah teriak teriak, sakit telinga gue. Pokoknya, gue tunggu lo di bawah. GA-K PA-KE LA-MA. Inget, Gak pake lama, cuma setengah jam."


Ucap Ken seraya melenggang pergi tanpa memperdulikan Kim yang sangat kesal dan masih merengut.


Setengah jam kemudian..


Kim tidak mendengar suara ataupun pergerakan apapun dari kamar Ken. Hanya ada satu kemungkinan, yaitu Ken memang telah menunggu Kim di bawah.


Pasti.


Karena kamar Kim memang tepat berada di sebelah kamar Ken di lantai dua. Jadi tidak akan sulit untuk menebak keberadaan Ken.


Kim turun ke lantai bawah, dan mendapati sosok tampan Ken tengah duduk disofa dengan pandangan yang fokus ke layar laptopnya.


Kim duduk di sebelah Ken, dan melihat ke layar. Terlihat grafik penjualan tahun ini dan beberapa tahun sebelumnya, dan juga tampaknya tahun ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan.


Kim sungguh tidak mengerti dengan apa yang tengah Ken rencanakan. Tidak mungkin jika Ken hanya sekedar melakukan inspeksi dengan berbagai grafik di hadapannya.


Ken bahkan lebih mirip tengah belajar tentang cara meningkatkan penjualan dengan melihat dari berbagai metode dan hasil yang timbulkan dari setiap metode yang di terapkan.