Kimberly Florist

Kimberly Florist
SKS Chapter 27 ..



The brave man is not only the man who can fight his enemes, but also can fight this disire..


🔥🔥🔥


Kim merendam tubuhnya dalam bak mandi eksklusif diapartemen Sam. Lebih tepatkan adalah dikamar mandi pribadi Sam.


What?


Ka-mar man-di pri-badi Sam??


Bukan tanpa alasan, Kim telah berusaha untuk menolak habis habisan, namun Sam yang telah memaksa hingga Kim berakhir melakukan hal ini.


Kim sendiri bahkan tidak menyangka jika Sam adalah tipe pria yang suka memaksa gadis gadis, lebih tepatnya adalah gadis seperti Kim dan hanya seorang Kim.


Sekitar setengah jam, Kim keluar dari kamar mandi, dengan rambut yang basah Kim berjalan ke lemari pakaian Sam.


Kim membukanya, dan yang terlihat hanyalah pakaian keseharian yang sering Sam kenakan.


Hanya ada beberapa kemeja dan kaos berlabel LV, tentu saja semua pakaian Sam adalah barang asli yang diimpor langsung dari luar negeri.


Kim mulai berpikir dengan sangat keras.


Jika Kim memakai kaos, Kim mungkin bisa saja membuat Sam menjadi gelap mata.


Kim menggeleng.


"No, itu akan sangat menakutkan."


Pilihan Kim berakhir pada kemeja polos putih yang jelas sangat kebesaran untuk Kim kenakan.


Dengan panjang yang bahkan tidak berhasil untuk menutupi separuh pahanya, untuk postur tinggi Kim, sungguh telah menimbulkan kesan sexy yang mendalam.


Dan lengan kemeja yang menutupi jari jemari Kim, membuat Kim melipat lengan bajunya hingga tiga lipatan, dan itu membuat Kim terlihat semakin sensual.


Kim ragu sejenak, apakah ini sungguh pantas??


Kim hanya merasa jika ini akan dianggap tidak menghargai pemilik yang sebenarnya. Namun masalah utamanya adalah, apakah Sam sungguh rela untuk berbagi pakaian dengan Kim?


Tok tok tok..


Mendengar suara ketukan pintu, membuat Kim membuka pintu kamar Sam dari dalam.


Kim dapat melihat Sam berdiri didepan pintu dengan membisu dan tidak bergerak sama sekali.


Kim mengerjapkan mata beberapa kali, dan melambaikan tangan berkali kali sebagai usaha untuk membangunkan kesadaran Sam. Namun Sam sama sekali tidak merespon ataupun sekedar bersuara.


Kim merasa sedikit takut melihat tingkah laku Sam yang sedikit berlebihan, jangan bilang kalau Sam sebenarnya,..


Kerasukan??


Kim semakin merasa takut.


"Kak? Kak Sam? Ngomong dong?"


Kim menepuk kedua pipi Sam agar Sam segera tersadar.


Namun Sam masih tetap membeku.


"Lo marah karena gue pake baju lo? Jangan gitu dong kak? Jangan bikin gue takut deh." Kim mulai merasa bersalah karena telah sembarangan menggunakan pakaian bermerk Sam.


Tanpa sadar, Sam menelan ludah berkali kali. Sedingin dinginnya Sam, tentu Sam tetaplah seorang pria normal. Apa lagi, jika di hadapkan dengan keindahan sosok yang berpenampilan sangat menggoda dihadapannya.


"Lo mau menggoda gue, hm?


Suara serak Sam terdengar sangat indah dalam pendengaran Kim.


Kim menelan ludah, dan kemudian menutup paha dengan tangan kanannya dan menutup dada dengan tangan kirinya.


Kim sama sekali tidak berniat untuk menggoda Sam, namun apalah daya? Kim tidak mempunyai pilihan selain mengenakan apa yang tersedia di dalam lemari.


Kim meringis,


"Sorry kak, gue gak sengaja."


Sam menepuk mulutnya sendiri, '****' rutuk Sam dalam hati, bisa bisanya Sam mengeluarkan kalimat pantangan yang telah Sam tahan mati matian selama beberapa menit terakhir, namun justru terlontar dengan mudahnya tepat dihadapan Kim.


"Sorry, sorry. Gue salah ngomong, anggap aja lo tidak mendengar apapun, okey?"


Kim mengangguk.


Namun semakin dipandang, Sam justru semakin bergairah saat harus melihat tubuh indah Kim yang sedikit mengekspos bagian intim Kim secara langsung dalam jarak yang sangat dekat.


Jelas di dalamnya, tidak ada apapun lagi, hanya ada tubuh polos Kim dengan kemeja Sam yang mililit serta sedikit menutupi bagian tubuh itu.


Mungkin jika itu terbuka, maka akan menampilkan tubuh telanjang Kim dengan sempurna.


Ditambah, dengan sisa sisa air yang masih menetes dari rambut basah ke kewajah Kim sungguh membuat Hasrat ke lelakiannya Sam mulai tumbuh dan semakin besar.


Jelas bukan niat Kim untuk menggoda Sam, namun, Sam yang telah terlanjur berhasrat tidak bisa lagi untuk tidak menyalahkan Kim atas kesexyan yang telah ditunjukan spesial untuknya.


Jelas, ini adalah pertama kalinya Kim mengekspos tubuhnya dihadapan seorang pria asing, terlihat dengan jelas dari rasa gugup yang Kim perlihatkan sejak Kim membuka pintunya.


Sam tersenyum karena selalu menjadi yang pertama untuk Kim.


"Kenapa harus marah? Gue cuma mau bilang, gue udah siapin makanan buat lo. Gue tau lo pasti lapar, soalnya tadi siang lo juga belum makan apapun. Tapi sebelum itu, sini ikut gue dulu."


Sam menarik tangan Kim dan mendudukannya di tepi ranjang. Sam segera mengambil handuk, berdiri didepan Kim dan mulai mengeringkan rambut Kim menggunakan handuk dengan hati hati.


"Tapi rambut lo masih basah Kim, gak apa apa kan kalo gue bantu lo? Sorry, gue gak punya hairdryer."


Kim mengangguk. Mendapat perlakuan manis seperti ini untuk pertama kalinya dalam hidup Kim, membuat Kim menjadi semakin gugup.


"Thanks ya kak, lo manis banget tau? Gue jadi baper kan?"


Mendengar ini, Sam hanya tersenyum.


Tentu, bahwa Kim tidak pernah mendapat perlakuan seperti ini dari pria lain selain Ken.


Dan posisi Sam benar benar canggung.


Sam berada persis di hadapan kim, bahkan aroma tubuh Sam dapat tercium dengan sangat jelas saat Kim menghirup udara disini.


Saat Kim mendongak, Kim juga dapat melihat wajah tampan Sam yang penuh dengan kelembutan.


Tdak ada jejak dingin sama sekali, dan mungkin semua gosip tentang dinginnya Sam hanyalah kabar angin yang palsu, semua terbukti dengan perhatian Sam seperti saat ini.


Lima menit kemudian..


Rambut Kim mulai mengering, dan Sam segera menghentikan aktivitasnya, serta menyisir rambut Kim dengan penuh kesabaran.


"Udah selesai, yuk makan. ntar makanannya keburu dingin."


Sam menarik tangan Kim, hingga tangan mereka saling terjalin satu sama lain.


Kim menggigit bibirnya sendiri, menurut dan mengikuti Sam dari belakang.


Kim juga sangat menikmati kehangatan yang Sam salurkan kepada Kim.


Terlihat sebuah piring berisi salad buah mix sayur tergeletak di atas meja beserta sebuah orange juice. Jelas itu dibuat khusus untuk Kim. Juga sepiring spaghetti beserta secangkir kopi, tidak perlu dikatakan lagi jika itu tentu untuk Sam.


Kim mengangkat sebelah alisnya,


"Wah, kok lo bisa tau makanan favourite gue sih?"


"Lo meragukan kemampuan gue? Asal lo tau aja ya, gue bahkan tau semua hal tentang lo."


Mendengar ini, Kim membulatkan matanya? All about Kim?


Kata kata itu terus terngiang dalam pendengaran Kim.


Apa yang Sam katakan sebenarnya adalah kebenaran, bahwa Sam memang mengetahui segala sesuatu tentang Kim, bahkan tentang detail sekecil apapun tidak luput dari perhatian Sam.


Alasannya sederhana, mungkin mengagumi dalam diam adalah pilihan paling tepat untuk saat ini.


"Iya, iyain aja deh biar nggak ribet."


Kim tesenyum.


Sam mengacak rambut Kim gemas.


"Oia kak, gue dengar kak Sam udah dijodohin ya?"