Kimberly Florist

Kimberly Florist
SKS Chapter 48..



Happy reading..


➡➡➡


Kim menginjakan kakinya pada karpet merah di sebuah hunian mewah tidak jauh dari kediamannya.


Rumah mewah tiga lantai, dengan sebuah kolam dan air mancur di halaman depan membuat Kim sangat yakin jika pemiliknya adalah orang kaya yang benar benar kaya raya.


Dengan tamu yang berstatus kelas tinggi terlihat dari gaun bermerk serta segala macam yang menunjukan bahwa status sosial mereka tidak bisa di remehkan.


Tidak heran jika Mami memaksanya untuk ikut, mungkin Mami berharap jika Kim dapat menemukan jodoh di acara seperti ini.


But, who cares??


Suara pertama yang di dengar Kim begitu memasuki rumah ini adalah suara merdu seorang pria yang tengah bernyanyi dengan hanya di iringi alunan musik gitar, membuat suasana ramai menjadi sepi seketika dan menjadi semakin syahdu.


Mungkin semua orang hanyut dalam irama yang bisa membuat bulu kuduk meremang.


Semakin ke dalam, semakin jelas nyanyian itu.


Andaikan dulu


Ku tak pernah mencintaimu


Mungkin semua kan berbeda


Takkan pernah terjadi kisah kita


Pandangan Kim jatuh pada sosok pria tampan yang tengah memetik gitar dan bernyanyi di atas panggung. Membuat Kim membeku di tempatnya. Tidak mungkin jika pria itu adalah,..


"Kim," mami menarik tangan Kim untuk segera mengikutinya.


Kim memberi kode untuk menyusul nanti, dan di setujui dengan sebuah anggukan oleh Mami.


Kim tetap berdiri di tempatnya, dan mendengarkan nyanyian pria itu lagi.


Andaikan dulu


Kau tak pernah mencintaiku


Mungkin semua kan berbeda


Takkan pernah kurasakan luka


Kim menggelengkan kepala, tidak mungkin jika lagu ini di nyanyikan untuknya bukan?


Kim menolak untuk mengakui ini, dan tetap beranggapan jika lagu ini sengaja di nyanyikan untuk orang lain.


Namun entah mengapa, perasaan Kim mengatakan jika lagu ini adalah gambaran nyata untuk sebuah perasaan yang mungkin tengah di utarakan oleh si penyanyi untuknya.


Biarkan semua


Yang telah terjadi


Biarlah... Biarlah..


Ku sadari semua bahwa


Memang Cintamu bukan untukku


Deg..


Alunan lagu indah itu mampu menusuk Kim hingga ke jantungnya. Kim merasakan sakit pada hatinya seketika.


Namun Kim lebih memilih untuk menjadi naif, dari pada harus berharap pada suatu ilusi.


Telah ku berikan cintaku


Telah ku berikan sayangku


Namun nyatanya


Kau tak pernah bisa menerima


Nyanyian itu berakhir dengan Kim yang tetap berdiri di tempatnya.


"Lagu ini, spesial untuk seorang wanita yang selalu menghindar dan semakin jauh dari jangkauan saya. Mungkin ada salah satu gadis di antara kalian yang mengerti tentang maksud saya yang sebenarnya. Terimakasih."


Tepuk tangan meriahpun terdengar begitu ucapan pria itu berhenti.


Kim tidak mengerti dengan makna ucapan itu, karena ini pasti salah? Sangat tidak mungkin dan Kim tetap menganggap ini sebagai suatu kebetulan.


Kim di kejutkan dengan sebuah tepukan pada pundaknya disertai dengan suara seoarang wanita.


"Kim, kenapa kamu bengong? Apa yang kamu lihat sayang?"


Mami mencoba untuk melihat ke arah pandang Kim, namun Mami tidak menemukan apapun yang di anggap mencurigakan. Semua terlihat sangat wajar.


Kim mengerjapkan mata, kemudian menggeleng.


"No, nothing."


"Ya udah, ikut Mami!!"


Mami menggandeng tangan Kim agar Kim segera mengikutinya.


Tidak lama kemudian, Mami menghentikan langkah pada sekelompok orang. Dan Kim juga dapat melihat keberadaan Papi di sana.


Bisa di pastikan jika mereka adalah bagian penting dari pesta malam ini, namun pandangan Kim berhenti saat melihat sepasang paruh baya dengan penampilan yang paling mencolok di antara yang lain. Menandakan jika pasangan itu adalah pemilik acara.


Dan yang lebih mengejutkan adalah wanita paruh baya itu. Kim mengawasi lekat lekat wanita itu.


Tidak mungkin jika ini salah lihat, ini hanya berselang sekitar dua setengah tahun atau lebih, dan sangat tidak mungkin jika Kim melupakan wajah itu.


Wajah yang familiar.


"Kim."


Wanita paruh baya itu mendekat dan memeluk Kim dengan tiba tiba.


"Jadi aku gak salah lihat? Ini benar tante Irena??" Tanya Kim melepaskan pelukannya dan mengamati wajah tante Irena.


"Iya sayang, ini Tante. Kamu sangat cantik malam ini."



➡ Visual Kim ⬅


"Tante juga cantik."


Jawab Kim tersipu saat mendapat pujian dari Tante Irena.


"Ayo Tante kenalkan dengan suami Tante."


Tante Irena menarik tangan Kim untuk mengikutinya.


Kim meminta izin dengan menoleh ke arah Mami, dan Mamipun mengangguk.


"Pa, ini gadis bernama Kimberly yang pernah Mama ceritakan."


Ucap Tante Irena kepada Suaminya.


Suami tante Irena memeluk Kim dengan tiba tiba.


"Welcome sayang, jangan panggil Om, panggil Papa." Ucap Suami Tante Irena.


Whaatttt???


Kim menoleh ke arah Papi meminta penjelasan.


"Ini Om Prayoga, Kim. Kita sudah membicarakan ini sebelumnya dan anak Om Prayoga yang akan di jodohkan sama kamu."


Jawab Papi enteng.


Perjodohan?


Kata laknat yang telah tenggelam selama enam bulan lamanya akhirnya terdengar lagi.


"Cincin ini adalah cincin pertunangan kamu."


Ucap Tante Irena menambahkan seraya mengangkat tangan Kim dan menyentuh cincin yang selalu terpasang semenjak pertemuan pertama dengan tante Irena di Sanur.


"Tunggu tunggu tunggu.. jadi maksud tante cincin ini adalah cincin pertunangan aku sama anak tante??"


Kim membelalakan mata tidak percaya.


Tante Irena mengangguk.


"Jawaban kamu seratus persen adalah kebenaran. Kamu kan udah janji kalau ketemu sama tante lagi, akan manggil Mama?? Kamu gak lupa kan Kim?"


Kim semakin bingung dengan drama yang tengah di alaminya saat ini.


Apa yang sebenarnya terjadi??


Jika cincin ini adalah cincin pertunangan, lalu anak tante Irena yang mana yang di tunangkan dengannya?


Kim memegang kepalanya yang mulai terasa pusing, dan Kim memutuskan untuk meminta izin pergi ke toilet sebentar.


Semua orang mengangguk, mempersilahkan Kim untuk pergi ke toilet.


Namun, Kim justru menyelinap ke taman belakang yang tidak ada seorangpun di sana.


Kim dapat melihat kolam ikan dengan bunga teratai yang menghiasi kolam, dan Kim duduk di salah satu kursi taman serta kembali mengurutkan semua kejadian dari awal hingga akhir.


Sejak Kim tidak sengaja bertemu dengan Tante Irena di Sanur, Kim telah merasakan keanehan, apalagi saat Tante Irena memastikan nama Kimberly hingga berkali kali, di tambah cincin berlian yang tidak mungkin di berikan kepada sembarang orang. Namun keanehan semakin terasa saat cincin ini justru di berikan kepada orang asing seperti Kim.


Tertanya di balik talang air, memang tersembunyi laba laba di dalamnya.


Namun, Kim sama sekali tidak melihat Rafael ataupun Kak Sasha di sini? Dan juga Kim tidak melihat pria yang telah di jodohkan dengannya.


Siapa sebenarnya pria itu.


Kim melepas sepatu haknya karena merasakan sakit pada kakinya. Dan terlihat kaki Kim mulai terlihat bengkak.


"Shit."


Kim mengumpat saat menyadari kakinya tidak bisa di ajak untuk berkompromi. Jelas jika kaki Kim terkilir karena terlalu gugup saat berbohong untuk pergi ke toilet. Dan mungkin ini adalah karma yang Kim terima karena kebohongannya.