
Love make the weak man become strong and the strong man become weak..
🔥🔥🔥
Sam turun dari motornya. Menyerahkan helm untuk dipakai kim dan kemudian melepas jaket yang dipakainya dan memakaikannya kepada Kim.
Kim sedikit tersentuh mendapat perlakuan manis dari Sam.
"Lo pake jaket gue dulu deh, mungkin ini sedikit gak nyaman buat lo, tapi karena lo gak pernah naik motor, jadi gue takut lo nanti masuk angin. Sebenarnya gue mulai merasa menyesal karena tidak membawa mobil hari ini, pasti lo akan lebih nyaman naik mobil daripada naik motor kan?"
"Ya ampun kak, lo itu kenapa sih? Lo meremehkan gue ya? Gini gini gue juga bukan anak mami yang kerjaanya pakai kutek tiap hari. Gue juga punya masa masa remaja yang bisa di bilang gak polos polos amat lah. Ada masanya juga, gue bolos dari kelas, kabur dari sekolah, dan juga ugal ugalan naik motor di jalanan."
"Oh ya?"
Kim mengangguk,
"Tapi itu dulu, sejak kak Ken balik ke Indonesia, gue udah mulai berubah sedikit demi sedikit. Lebih memilih menjadi wanita anggun dan feminin, kalo kata mami sih buat siapin masa depan untuk menjadi wanita yang seutuhnya, maksudnya dengan kepribadian baik."
"Motivasi lo lumayan juga, dan niat lo juga udah baik. Karena seorang wanita memang diharuskan untuk menjadi istri yang baik untuk suaminya dan menjadi ibu yang baik untuk anak anaknya. Untuk yang satu ini, gue dukung lo seratus persen deh."
"Thank you, dear. Gue merasa tersentuh, dan gue jadi terharu."
"Okey, jadi gue gak perlu takut lagi kalo lo akan merasa gak nyaman kalo naik motor sama gue, gue bisa tenang sekarang. Karena sebenarnya naik motor itu asyik juga. Dan kalau boleh jujur, seumur umur gue juga gak pernah boncengin cewek dan ini adalah yang pertama kalinya buat gue."
"Seriusan? Berarti gue yang pertama nih?"
Sam mengangguk, mendekat dan berbisik di telinga Kim dengan suara serak,
"Bukan cuma itu, bahkan Ciuman gue ke lo yang kemarin sebenarnya juga yang pertama buat gue."
Sam meringis dan menggaruk rambutnya yang sama sekali tidak gatal, namun itu dilakukan untuk menutupi rasa gugup Sam saat ini.
Kim "....."
Kim mengerjapkan mata dan memikirkan kembali perkataan Sam.
Apa? Yang pertama buat Sam?
Setahu Kim, Sam adalah sosok yang memang tidak pernah terlibat dengan gadis gadis, apa lagi untuk menjalin suatu hubungan yang jauh seperti berpacaran. Bisa dibilang bahwa Sam adalah pria yang bersih tanpa skandal sama sekali.
Mungkin karena Sam terlalu dingin dan cuek, sehingga membuat Sam sangat sulit untuk didekati, entah itu sebagai teman ataupun sebagai kekasih.
Sangat mustahil.
Sam adalah teman SMP kak Ken dulu, dan kemudian kembali bertemu dengan Kak Ken di fakultas bisnis yang sama.
Jadi Kim tidak mengetahui pribadi Sam dengan jelas dan rinci.
Menyusuri jalanan ibukota dengan memeluk Sam dari belakang adalah hal terindah yang pernah Kim rasakan.
Dan mungkin, ini akan menjadi kenangan yang tidak akan pernah untuk Kim lupakan.
Sangat romantis.
Ternyata berboncengan naik motor memang bisa dikatakan sebagai hal paling romantis di antara banyak hal romantis yang bisa dilakukan didunia.
Aroma maskulin Sam bahkan memenuhi semua indra penciuman Kim. Kim menghirup banyak banyak aroma itu, seakan merasa takut jika ini akan segera berakhir.
Kim merasakan kehangatan Sam mulai mengisi bagian dingin dalam tubuh Kim.
Kim kembali mengeratkan pelukannya dan berbisik
"Apa Lo lebih suka arena balap daripada touring?"
Sam mengangguk,
"Why?"
"No, hanya saja, berarti tebakan gue gak salah."
"Maksudnya?"
"Maksudnya, kalau dilihat dari jenis motor yang lo pilih, berarti kalau lo adalah tipe orang yang lebih mengedepankan gaya dan penampilan motor."
Sam terlihat tengah memikirkan perkataan Kim,
"Sebenarnya sih tebakan lo gak sepenuhnya salah, tapi ini hanya bagian dari sebuah hobi."
"Apa Ken juga kayak gitu?"
Sam mengangguk.
"Kita sama sama hobi otomotif dan sesekali iseng dengan mencobanya sendiri di arena balap."
Sama seperti dugaan Kim, bahwa Ken memang terlalu misterius untuk Kim pahami. Dan dunia pria benar benar membuat Kim menjadi pusing dan dilema.
Kim hanya tidak habis pikir, kenapa Ken merahasiakan begitu banyak hal dari Kim? Apa Ken memang benar benar merahasiakannya ataukah Kim yang memang kurang memperhatikan dan tidak ingin tahu tentang kehidupan Ken?
Kim menggelengkan kepala.
"Lo mau mampir ke apartemen gue dulu gak?"
Tawaran Sam cukup mengejutkan Kim, Sam tidak mungkin menawarkan ini kepada sembarang orang, apalagi untuk seorang gadis seperti Kim,
"Apakah itu perlu?"
Sam berusaha membujuk Kim dan berusaha untuk terlihat lebih meyakinkan,
"Hm, hanya untuk melihat beberapa buku yang mungkin bakal menarik minat lo?"
Kim tersenyum,
"Oh, okey. Ini juga belum terlalu sore, jadi gue masih punya banyak waktu."