
Terkadang, orang tua hanya ingin melihat anak anaknya bahagia, dari sudut pandang mereka..
🔥🔥🔥
Sam mengangguk, membenarkan, dan tidak menyangkal sama sekali.
"Lo tau dari Ken?"
"No, semua orang juga udah tau kali. Terus lo mau?"
"Ya, gimana ya? mau gak mau sih. Lagipula, ini masih tahap perencanaan, tinggal nunggu pihak wanita setuju, kalau dia udah seguju, gue akan langsung seriusin dia."
"Cuilah, sayang banget dong gue gak ada kesempatan buat jadi pacar lo?"
Kim menghela nafas berpura pura merasa kecewa.
"Padahal gue sempat berharap kalo gue yang akan dijodohkan sama lo. Tapi ya udah deh, gue nyari cowok lain aja."
Kim terkekeh.
Mendengar ini, Sam tersedak air liurnya sendiri.
"Gue no comment Kim. Gue udah kehabisan kata kata dan gak tau harus ngomong apa lagi. Gue cuma takut akan semakin baper."
"Kalo gak tau harus ngomong apa ya udah gak usah ngomong. Pepatah pernah bilang kalo diam adalah emas, berarti semakin banyak lo diam, maka semakin banyak lo ngumpulin emas, terus lo akan semakin kaya raya, gila, tajir melintir."
Kim berdecak kagum pada khayalan tingkat tingginya.
"Terserah lo lah, fantasi lo luar biasa, yang penting lo seneng."
"Misal kan nih ya, misalkan lho? Misalkan kalo orang yang di jodohin sama lo itu adalah gue, mungkin lo juga akan nolak dengan keras. Soalnya gue jelas gak akan masuk kualifikasi babak penyisihan buat jadi istri idaman lo. Tentu cantik aja gak akan cukup buat bikin lo sama keluarga lo puas. Iya kan?"
Sam berpikir sebentar,
"Kalo belum di coba, mana tau hasilnya Kim? Siapa tahu, justru keluarga gue nyari istri buat gue yang kayak lo, kita kan juga gak pernah tahu? Lagian, gue juga gak pernah mencari orang yang sempurna, asalkan saling cocok, gue sih gak ada masalah. Yang lainnya bisa menyusul. Tentu, kalo cantik itu bonus."
"Emang cowok itu suka tipe cewek yang gimana? Yang pinter? Yang cantik? Yang sukses? Wanita karir? Atau yang gimana sih? Gue penasaran deh, soalnya gue bukan tipe wanita sukses atau wanita karir?"
"Kalo menurut gue pribadi sih, gue suka cewek yang apa adanya, maksudnya adalah dia selalu jadi diri dia sendiri, dan gak pernah mendengarkan kata orang untuk ini dan itu. Dan menurut lo, untuk apa gue kerja keras banting tulang kayak gini? Tentu ini semua untuk istri gue nantinya, karena gue lebih suka wanita gue cuma jadi milik gue dan anak gue, so, sebisa mungkin gue akan ngasih semua sumber daya yang gue punya buat dia."
"Ya ampun kak, lo romantis banget sih? Beruntung banget jadi cewek yang bisa jadi istri lo."
"May be yes, may be no."
"Wah, definisi lo tentang gue lumayan juga, tidak terlalu buruk. Dan gue puas banget. Tapi lo jelas jelas udah nolak cinta gue kan? Atau lo gak mau mempertimbangkan lagi untuk jadi cewek gue?"
Ucap Sam sangat serius, Namun, Kim tentu menganggap ini hanya sebagai bahan bercandaan.
"Gue sih mau mau aja, cowok ganteng itu mubadzir buat di tolak. Tapi kalo gue beneran jadi pacar lo, gue takut bakal babak belur dipukulin sama tunangan lo."
"Tuhkan, gue ditolak dua kali dalam sehari. Tega banget lo Kim sama gue. Lagian gue aja belum pernah di pertemukan secara resmi sama calon tunangan gue itu, gue cuma sekedar tau namanya doang. Plus, ini masih berada pada tahap perencanaan, so it could be yes or no."
"Ih seriously? Lo cuma sekedar tahu namanya doang? Tapi lo udah berharap banyak sama dia? Ya, ampun kak, hidup itu harus realistis. Kenapa sih gak mencari yang sudah pasti aja?"
"Ini juga udah paten, Kim. Udah teruji kualitasnya, kalau gak, gak mungkin bokap segencar itu membuat dia jadi pendamping gue."
"Itu namanya beli kucing dalam karung, Kak."
"Semua juga harus di uji coba dulu, sebelum menyimpulkan hasilnya, Kim."
"Tapi, justru itu yang bikin seram kak? Kok gue jadi merinding sih? Sumpah gue jadi takut."
"Apa yang harus ditakutkan?"
"Gue takut kalo calon masa depan gue juga akan di tentukan oleh mami sama papi. Aduh gue gak bisa membayangkan? Soalnya seorang pembisnis biasanya cenderung akan mengikat kerja sama lewat perjodohan konyol anak anak mereka. Dan gue gak mau jadi bagian dari itu."
"Lo itu terlalu banyak berpikir. Lebih baik, berpikir positive aja Kim. Why? Karena tidak semua pernikahan aliansi itu buruk dan berakhir dengan perhianatan ataupun perpisahan."
"Hubungan yang tidak berdasarkan pada cinta, cenderung tidak akan merasa bersalah kepada pasangan jika salah satu dari mereka melakukan kesalahan."
"But, cinta juga bisa dipupuk dan bisa tumbuh seiring berjalannya waktu. Seperti cinta gue ke lo, Kim."
"Udah, gak usah bawa bawa kata kita segala, gue itu lagi serius, tahu?"
"Sama, gue juga lagi serius banget, tapi lo aja yang gak pernah menganggap gue serius."
"Kak, please?"
"Okey okey, Terkadang orang tua hanya ingin melihat anak anak mereka bahagia dari sudut pandang mereka sendiri. Dan seorang anak hanya tinggal menjalaninya dulu, kalo misalkan cocok, ya bisa di lanjut. Tapi kalo gak cocok, kan gak harus bersama?"
"Sebenarnya kalo gak ada ikatan cinta di dalam sebuah hubungan juga percuma, gak akan bisa dijalani dan gak ada yang perlu untuk di lanjutin."
"Lo lagi curhat nih ceritanya? Emang lo juga gitu?"
"Siapa yang curhat sih? Ini adalah realita? Dan faktanya tetap cinta yang paling utama dalam suatu hubungan, just say no to an arranged marriage."