
Saat hati merasa kalut karena patah hati, maka pelarian paling tepat adalah LIBURAN. Bukan bunuh diri terus di bawa ke KUBURAN..
🔥🔥🔥
Next.
Misi keEnam, Liburan..
Hari begitu cepat berlalu,
Kim tengah mempersiapkan segala keperluan untuk liburan satu minggunya ke Bali.
Kim packing baju dan kebutuhannya dalam satu koper besar.
Dan siang ini, Kim menyempatkan diri secara pribadi untuk membeli beberapa keperluan tambahan, seperti sunblock dan segala macam krim pelindung dari sinar matahari.
Kim bahkan menyempatkan diri untuk mengunjungi kedua sahabat gilanya sebelum berangkat ke Bali.
Satu minggu tentu akan menjadi hari yang panjang jika harus di lalui sendiri tanpa Nada dan Dewi.
Bagaimanapun segila gilanya mereka akan lebih gila lagi kalau gak ada mereka.
Aneh memang, tapi itulah sahabat. Kalau kata Zivilia sih,
*Kalau dekat bertengkar ..
kalau jauh ku rindu ..
jadi serba salah ..
buatku dilema ..
tapi aku slalu aishiteru* ..
"Kim, lo seriusan mau me time? Apa perlu gue temenin?"
Dewi merasa sedikit khawatir dengan kondisi mental Kim saat ini. Takut jika Kim akan mengalami gangguan jiwa secara mendadak di Pulau seberang.
"Gak perlu, Wi, gue beneran pingin me time. Lagian gue juga baik baik aja kok. Gue gak mungkin bunuh diri disana juga, sayang banget udah bayar mahal mahal cuma buat ngantar nyawa. Sebego begonya gue, gue juga masih bisa mikir kali."
Jawab kim menyakinkan keraguan Dewi.
"Kirain lo mau jawab, 'sebego begonya gue, lebih **** lagi lo, Wi.' Gitu? Ah, sialan. Gue di PHPin."
Nada meracau.
"Kim itu berhati malaikat, jadi Kim gak mungkin jadi iblis kayak lo."
Dewi berucap dengan bangga.
Kim "..."
"Kim lo tau kan kalo kita berdua beneran khawatir sama lo? apalagi kalo liat kondisi mental lo yang bisa di bilang belum stabil."
Kim tersenyum.
"Lo berdua tenang aja, gue seriusan belum depresi, gak tau nanti."
"Yee, dasar bambang."
Kim meringis,
"Gue gak akan depresi, gak akan pernah, apa lagi stres, No. Gue cuma pingin liburan dengan tenang dan hanya ada gue, gue dan gue tentunya."
"Kita percaya, tapi lo juga harus inget kalo ini juga bagian dari tips, inget ya? Misi keenam adalah LIBURAN. Lo harus menggunakan kesempatan ini untuk melupakan semua tentang dia dan menjadi yang lebih baik lagi setelah pulang. Syukur syukur pulang bawa gandengan."
Nada tersenyum lebar.
Kim menyemangati dirinya sendiri.
Di Bandara..
Kim memakai denim pendek dengan hoodie hitam yang berhasil menutupi denimnya. Memakai topi berwarna merah, tas grey, juga kacamata yang telah terpasang rapi.
➡ Visual Kim ⬅
Hanya mami dan Ken yang mengantar keberangkatan Kim, mungkin Papi masih sangat sibuk bahkan setelah seharian bekerja di kantor.
Kim juga tidak pernah berharap bahwa mami dan Ken akan meluangkan waktu mereka untuk mengantar Kim ke Bandara.
Lagipula, ini kan hanya Bali, dan hanya satu minggu, Okey? Dan masih di tanah air, bukan ke luar negri, seperti Norwegia.
Coba kalau liburannya di ganti ke Norwegia aja. Melihat indahnya Aurora Borealis, tinggal di rumah igloo. Aduh, betapa indahnya dunia.
"Kim, kamu hati hati. Jaga diri. Jaga kesehatan."
Ucap mami memeluk Kim erat.
"Iya mi, mami gak usah khawatir, aku kan udah sering bolak balik Bali sendiri, jadi aku udah gak kaget lagi dengan iklim ataupun cuaca di sana. Semua masih bisa aku handle sendiri kok."
Kim meyakinkan mami.
Mami mengangguk. Dan melepaskan pelukannya.
"Kim, bawa ini juga."
Ken menyerahkan PlatinumCard kepada Kim.
Kim menerimanya dengan senang hati dan segera memasukannya ke dalam tasnya.
"Lo bisa pake kalo dalam keadaan urgent. Jangan keseringan di pake, entar tagihan gue membludak."
Ucap Ken bercanda seraya memeluk Kim erat dan mencium dahi Kim.
"Hati hati ya?"
Kim mengangguk..
"Terimakasih, kak."
Kim mengambil penerbangan dengan rute Jakarta (CGK) menuju Denpasar Bali (DPS), dengan fasilitas First Class.
Penerbangan sore sekitar pukul 18.45 dan mungkin akan tiba ditujuan sekitar pukul 21.35.
Perjalanan Jakarta - Denpasar jelas akan memakan waktu lebih lama sekitar 2 jam 50 menit karna harus transit di beberapa tempat.
Dan itu membuat Kim merasa bosan untuk melakukan perjalanan seperti ini.
Meskipun, semua rasa lelah akan terbayar lunas dengan destinasi wisata yang Sanur tawarkan, tapi itu tetap membuat Kim malas untuk berlibur seorang diri.
Namun, apalah daya.
Saat hati merasa kalut karena patah hati, maka pelarian yang paling tepat adalah LI-BU-RAN, bukan bunuh diri dan dibawa ke KU-BU-RAN.
No, itu sama sekali bukan gaya Kim.
Dan me time kali adalah waktu yang sangat tepat untuk mengunjungi Sanur. Dengan suasana yang tenang, serta pantai dan pemandangan indah yang di suguhkan, tentu akan membuat suasana hati yang down akan menjadi rilex dan santai dalam seketika.
Plus, Kim tidak perlu bersusah payah untuk menggunakan uang tabungannya untuk liburan kali ini, So, bisa dipastikan Kim akan sangat menikmatinya dengan kebahagiaan yang sangat banyak.