
Tiga puluh kilometer meninggalkan Akademi Hudie, kami berhenti untuk beristirahat, Win selalu bilang Zhu, Yets dan Bim akan baik-baik saja.
Kami diminta untuk selalu tenang selama perjalanan jauh ini. Kota Luse bukan tempat yang didatangi sesuka hati, kita memerlukan kekuatan besar untuk bertahan hidup di sana.
Sekali lagi, Win mengajak kami menginap di akademi dixia dulu beberapa hari untuk memulihkan tenaga, tampaknya dia benar-benar mengkhawatirkan kami yang belum benar-benar sembuh dari luka pertempuran saat itu.
Rui setuju untuk beristirahat selama beberapa hari lagi. Jadi kami langsung pergi ke Akademi Dixia untuk bermalam dan menyiapkan rencana tentang perjalanan jauh kami.
Setelah makan malam, kami mulai mendiskusikan rencana kami. Win mengucapkan sebuah mantra, di depan kami muncul sebuah peta yang cukup besar. Sehingga harus melipat separuhnya karena peta ini dua kali lipat lebih besar dari meja di depan kami.
"Ini adalah wilayah pertahanan Kota Luse." Win melingkari sebuah gambar, itu terlihat seperti benteng raksasa.
"Kita akan menyapa ratusan ribu prajurit perbatasan Kota Luse di sini. Mereka ramah, tapi selalu mengutamakan aturan. Sementara aturan itu akan mempersulit perjalanan kita memasuki wilayah pertahanan ini." Win mengetuk-ngetuk titik itu dengan telunjuknya.
"Aturan apa itu?" tanyaku, kelihatannya itu aturan yang merepotkan.
"Pertama, setiap warga Kota Pubu yang melintas, harus memiliki Kartu Persetujuan Pemimpin Kota dulu. Artinya, kita tidak bisa melewati wilayah pertahanan itu tanpa izin Ratu Hudie dan Raja Nyxe."
Aku dan Rui saling tatap, kita datang secara mendadak, tidak pernah memikirkan tentang aturan ketat ini. Bagaimana kami akan mendapatkan Kartu Persetujuan itu?
"Tenang saja, Anak-anak, aku sudah punya cara untuk mengatasi aturan yang pertama ini." Win tertawa renyah, dia menatap kami satu-persatu, lalu kembali fokus pada diskusi ini. Dia menunjuk Zhi untuk mengatakan sesuatu.
Zhi mengangkat tangannya, lalu muncul tiga lembar Kartu Persetujuan, "Aku tahu ini tidak dapat dibenarkan. Tapi posisi kita sulit dan mendesak. Jadi aku hanya bisa mencuri beberapa Kartu Persetujuan dari ruangannya sebelum pergi tadi, untungnya dia sudah membubuhkan tandatangan di salah-satu kartu ini, lalu aku memalsukan tandatangan di tiga kartu lain."
Aku mengambilnya satu, ada tandatangan Ratu Hudie di sebelah kanan bawah kartu, di sebelah kirinya adalah tandatangan Raja Nyxe.
"Tandatangan mana yang kamu palsukan, Zhi?" Rui bertanya setelah memerhatikan dua tandatangan itu.
"Tentu saja tandatangan Ratu Hudie." Zhi menepuk dahi.
"Maksud dia adalah mana yang tandatangannya asli?" Aku mendengus kesal. Win sampai tertawa melihat Zhi yang tidak juga mengerti maksud perkataan Rui.
"Ohh, itu, yang asli ada padaku," Zhi menggaruk tengkuk, lalu mengeluarkan satu kartu lagi.
Kami memeriksanya, tandatangan yang asli dengan buatan Zhi terlihat sama persis, aku bahkan tidak menemukan perbedaan apapun di masing-masing kartu.
"Aku memakai teknik peniru. Memang terlihat persis, tapi jika dilihat langsung oleh mata ahli yang memeriksa kartu ini wilayah pertahanan nanti, akan terlihat kalau kartu ini palsu." Zhi menjelaskannya, kami mengangguk-angguk sambil ber-oh pelan.
"Win, apakah ada aturan berikutnya lagi?" tanyaku, aku ingat Win menambahkan kata 'pertama' saat menyebutkan aturan itu. Jadi pasti ada aturan kedua, ketiga atau berikutnya.
Win mengangguk, "Aturan kedua, aku sudah menyiapkannya." Dia mengeluarkan Botol Jiwa milik Bim yang berisi inti jiwa Neo.
"Apa hubungannya Neo dengan aturan kedua, Win?" aku bertanya heran.
Win tersenyum jahil, "Kita akan merubah Neo menjadi entitas sihirku."
"Membuat Neo menjadi entitas sihir? Bagaimana?" aku dan Rui bertanya serempak. Bagaimana Neo akan menjadi binatang magis?
"Aku juga punya Botol Jiwa, isinya adalah wujud asliku. Kalian juga tahu kan, kalau aku ini sebenarnya seekor Serigala Gunung Salju." Win mengeluarkan botol jiwanya itu.
"Kalau begitu, kenapa tidak kamu saja yang berubah wujud menjadi serigala? Dan jiwa Neo masuk ke tubuh tuanmu ini?" Rui menggaruk telinganya, merasa heran dengan rencana Win.
"Enak saja!"
Namun anehnya, yang paling menentang perkataan Rui adalah Zhi. Dia melotot sambil berseru tidak terima. Entah apakah ada hubungannya dengan dia atau tidak.
"Apa maksudmu, Zhi?" aku menaikkan sebelah alis, berniat menjahilinya.
"Jika Win berubah menjadi serigala lagi, dia tidak akan berubah menjadi manusia lagi selama kita berada di Kota Luse. Kamu pikir, aku bisa sendirian mengurus kalian bertiga? Huh, merepotkan sekali. Ditambah lagi, aku tidak bisa menghadapi bahkan hanya separuh perjalanan ini tanpa Win!" Zhi mengomel panjang-lebar. Membuat kami sampai harus menutup kedua telinga.
Win menyuruhnya berhenti bicara, dia bilang kami belum mengerti, tidak perlu dimarahi.
Lalu dengan lembut, dia mulai me jelaskan ya pada kami, "Jian, Rui, menurutmu, apa alasanku membawa Botol Jiwa Neo dalam perjalanan kita?"
Aku dan Rui tidak menjawab karena tidak mengetahuinya.
"Itu karena dia dibutuhkan. Aturan kedua ini, setiap pendatang harus memiliki binatang magis sebagai jaminan keselamatan diri sendiri. Meski aku sendiri adalah binatang magis, sekarang aku adalah manusia karena menempati tubuh tuanku. Jika aku kembali ke wujud asliku dan membiarkan Neo hidup dengan tubuh tuanku, maka aku tidak bisa menemani perjalanan kalian sebagai senior yang melindungi juniornya, melainkan hanya sebagai binatang magis saja. Menurutmu, apakah lebih baik aku menjadi binatang magis saja dan Neo menggantikan tugasku untuk menjaga kalian?" Win menatap kami satu-persatu.
Aku dan Rui saling menatap sebelum menjawab. Lalu serempak menggeleng, "Biarkan Neo menjadi entitas sihirmu, Win. Aku rasa menyenangkan melihat Neo menjadi serigala salju." Aku terkekeh pelan sambil menutup mulut.
Zhi menjentikkan jari, lalu muncul binatang yang terbang dari belakangnya, itu adalah seekor elang merah dengan ukuran yang lebih besar dari biasanya.
Kami sontak berseru takjub sampai membuka mulut, itu keren sekali. Binatang magis Zhi adalah burung yang terkenal paling mematikan di duniaku.
"Kamu seorang peri, kenapa binatang magismu tidak imut sama sekali?" Rui bergumam tidak jelas.
Tapi sepertinya Zhi mendengarnya, "Memangnya binatang magis peri harus imut dan menggemaskan? Enak saja! Elang termasuk binatang buas, Rui. Kamu pikir hanya kamu saja yang memiliki binatang magis super kuat? Anjing berkepala tigamu itu, akan kalah jika bertarung dengan elang merahku!"
Aku dan Win tertawa lebar mendengar pertengkaran keduanya. Rui ini, memang suka sekali mengajak seseorang ribut. Karena tidak ada Neo, dia malah mengajak ribut orang tua.
"Apakah ada aturan ketiga juga, Win?" Rui bertanya setelah situasi kembali serius.
Win mengangguk, "Ada, Rui."
"Apa itu?"
"Bersikap sopan, tidak ikut campur urusan di dalam kota, tidak berbicara sembarangan, tidak berjalan mendahului warga asli, tid—"
"Kenapa aturan yang ketiga ini, malah seperti larangan-larangan di dalam sekolah?" Rui mendengus, dia memotong pembicaraan Win yang sedang menjelaskan aturan ketiga.
Win menghela napas pelan, "Tampaknya kamu sudah mengerti aturan apa itu, Rui. Sepertinya tidak perlu dijelaskan. Asalkan tahu sopan santun, tentu tidak sulit melakukan aturan ketiga ini."
Aku dan Rui mengangguk, kami sudah mengerti.
Win bilang sudah tidak ada aturan yang lain. Dia mulai melakukan pemindahan jiwa Neo ke dalam wujud aslinya.
Dia berkata pada kami, untuk berdoa agar proses ini berjalan lancar tanpa kesalahan. Aku menahan napas, seharusnya tidak akan ada kesalahan.
Plup!
Seekor anak serigala berusia satu bulan keluar dari dalam botol. Tampaknya Neo sudah berhasil masuk ke tubuh serigala itu.
Tapi, kenapa anak serigala yang muncul? Bukan serigala besar yang ganas dan mematikan? Bukankah Win sudah hidup selama ribuan tahun?
Suasana mendadak senyap setelah anak serigala itu keluar, dia mencicit seperti anak anjing yang mencari ibunya.
Alhasil Rui tak kuat menahan tawanya, terpingkal di tempat sambil memegangi perut. Zhi menyusul tertawa, aku mengakui ini memang kejadian yang mengundang tawa semua orang.
"Win, kenapa wujud aslimu menggemaskan sekali?" Zhi bertanya jahil di sela-sela tertawanya.
Win menggaruk tengkuk sambil mengangkat bahu, "Sebelum pindah ke tubuh tuanku, aku bahkan masih ingat sebesar dan seganas apa wujud serigalaku. Entah kenapa tiba-tiba menyusut sekecil ini," Win nyengir lebar.
"Kamu tidak mengerti, Win?" Zhi menatapnya tidak percaya.
Win hanya menggeleng polos.
Zhi mendengus, "Itu karena usia Neo berbeda dengan usiamu. Binatang magis yang kosong menyesuaikan usia jiwa yang masuk. Meski saat itu kamu berusia seribu atau dua ribu tahun, jika dimasuki jiwa yang masih kecil, maka wujud binatang magis ini juga akan menjadi kecil."
"Tapi usia Neo sudah lima belas tahun, Zhi. Harusnya serigala yang berusia lima belas tahun sudah besar kan?" Rui mengutarakan pemikirannya.
Zhi mengangguk, "Itu adalah usia yang ditetapkan di duniamu, Rui. Jangan dibawa-bawa ke sini. Perhitungan usia manusia berbeda dengan perhitungan usia binatang magis. Mereka tumbuh lebih lama dari kita. Misalnya binatang magis Jian. Ukurannya masih sangat kecil, mengandalkan peningkatan transformasi untuk mendapat kekuatan lebih besar, karena usianya belum menginjak satu tahun. Lalu seratus tahun kemudian, dia baru akan menginjak usia dua tahun. Seperti Neo yang sekarang, usianya sekarang kurang dari satu tahun, dia masih membutuhkan seratus tahun lagi untuk menginjak usia dua tahun."
Aku dan Rui membulatkan mulut. Ternyata urusan usia binatang sihir ini lumayan membingungkan.
Aku mengelus tengkuk serigala menggemaskan itu, dia benar-benar sangat menggemaskan. Aku tidak pernah membayangkan Neo akan berubah menjadi seekor bayi serigala yang menggemaskan ini.
"Tapi, Win, sepertinya binatang magis barumu ini akan merepotkan kita saat masuk wilayah pertahanan nanti," Zhi tersenyum tipis.
Win melambaikan tangan, "Urusan nanti kita urus nanti saja. Sekarang kalian bisa beristirahat kembali, lalu bersiap latihan besok pagi. Kita lanjutkan diskusinya besok malam. Pergilah." Win berdiri.
"Tunggu, Win. Aku ingin bertanya sesuatu." Aku juga ikut berdiri.
Win membalik tubuhnya, "Ada apa, Jian?"
"Apakah kamu tahu bagaimana nasib murid-murid akademi yang terluka? Sepertinya pertarungan Yets dan Bim dengan orang bernama Qian itu akan berlangsung lama. Apakah mereka baik-baik saja?"