I Love You Driver Handsome

I Love You Driver Handsome
60.



• • • • • • •


Tak terasa waktu begitu cepat berlalu, dua tahun sudah setelah semua cerita yang lalu. Jesyca dan Becker telah memiliki dua anak yang sangat lucu juga menggemaskan, mereka kembar lelaki dan perempuan. Satu cantik yang satunya tampan Demian Alyson dan Dona Alyson dua anak kecil itu sangat sehat, cerdas. Sekarang Becker telah pensiun dini di dunia sepakbola ia lebih suka mengurus bisnis properti milik sang daddy sekaligus merangkap bisnis mertuanya, karena Jesyca senang mengurus anak - anaknya sendiri ia tidak mempercayakan anaknya kepada pengasuh.


Jesyca sudah menetap di Indonesia. Keluarga kecilnya memilih untuk tinggal terpisah oleh orangtuanya, sebuah pulau kecil di tengah lautan yang tidak jauh dari hiruk priuknya ibu kota. Villa milik Henderson sang ayah mertua, mewariskan bangunan megah yang berada di tengah pulau kecil pribadi.


Sore itu menjelang malam, Becker dan Jesyca sedang asyik menikmati pemandangan matahari terbenam di depan villanya. Dua anak kembarnya sedang bermain di dalam rumah.


Tampak langit cerah di sebelah barat, mengeluarkan pancaran warna oranye, sedangkan di dekat kedua pasangan suami istri itu, angin bertiup semilir menerpa keduanya. Daun kelapa menari menyapa malam yang akan segera datang menjemput, Jesyca tersenyum bahagia memandang penampakan sunset indah itu.


"Sayang, kenapa kok senyum sendiri gitu?" kelit Becker yang duduk bersamaan di atas kursi bercat putih. Dia memeluk sang istri dari belakang.


"Liat sunset, indah banget kaya hidup kita." ucap Jesyca pelan tetapi masih terdengar oleh telinga Becker.


"Lha, sunsetkan tanda akan berakhirnya siang dan berganti malam, sedangkan pernikahan kita adalah siang yang cerah dan enggak akan pernah berganti malam." ungkap Becker.


"Kaya di Norway aja pa, btw kapan kita liburan? udah lama banget sejak si kembar ada di dunia ini ngak pergi ke luar negri." rengek Jesyca.


"Kamu pengen ke Eropa ya, hmmm gimana kalau bulan depan. Aku ada waktu longgar," seru Becker, tangannya merekatkan pelukan di pinggang Jesyca yang kini menjadi agak ramping.


"Ya pengen dong, siapa tahukan anak - anak suka di ajak liburan jauh papa." ujar Jesyca.


"Oke, beres kita siapin paspor dulu ya. Emang maunya mama mau kemana sih?"


"Gimana kalau kita, pergi ke Eropa timur ke Norway pa, kayaknya menarik kalau pas musim panas disana kita bisa lihat keluarga kita." saran Jesyca.


"Liat siang terus gitu," imbuh Jesyca lagi.


"Boleh," pungkas Becker.


"Papa, mama!" panggil Dona Alyson dari kejauhan.


"Hei, sini nak." panggil papa Becker.


Dona berjalan ke arah orangtuanya sendiri, terlihat lucu dan menggemaskan bocah dua tahun itu, di susul sang kakak berjalan di belakangnya.


"Mama, Demian mau nyam - nyam," rengek si kembar lelaki kecil.


"Oke, Mian mau makan apa sayang?" tanya Jesyca.


"Mau chiken katsu nori, tapi mama yang masak." pinta Demian.


Jesyca menurutinya, ia meraih Demina dan menggendong ke pelukannya sedangkan Becker menggendong Dona masuk ke dalam rumah.


"Bentar ya mama masakin dulu," ucap Jesyca.


"Oke mama," suara imut Demian keluar dari pita suaranya, ia mengacungkan jempol kecil miliknya.


"Kalau Dona, mau makan apa sayang?" tanya Jesyca pada kembar perempuanya.


"Sama kakak, chiken chop ngak pake sayur ya ma." ucap Dona lancar.


Jesyca dan Becker terkekeh.


"Mau chikenchop papa, no yang lain." tegas Dona.


"Oke - oke," jawab Becker terkeke, tangannya mengusap pucuk kepala Dona.


Setengah jam kemudian, pesanan si kembar sudah siap di meja makan. Karena masakan mama jesyca sedap jadi semua menyukainya, karena itu di dalam villa tidak ada seorang chef. Itu atas permintaan Jesyca, dia lebih suka masakannya sendiri ketimbang orang lain, terkecuali para pelayan pembersih rumah dan pencuci pakaian memang ada di villa itu. Semua makan dengan lahap, Demian dan Dona sudah diajarkan oleh kedua orangtuanya mandiri sejak dini, mereka makan sendiri layaknya orang dewasa.


• • • • • • •


Di benua kanguru Australia, Naya dan keluarganya sudah menetap disana. Semua aset milik pak Ilyas telah dijual, ibu Kartini sekarang membuka lestoran masakan Padang dan sangat ramai sekali. Davi melanjutkan kuliah di Melborne pria muda itu sangat pandai sekali selalu mendapatkan nilai terbaik di kampusnya, sedangkan Naya sudah tidak lagi bekerja dan telah menikah dengan Revano hidup bahagia bersama pilihan hatinya, mereka tinggal di rumah Revano bersama putri kecilnya yang masih berusia lima bulan. Bu Lanni juga menikah dengan ayah biologis Revano, beliau adalah pak Baroto mereka juga bahagia dan menua bersama.


Hari itu,


"Sayang, barang di dapur sudah habis." sela Naya saat makan siang bersama sang suami.


"Ya belanja dong sayang, abis ini ya." cetus Revano seraya mengunyah steak di dalam mulutnya.


"Iya, tapi Nathusya gimana. Siapa yang jagain dia lagi bobok tuh," kilah Naya.


"Ibu, beliau ngak sibuk tuh."ujar Revano.


" Lagi ibu terus, kenapa kita ngak titipin aja ke mama sama papa. Mereka kalau siang longgar waktunya." sahut Naya.


"Oh, iya ya. Ya udah aku nyiapin keperluan Nathusya dulu sayang." kata Revano diapun bangkit dari kursi makan.


"Oke," singkat Naya.


Merekapun selesai menyatap makan siang, Sepeti biasa Naya membereskan semua sisa makanan juga peralatannya. Di Aussie tidak ada pekerja rumah tangga seperti layaknya di Asiapasifik lebih diminan pekerjaan rumah dikerjakan oleh pembantu rumahtangga.


Setelah semua selesai, baby Nathusya tidak juga bangun, perlahan Revano meletakan bayi perempuanya ke dalam stroller pink. Lalu dibawa masuk ke dalam mobil kesayangan sang papa, pertama mereka menuju rumah kakek Ilyas setelah sampai disana Nathusya di tinggal sebentar oleh mamanya berbelanja, Naya sengaja berbelanja kebutuhan pokok di dekat rumah orangtuanya dan tidak mengajak Revano. Karena sang suami di perintahkan untuk menjaga putri kecilnya.


• • • • •


Di belahan benua yang sama, Australia. Linda sedang sibuk bekerja dia melakukan meeting penting dengan beberapa orang di dalam kantornya. Karena Linda sebentar lagi akan di persunting oleh kekasihnya orang Korea, dia akan mempercayakan perusahaan dengan beberapa orang dalam untuk menjalankan bisnisnya dan kakak sematawayangnya.


"Kalian saya tugaskan, untuk mengerjakan yang susah terlulis di dalam memo kertas di dalam file ini," ungkap Linda, membuka sebuah buku tebal.


"Baik bu," ucap keempat orang asli Australia dengan bahasa Inggris.


"Kerjakan, apa yang saya isi di situ. Semuanya dan hari minggu besok saya harapkan kedatangan kalian ke acara pernikahan saya." ujar Linda.


"Selamat atas pernikahanmu, bu Linda." Frenda memberi selamat pada Linda.


"Terimalasih Frenda,"


"Kami pasti datang bu,"


"Iya, disana pasti banyak makanan sedapkan bu." alih Jhon pria bertubuh tambun yang doyan sekali memakan, makanan dari negara mananpun.


"Tentu, kalian boleh makan di acaraku besok, semuanya dan juga sepuasnya." ujar lInda kepada semuanya.


Keempat orang kulit putih itu terkekeh.