
Suasana kampus Pancasila Sakti terlihat senggang hanya ada beberapa mahasiswa hilir mudik keluar masuk kampus. Sementara di parkiran mobil, tampak Jesyca dan sang driver palsunya yang belum diketahui oleh perempuan itu sudah berada di tempat parkir. Naya dan Linda menghampiri Jesyca yang masih malas turun dari mobilnya.
"Jesyca, turun ke kantin yuk." ajak Naya.
"Ogah, pergi sana loe!" bentak Jesyca ketus pada Naya.
"Loe masih marah sama gue Jes?" Naya memasang puppy eye'snya.
"Jijai ngerti!" imbuh Jesyca lagi.
"Udah - udah, " sela Geo.
"Ck, eh Jes. Nanti ada jam pak Anton lho," ujar Linda pada Jesyca, karena dosen favorit mereka berdua.
"Oh, ya yes dong mood gue nih. Yuk masuk aja ke kelas." ucap Jesyca seraya mendongokan kepalanya keluar mobil.
Tetapi terlihat Linda mengedipkan mata pada sang driver tampan itu. Geo mengerti arti kedipan Linda, dalam hatinya dia berdo'a semoga rencananya berjalan sempurna.
"Naya!" panggil Geo keras, hingga membuat Jesycapun menengok kebelakang arah Geo.
"Iya, saya." jawab Naya.
"Ya, loe. Gue suka sama loe Nay!" langtang Geo mengucapkan kata cinta pada Naya.
Naya jadi matikutu, dia tidak dapat bicara. Dalam hatinya memang senang tetapi di sisilain dia takut dengan Jesyca. Karena, menurut kata hati Naya Jesyca menyukai pria yang sedang menglantur di belakangnya ini.
"Gue suka sama loe Nay, ilove you." ucap Geo kedua kalinya.
Naya masih mematung dia seperti lemas tak percaya. Sedangkan Jesyca hatinya berdesir bagai diterjang ombak, panas mata hari menyengat memasuki dinding hati Jesyca. Diapun tak tahu mengapa perasaannya berubah menjadi tak menentu saat Geo mengucapkan cinta pada sahabatnya. Jesycapun berhenti langkahnya mendengar ucapan cinta dari mulut Geo untuk Naya, kakinya yang akan ia langkahkan seakan menjadi kaku.
"Ge, loe ngak nglindur?" tanya Naya pada pria itu, dia berjalan pelan kearah Geo.
"Ngak." jawab Geo.
"Geo, gue...." suara Naya terputus, wajahnya membalik ke belakang melihat dua sahabatnya.
"Tahu, loe juga sukakan sama gue." alih Geo, matanya melirik ke arah wajah Jesyca yang merah padam menahan api cemburu.
"Tapi...." suara Naya terputus lagi.
Karena tak tahan dengan adegan yang membuat jantungnya berdesir panas bagai badai matahari Jesyca menyeret tangan Linda, diajaknya berlari meninggalkan Geo dan Naya. Geo yang melihat tingkah Jesyca seperti cacing kepanasan dia tersenyum miring, berharap dalam hatinya memyimpan rasa cinta tulus untuknya.
"Loe beneran Ge,kitakan belum lama kenal?" tanya Naya pada Geo.
"he...." Geo tersentak karena lamunannya.
"Eh, iya bener. Mulai sekarang, kita jadian ya." kata Geo.
"Thanks Ge, i love you too." balas Naya, seraya berlari kecil ke arah pria samaran itu dan memeluknya.
Pelukan dari Naya ditepis pelan oleh Geo alias Becker,
"Why?" Naya mengangkat kedua bahunya.
Naya menjadi tidak mengerti,dia lalu berpamitan pergi pada Geo tetapi dua orang pria teman sekelanya menghampiri mereka. Adalah Riko si mulut jahat dan Jeky, menyindir dua sejoli yang baru saja jadian.
"Yah, supir gembel jadian sama cewek kaya." ledek Riko dengan mulut pedasnya.
"Eh, ati - ati loe Nay. Nanti pas jalan ame loe yang bayarin bukan dia, tapi loe hahaha...." Jeky terbahak jahat pada pasangan itu.
"Kalian ini, suka banget sih ngolok orang!" ketus Naya.
"Hahaha.... Nay, sadar loe dia ini cuma mau manfaatin loe. Gembel maunya ya sama orang kaya kaya loe," ujar Riko terbahak - bahak .
"Gue emang miskin, tapi enggak semiskin mulut kalian." alih Geo kesal karena dia di pojokkan oleh Riko dan Jeky.
"Hahaha.... Gembel weeekkk." serempak Riko dan Jeky meneriaki Geo dan cepat pergi berlari dari hadapanya,
Geo berusaha mengejar dua pria muda itu, dan belum beberapa langkah saja Riko sudah terkena tendangan kuat Geo dia jatuh tersungkur ke tanah. Begitu kuga Jeky terkena hantaman dari tangan Geo, mereka berdua mengaduh kesakitan serta di saksikan beberapa anak mahasiswa. Naya yang melihat hal memalukan itu terus berusaha agar mengampuni dua rekan kuliahnya itu pada Geo.
"Please Geo, udah!" kata Naya memperingati pria samaran itu.
"Tolong punya mulut di kontrol, sayangkan orang tua kalian nguliahin mahal - mahal cuma buat merendahkan orang!" tukas Geo pada kedua pria yang masih terjongkok ke tanah.
Geo pergi meninggalkan mereka, menuju mobil Jesyca dia pulang setelah sang majikan nona mudanya sudah diantar dan masuk ke dalam kampus.
••••
Di dalam ruang kelas. Linda dan Jesyca, saling berdiaman karena dosen belum masuk semua mahasiswa masih sibuk dengan urusanya masing - masing. Terlihat wajah murung Jesyca dia terdiam menunduk seperti menahan tangis, Lindapun mendekati sahabatnya itu.
"Loe sakit lagi?" tanya Linda.
"mmmm, ngak. Lagi ngak mood aja," jawab Jesyca.
"Kenapa? gue boleh tahu, seorang Jesyca yang ceria bisa nggak mood?" selidik Linda.
"Ngak ah, males tuh pe***k masuk!" ketus Jesyca semakin sengit melihat langkah Naya memasuki kelas.
Linda tersenyum jahat, dia sekarang tahu kalau sahabatnya itu sedang cemburu berat kepada Naya. Linda mengirim pesan emot tertawa ke Geo alias Bryan Alison Becker, dalam hati Linda dia ingin berteriak kalau sudah membuat sahabatnya Jesyca bisa jatuh cinta pada pengemudi samarannya itu.
Pesan singkat dari Linda di balas oleh Geo dengan emot marah, iapun menuliskan beberapa kata untuk Linda agar berhati - hati terhadap status asli Geo. Dia kasihan pada Naya pasti akan dijauhi Jesyca dan semakin di benci, harapnya persahabatan mereka kelak tidak berubah dan semakin erat.
••••
Geo menyandarkan tubuhnya di kursi dekat kolam renang rumah Jesyca, fikirannya masih kusut seperti benang. Didalam benaknya apakah dia harus memgakui yang sebenarnya bahwa dia adalah Bryan Alison Becker, yang sengaja di jodohkan oleh orang tuanya. Namun, Geo takut jika Jescya malah semakin membenci dirinya karena papa Jesyca berharap lebih terhadap Geo.
Saat sedang terbaring melamun, siang itu tante Famala menceburkan diri di kolam renang. Sontak Geo terkejut, karena terkena cipratan air kolam yang dingin pada wajahnya. Dia melihat tante Famala hanya menggunakan bikini, cepat - cepat dia pergi dari tempat itu agar wanita setengah baya itu tidak berbuat aneh terhadap dirinya. Famala yang memang mengetahui Geo berada disitu, sengaja dia menggunakan bikini agar Geo meleleh melihatnya disiang itu. Tetapi saat Famala menoleh kearah Geo sudah tidak ada membuat mood perempuan gila itu marah tak menentu.
"Sialan tuh berondong, gue udah kayak gini juga malah minggat." kata famala sendiri.
"Apa karena gue tua?, aih gue kasih duit aja biar mau," imbuhnya saat duduk di sudut kolam renang.
Famala tersenyum miring, dia belum mengetahui kalau supir pribadi sang putri adalah orang samaran yang disuruh oleh auaminya untuk menahlukan hati Jesyca.