
Rania sendirian dalam kamar ia masih ingat yang dikatakan Christianto tadi. Berulang kali ia membuang napas kuat saat ini ia terjebak dalam lingkaran dua pria yang tampan.
"Kak Christianto baik hanya saja dia sudah aku anggap kakak dan pria bodoh itu jahat tapi sudah bertobat. Apa benar dia sudah bertobat ya?" batinnya.
"Rania, bisa kita bicara?" Rania menoleh percuma ia mengunci pintu toh Frederick bisa masuk.
"Masuklah!" balas ya.
"Aku tulus minta maaf Rania, perbuatan ku dulu memang tidak layak lagi di maaf kan tapi aku yakin kamu adalah malaikat. Kalau kamu mau kita kembali ke panti dan lakukan perubahan di sana. Apapun yang kamu minta aku akan wujudkan termaksud membiayai anak-anak di panti agar mereka bisa sekolah dan tinggal dengan layak," ucap Frederick memohon.
Rania diam untuk sesaat setelah Frederick mengatakan itu lalu ia berdiri menatap ke luar.
"Kamu pernah tidak merasakan makan pakai garam?" Frederick menaikkan alisnya tidak mengerti apa yang maksud Rania.
"Lalu?" tanya Frederick pelan.
Rania berbalik lalu ia menatap wajah Frederick cukup lama, wajah tampan itu memang membuat siapapun akan jatuh hati.
"Pernah tidur hanya menggunakan alas kain tipis, pernah mandi di area terbuka, pernah makan tidak makan, aku mau kamu mewujudkan itu semuanya Tuan!" Frederick terpengarah mendengar ucapan Rania yang terdengar sakit.
"Apa semua yang kamu katakan itu adalah kesaksian hidupmu selama ini?" tanya Frederick pelan.
"Apa pun yang terjadi dulu kepadaku sampai saat ini aku sudah melupakan itu. Manusia mana ada ya puas atas apa yang didapatkan ya." Rania menitikkan air matanya lalu Frederick mengusap wajah itu lembut.
"Aku tahu yang kamu rasakan. Kasih sayang harusnya pelengkap dalam hidupmu serta cinta. Aku akan wujudkan itu semuanya!" bisik Frederick halus.
"Anda yakin?" tanya Rania melongo.
"Cinta dan kasih sayang ku akan kubuktikan kalau selama ini aku tidak pernah berbohong dengan perasaan yang sudah kupendamkan Rania." Rania tertegun mendengar pengakuan Frederick.
"Kenapa harus aku Tuan? Kenapa tidak wanita lain? Anda tahu kehidupan ku dulu tenang bersama dengan keluargaku di panti," tangisnya sesenggukan.
"Beri ibu kesempatan Tuan, beliau pasti khilaf karena aku tahu bagaimana beliau menyayangi kami selama ini," pintanya.
"Hatimu terbuat dari apa Rania? Kami sudah menyakitimu selama ini namun kamu masih bisa mengatakan itu," ucap Frederick semakin merasa bersalah.
"Hidup hanya sekali Tuan, Allah saja mau memaafkan umatnya. Aku percaya kepada beliau saat ini sudah bersujud minta pengampunan. Tuan, bisa aku meminta sesuatu kepada anda?" pinta Rania pelan.
"Apa itu? Apapun aku berikan asal cintamu tetap masih utuh kepadaku," kekeh Frederick.
"Berdamailah dengan kak Christianto, dia pria yang baik mau memaafkan umatnya. Aku tahu dia masih belum terima melepaskanku karena kasih sayangnya sudah melebihi kedua orang tua ku yang tidak pernah aku tahu wujud ya," lirihnya.
"Sebelum kamu meminta kita sudah best friend Rania, ya kan pria bodoh?" canda Christianto.
"Kamu yang bodoh!" sentak Frederick tidak terima lalu mereka tertawa terbahak-bahak di sana sambil berpelukan.
Tamat
***
HAI SEMUANYA TERIMA KASIH SUDAH MENGIKUTI DAN MENDUKUNG "HSLM"🥰🥰🥰
MAAF AUTHOR SAMPAI DI SINI MENULIS KISAH RANIA.
CERITA INI SUDAH 4 TAHUN LALU TERBIT DI MANGATOON HANYA SAJA AUTHOR TAHAN TIDAK LANJTKAN KARENA MENULIS DI TEMPAT LAIN.
AKHIRNYA BISA TAMATKAN CERITA RANIA SESUAI KEINGINAN READER 🥰🥰🥰 ADA KABAR BARU, CERITA BARU AUTHOR AKAN TERBIT LAGI BULAN DEPAN TETAP STAY KAK, ATAU KALIAN BISA JOIN KE GRUB KU KLIK SAJA PROFIL KU KITA BISA DI SANA SALING SHERING SAMBIL BERKENALAN 😍
SALAM HANGAT DARI AUTHOR PERA