Hubby Sweet Love Me

Hubby Sweet Love Me
Perdebatan Christianto



Rania menatap kedua pria di hadapannya ini yang masih saling bersitatapan.


''Siapa yang bisa aku percaya saat ini?" tanya Rania datar.


''Aku Rania, kamu tahu kan bagaimana kejujuranku dari dulu,'' sela Christianto.


''Jangan terlalu memuji belum tentu dirimu orang yang baik-baik,'' elak Frederick.


''Jangan bicara sembarangan karena kami sudah kenal saling dulu. Kamu adalah pihak ketiga yang menghancurkan hubunganku dengannya,'' tantang Christianto.


''Kamu?!" Rania kembali menghentikan perdebatan mereka berdua.


''Hentikan! Kalian dua membuat kepalaku menjadi sakit.'' Hal yang tidak terduga justru terjadi kepada dua pria tampan itu.


Bahkan orang-orang disana yang melihat mereka berdua sedang dihukum oleh wanita yang bisa saja. Namun mereka berdua tidak masalah dengan hukuman yang mereka terima.


''Rania, sampai kapan kamu seperti ini?" tanya Christianto masih betah mengangkat tangannya ke atas.


''Aku tidak bersalah Rania, lepaskanlah aku duluan,'' pinta Frederick.


Rania tidak habis pikir dengan dua pria di hadapannya ini yang benar-benar begitu menjengkelkan.


''Jawab yang sejujurnya atau kalian berdua akan mendapatkan hukuman lebih dari sini?!" ancam Rania.


''Hukum saja Rania tapi dia,'' tunjuk Frederick kepada Christianto.


''Apa yang anda katakan?! Siapa yang memulai masalah ini dan dia yang mendapatkan hukumannya yang sebenarnya,'' sentak Christianto tidak terima yang dikatakan Frederick.


Rania semakin tercengang mendengar perdebatan dua pria ini tidak habis-habisnya selalu berantem.


''Hentikan!" teriak Rania.


''Semua ini karenamu!'' tuduh Christianto baru saja menerima tepung ke wajahnya.


Frederick justru tertawa terbahak-bahak melihat wajah Christianto yang sudah seperti bedak.


Rania yang menyaksikan itu justru ikut tertawa namun tidak di tunjuk kepada dua pria tampan di hadapannya ini.


''Ya Tuhan, aku jadi tidak tega melihat mereka berdua kalau sudah seperti ini,'' batin Rania.


''Sayang, kenapa diam?" panggil Frederick.


Wajah Rania langsung memerah ketika Frederick memanggilnya dengan kata sayang.


''Sayang? Siapa sayangmu sampai memanggil sayang orang dengan sembarangan?!" ujar Christianto.


''Rania adalah cinta pertamaku jelas harus ku perjuangkan, ya kan sayang?" tanya Frederick sambil tersenyum lebar.


''Jangan mau Rania, pria ini sudah tidak waras?" potong Christianto.


''Hentikan! Kalau kalian berdua tetap seperti ini aku tidak akan sudah segan membawa kalian ke kolam?!" bentak Rania napasnya bahkan naik turun menghadapi mereka berdua yang melebihi para wanita.


''Kita berenang bersama ya kan sayang?'' cengir Frederick.


''Mau bersihkan dosa mu Tuan muda,'' tawa Christianto sampai terbahak-bahak.


Wajah Frederick pias mendengar ucapan Christianto yang membuat hatinya sakit. Dia memang pria yang berdosa namun itu semua sudah dilupakan semenjak mengenal Rania.


Rania tiba-tiba merasa ada sesuatu yang aneh dalam dirinya melihat wajah Frederick yang berubah tidak seperti tadi semangat.


Tidak ada sepatah kata keluar lagi dari mulut mereka bertiga, Rania pada akhirnya meninggalkan kolam membiarkan dua dua pria dewasa itu masih mengangkat tangannya di sana.


''Kamu mau ke mana Rania?" panggil Christianto.


''Karena kamu Rania menghukum kita berdua seperti ini selamanya!'' ujar Frederick.


''Aku mana ada salah karena Rania adalah adikku sekaligus calon masa depanku.'' Frederick tidak terima langsung mendorong Christianto hingga tercebur ke kolam.


''Makan itu masa depan?!" bentak Frederick lalu meninggalkan tempat tersebut karena kedua kakinya pegal.