Hubby Sweet Love Me

Hubby Sweet Love Me
Menjadi Kepala Bodyguard



Frederick meninggalkan tempat tersebut dan menuju ke Villa mewahnya. Wajah datar yang dinginnya jelas terlihat. Selepas kepergian Frederick, Davin sang sekretaris Frederick tidak ikut karena memberikan tugas baru kepada Christianto.


Christianto berdiri tegak menunggu perintah dari Davin yang tidak lain sekarang ini adalah atasan keduanya. Davin memandangi Christianto secara intens karena dia semakin banyak tugas saat ini.


"Duduk!" ucap sekretaris Davin. Christianto menurut saja toh dia saat ini harus menyambung hidup.


"Mulai besok kamu boleh bekerja, saya memberikanmu jabatan menjadi kepala bodyguard Tuan Muda Frederick. Soal tempat tinggal, Gunner akan mengantarmu ke apartement khusus untuk kamu." Christianto tidak percaya apa yang barusan dia dengar, tentunya ini adalah sebuah rejeki baginya setelah out dari panti.


"Anda tidak salah Tuan memberikan saya pekerjaan ini dan tempat tinggal?" tanya Christianto balik.


"Apa lagi saya tidak percaya akan hal ini Christianto? Tidak tahu apa yang dipikiran Tuan muda saat ini sampai kamu dipromosikan jadi kepala bodyguardnya, otomatis kamu adalah saat ini tangan kanan ke dua Tuan Frederick!" ketus sekretaris Davin dalam hati.


"Tidak, ini sudah keputusan Tuan muda jadi taati dan kamu bisa belajar kepada Gunner dia sekarang assisten kamu mulai dari sekarang," tambahnya.


"Salam Tuan," ucap Gunner dengan suara khas beratnya. Christianto sempat telan ludah melihat wajah seram Gunner serta tubuhnya yang tinggi dan tegap. Berbeda dengannya tinggi di atas rata-rata dan tidak memiliki otot tubuh.


"Iya salam," jawab Christianto sambil mengusap wajahnya.


"Christianto jika kamu tidak mampu menjalankan tugas baru kamu ini, detik ini juga kamu boleh menolaknya, bisa jadi nanti kamu menyesal!" peringat sekretaris Davin.


"Saya siap Tuan apa pun yang terjadi sudah jadi tanggung jawabku," jawab Christianto mantap.


"Kamu yakin?" tanya sekretaris Davin lagi memastikan sambil menatap mata Christianto yang kosong.


"Saya yakin Tuan," jawab Christianto penuh percaya diri.


"Baik, malam ini saya akan test kamu." Davin berdiri dan diikuti Christianto dan Gunner dari belakang.


Christianto tidak percaya ada Ruang bawah tanah di rumah sederhana ini serta banyak pengawal yang setia menyambut kedatangan mereka semua.


"Bagaimana?" tanya sekretaris Davin lagi.


"Ikut saya Tuan!" jawab Kepala penjaga pertama. Christianto kaget lagi melihat salah satu pria paruh baya diikat yang sudah tidak berdaya.


"Keluarkan dia?" ucap kepala penjaga dengan nada yang tegas.


"Baik Tuan." Pak Eko dikeluarkan lalu didudukannya salah satu bangku yang sudah disediakan.


"Tuan, apa maksudnya semua ini?" tanya Christianto tidak percaya.


"Ini lah pekerjaan awalmu Christianto. Ayo introgasi penghianat ini lalu hilang jejaknya tanpa sepengetahuan orang diluar sana," ucap sekretaris Davin sambil melihat Christianto yang masih kebingungan.


"Maksud Tuan?" tanya Christianto.


"Di dalam organisasi kami para anak buah Tuan muda Frederick, barang siapa yang berkhianat kepadanya atau membuat masalah kepada beliau ini lah akibatnya. Jadi Christianto apa kamu masih mau memegang jabatan ini?" tanya sekretaris Davin sambil memicingkan matanya.


Christianto tampak berpikir keras dengan pekerjaan barunya ini namun karena ada masih lekat jiwa sosialnya, Christianto sangat sulit menerima pekerjaan yang sangat mengerikan ini.


"Aku tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya soal diriku, ini semua aku lakukan demi Rania. Maafkan kakak Rania aku akan menemukanmu segera dan membalaskan apa yang sudah terjadi kepadamu tunggu kakak Rania," ucap Christianto dalam hati.


"Saya terima Tuan," jawab Christianto mantap. Mungkin dengan kekuasaan baru ini Christianto berharap akan menemukan Rania.


"Bagus! Pria ini aku serahkan kepadamu Christianto." Lalu sekretaris Davin pergi dengan wajah yang puas karena bisa menyakinkan Christianto.


"Tunggu kakak Rania, kita akan kembali lagi seperti dulu," ucap Christianto sambil menandatangi perjanjian dirinya dengan Frederick.