Hubby Sweet Love Me

Hubby Sweet Love Me
Malam Yang Panjang



Rania ternganga melihat Frederick menarik Christianto menuju rumah belakang.


"Kamu harus kuberikan pelajaran, beraninya kalian dua berbohong!" pekik Frederick.


"Tunggu! Kumohon lepaskanlah dia!" pinta Rania.


"Kamu membelanya?!" pekik Frederick.


"Bukan seperti itu tapi dia tidak bersalah, kumohon lepaskan dia," mohon ya.


"Davin bawa masuk ia ke dalam," perintah Frederick.


"Tuan, saya mohon jangan lakukan hal yang buruk kepada kak Christianto. Saya siap menerima semuanya," teriak Rania.


"Rania," lirih Christianto.


"Ikut aku!" Frederick menarik paksa Christianto menuju rumah samping.


"Tuan, bisa saya bicara sebentar?" tahan Christianto.


"Apa? Kamu mau bicara apa?" tanya Frederick dingin.


"Saya sudah prustasi mencari keberadaan Rania tapi setelah melihat ia ada di sini kekhawatiran ini sirna. Saya sebagai kakak ya mengucapkan terima kasih sudah menjaganya," ucap Christianto lemas.


"Bicara apa kamu? Jangan berbelit-belit?" balas Frederick.


"Rania, bahagiakan ia. Dari kecil ia tidak pernah bahagia karena tuntutan hidup. Tapi hari ini saya melihat kesakitan dalam dirinya yang tidak akan pernah ia lupakan kelak." Christianto langsung meninggalkan Frederick pasrah mau diapakan anak buahnya.


"Rania memiliki masa lalu yang kelam kah?" gumam Frederick dalam hati.


Rania memeluk tubuhnya yang bergetar membayangkan sesuatu terjadi kepada Christianto.


"Kak Chris jangan pergi," lirihnya.


"Kamu mencintai pria itu?" Rania refleks langsung mundur melihat wajah Frederick yang menakutkan.


"Dia kakak ku," balas Rania gugup.


"Kami saling menyayangi dan memeluk. Kak Christianto adalah pria baik-baik mau bertanggungjawab," teriak Rania.


Frederick berang mendengar perkataan Rania barusan rasanya dia ingin sekali berikan pelajaran kepada Christianto.


"Dia sudah kuberikan pelajaran!" Rania tersentak kaget mendengar perkataan Frederick barusan.


"Tidak mungkin?!" pekiknya sambil menutup mulut menggunakan kedua tangannya.


"Besok kita akan menemuinya di taman yang dihias dengan bunga, kamu pasti mengucapkan terima kasih karena sudah mempersiapkan Christianto,,


Rania sesaat lemas dan tidak berdaya mendengar perkataan Frederick. Ia lelah dengan semua yang terjadi kepadanya. Secara perlahan Rania meninggalkan Frederick sambil menangis.


"Astaga ia membela pria ini?" tanya Frederick tidak menyangka.


Christianto melepaskan ikatan pada dirinya akhirnya dia merasa lebih baik. Dia terdiam membayangkan nasib Rania terus menangis.


"Rania, kamu harus kuat ya. Kakak senang kita dua akhirnya bisa ketemu tapi ada jarak yang memisahkan," ucapnya tidak sadar di hadapan Frederick.


Malam yang dingin sama sekali tidak membuat Rania menganggur. Frederick membuat Rania merasakan dunia fantasi. Suara pelan lolos keluar dari mulut Rania hingga menambah kekuatan bagi Frederick.


"Pelan-pelan sakit," minta Rania karena sudah keterlaluan Frederick terus meminta lebih.


"Ini hukuman untuk mu Rania. Kalian dua berbohong kepadaku maka terima ini!" Rania berteriak kencang karena Fredrick salah memasukkan.


"Tuan, kalau anda ingin kumohon lakukan pelan. Saya akan melayani anda sampai puas," pintanya pelan sambil tarik napas sesekali.


Tanpa mengatakan apapun Frederick melakukan sesuai yang dikatakan Rania. Malam yang panjang terus membawa mereka berdua banjir keringat.


Air mata itu terus keluar menahan pedih dalam dirinya melihat kelakuan Frederick. Banyaknya masalah datang namun solusi memperbaiki tidak ada.


Frederick tersenyum puas melihat wajah Rania dipenuhi keringat. Malam yang seharusnya tenang namun tidak untuk Rania.


"Tidurlah besok kamu harus memulai dari awal lagi," ucap Frederick lalu meninggalkan Rania yang sudah tergeletak begitu saja di atas tempat tidur.