Hubby Sweet Love Me

Hubby Sweet Love Me
Tuduhan Christianto



Kedua bola mata Rania terbuka lebar melihat Frederick melakukan konferensi pers mengenai kehilangan dirinya.


"Jadi selama ini aku dicari pria itu?!" pekik ya.


"Itu tidak seperti yang kamu lihat Rania." Tiba-tiba saja Christianto muncul dengan wajah yang terlihat dingin.


"Aku butuh penjelasan kak?" ucapnya.


"Pria itu sama sekali tidak menginginkan kamu kembali dalam hidupnya Rania," tambah Christianto.


"Kakak berbohong semua itu tidak benar," balas Rania lalu mendekati Christianto.


"Jangan melawanku Rania, pria itu sudah menyakitimu selama ini." Tubuh Rania seketika membeku pikirannya menerawang mengingat perlakuan Frederick.


"Dia sudah membuat bayiku pergi selamanya," tangisnya.


"Lupakan dia Rania. Kita buka lembaran baru biarkan pria itu mengambil jalannya sendiri. Toh dia memiliki segalanya sini dengan mudah membeli apapun yang dia mau," tambah Christianto.


"Rania minta maaf kak," tangisnya.


"Sudahlah, hari ini kakak memiliki sesuatu untukmu." Christianto menyerahkan sebuah amplop berwarna coklat.


"Apa ini kak?" tanya Rania heran.


"Hadiah untukmu Rania." Rania semakin penasaran namun membuka pelan-pelan dan kedua bola matanya terbuka lebar.


"Kakak mendapatkan pekerjaan di luar negeri?" tanya Rania tidak percaya.


"Ya, kamu ikut ya! Kita dua di sana bisa membuka lembaran baru Rania," pinta Christianto.


"Tapi Rania ini kembali ke panti kak. Di sana kehidupan yang sebenarnya ada bukan di sini." Wajah Christianto langsung berubah menjadi merah mendengar ucapan Rania.


Dia bersusah payah untuk mendapatkan pekerjaan di luar negeri namun semangatnya berhenti karena keinginan Rania kekeh kembali ke panti.


"Maksud kakak apa?" tanya Rania heran.


"Kamu mau mendengar cerita yang selama ini kusimpan atau fakta tentang dirimu selama ini Rania," ucap Christianto sambil melangkah membuat Rania sampai ketakutan.


"Apa itu kak?" Rania merasa sesuatu yang tidak enak hendak menghampirinya.


"Frederick, dia dan ibu panti kerjasama selama ini membuat kamu menderita Rania," sentak Christianto.


"Apa?! Tidak mungkin ibu panti melakukan selalu itu kak?" pekik Rania sambil menutup mulut.


"Apa yang tidak mungkin kalau uang sudah bicara Rania?!" tambah Christianto.


"Dari mana kakak tahu? Atau kakak ini sedang fitnah ibu panti karena kenakalan yang dulu?" tebak Rania.


"Kamu terlalu polos Rania sampai tidak bisa membedakan yang mana yang baik dan tidak. Selama ini aku salah menilaimu namun apa yang ku dengar jawaban darimu tidak sesuai dengan keinginanku," ujar Christianto dingin.


"Karena Rania tahu yang mana yang baik dan tidak." Mereka berdua berbalik ternyata Frederick ada di belakang mereka berdua.


"Mau apa kamu di sini?!" bentak Christianto.


"Semua ini terjadi karena wanita tua itu terlalu serakah mengenai keuangan. Aku tidak menyangka kalau selama ini salah memper alat wanita sepertimu Rania. Kedatangan ku ke sini untuk kembali meminta maaf, aku harap kamu mau memaafkan pria sepertiku," ungkap Frederick.


"Jangan mempercayai pria seperti dia Rania. Pria ini sudah menyakitimu bahkan baby yang kamu kandung pergi selamanya karena dia!" tunjuk Christianto.


"Jangan asal menuduh ya, aku bukan pria yang seperti yang kamu pikirkan." Frederick menarik kerah pakaian Christianto kesal mendengar semua tuduhan itu kepadanya.


"Faktanya memang seperti itu kalau anda adalah pria terburuk di kota ini," tantang Christianto.


"Kalian dua hentikan?!" teriak Rania kuat.