Hubby Sweet Love Me

Hubby Sweet Love Me
Kesehatan Rania



Frederick tersenyum kecil menanggapi ucapan Rania, dia tidak menyangka kalau calon istrinya ini benar-benar mementingkan orang lain ketimbang dirinya.


"Baiklah! Mulai besok kamu harus tinggal di rumah ya?" pinta Frederick.


Rania hanya menundukkan wajahnya ia saat ini ingin sendiri dan tidak ada yang mengganggu. Frederick akhirnya meninggalkan ruangan tersebut untuk menemui sekretaris Davin.


"Bagaimana perkembangan penyelidikan mu Davin?" tanya Frederick.


"Tuan lihat ini!" Sekretaris Davin menunjukkan bukti kamera pengawas yang diam-diam dia taruh di rawat inap Sena.


"Sena tidak sakit?" tanya Frederick tidak menyangka apa yang telah dia liat saat ini.


"Dokter dan mereka semua telah membohongi anda Tuan. Saya kemarin curiga kepada dokter mengatakan kalau dokter terbaik di dunia bahkan nyerah mengobati Nona Sena. Dari situ saya menghubungi dokter Hary," lapor sekretaris Davin.


Frederick mengeram kesal mendengar perkataan sekretaris Davin. Dia ternyata bisa dibodohi orang-orang seperti Sena, dia tidak menyangka kalau ayah Sena begitu nekat menginginkan dia sebagai menantu.


"Tangkap mereka semua Davin. Laporkan semua yang terlibat kepada pihak yang berwajib!" seru Frederick tegas.


"Baik Tuan tapi anda harus melihat ini lagi." Sekretaris Davin memperlihatkan bukti kamera pengawas di jalan raya mengenai kejadian yang menimpa Sena.


"Dan sebelum kejadian ternyata Nona Sena bicara dengan Tuan Sena," tambahnya.


"Jadi kamu mengambil kesimpulan kalau ayah Sena yang merencanakan ini semuanya?" tebak Frederick.


"Ya Tuan," jawab sekretaris Davin cepat.


"Ayah Sena ternyata berbahaya daripada dugaanku, aku pikir mereka adalah keluarga baik ternyata tidak." Frederick lagi sekali hari ini juga memberikan pelajaran kepada Sena dan ayah ya atas kejadian ini.


Sementara itu ayah Sena sudah mengundang awak media untuk melakukan sebuah rencana agar Sena segera menikah dengan Frederick.


"Tapi bagaimana Tuan Frederick menikahi putri anda? Bukankah Nona Sena lagi koma Tuan?" Wajah ayah Sena terbelalak mendengar pernyataan itu namun sebagai aktor dalam kejadian ini dia tersenyum lebar agar tidak ada curiga dengannya.


"Sena sudah pulih hanya saja dia saat ini lupa ingatan karena benturan batu." Semuanya menjadi heboh mendengar penuturan ayah Sena.


Frederick berdecak kesal kepada ayah Sena karena membawa namanya dalam jumpa pers.


"Davin, aku sudah tidak sabar untuk memberikan kejutan kepada ayah Sena. Dia tidak tahu bagaimana aku rupanya kalau sudah marah," dengus ya


"Maaf Tuan keinginan anda sebentar lagi akan rampung," bala sekretaris Davin.


Frederick kembali masuk ke dalam kamar inap Rania memastikan wanita ya itu baik-baik saja. Rania langsung membuang wajahnya ke samping tidak mau melihat Frederick.


"Cukup aku terjebak dengan sekali dan proyek selanjutnya sepertinya tidak," gumam Rania dan dia langsung memutuskan untuk meninggalkan tempat itu.


Frederick memastikan keadaan Rania karena dia tidak mau sama sekali ada hal yang kurang apalagi menyangkut dengan anak yang sedang dikandung ya.


"Rania," lirihnya.


"Saya mau sendiri untuk sementara ini Tuan," ucap Rania pelan.


"Kamu yakin Rania?" Rania memilih untuk tidak menjawab pertanyaan Frederick karena perasaan saat ini masih kacau semenjak tahu mengandung.


Dokter telah masuk membawa hasil pemeriksaan kondisi kesehatan Rania.


"Bagaimana keadaan ya dokter?" tanya Frederick tidak sabar untuk mengetahui keadaannya Rania.