Hijrah & Hapidzoh

Hijrah & Hapidzoh
Istriku tidak meninggal!



6 bulan kemudian


Malam itu raisa dan leonard mengadakan acara selametan acara tujuh bulanan, kebetulan besok paginya raisa akan berangkat ke ruamh sakit untuk melakukan observasi guna melakukan oprasi SC.


Pagi tiba dan jam menunjukkan waktu pukul tujuh pagi, leonard menatap wajah sang istri yang nampak sangat pucat, ada sebersik khawatir di dada leonard, dia akhirnya memberanikan diri menyentuh pipi sang istri yang terasa sangat dingin.


"Sayang bangun!, udah siang nih!", leonard mengecup pipi istrinya namun raisa tak kunjung bangun yang hingga akhirnya leonard menggoyangkan tubuh sang istri.


"Sayang bangun!", leonard amat ketakutan saat tak mendapati gerakkan dari tubuh sang istri, dia juga tak mendapati atau melihat istrinya bernafas sontak saja dada leonard menjadi sesak dan langsung berteriak memanggil sang bunda.


"Bundaaa... Tolong.. Hiks .. Hks..", air mata leonard langsung mengalir memeanggil bundanya.


"Sayang...!, bangun!, sayang.... Hiks hika..", leonard berteriak teriak memanggil raisa namun tak kunjung mendapati gerakan dari sang istri, bunda elfie tiba tak lama kemudian melihat putranya yang menangis memanggil raisa.


Bunda elfie mendekat menyentuh tangan raisa yang terasa sangat dingin, "sayang.. Nak... Bangun sayang!", bunda elfie pun mengusap halus lengan raisa namun kembali tak mendapati gerakkan dari menantunya tersebut.


"Bunda ada apa?", ayah dzikri tiba setelah sebelumnya dia berada di ruang makan bersama bunda elfie.


Bunda elfie hanya menoleh dan kembali menyentuh pergelangan tangan raisa namun naas saat dia mencari denyut nadi menantunya dia tidak mendapati apa apa selain dingin saja.


"Ayah panggil dokter sesegera mungkin!", bunda elfie ikut panik dan melihat putranya yang sudah seperti orang gila.


"Sayang.. Bangun sayang..!, kamu jangan ninggalain aku sayang.. Sayang... Bawa aku juga sayang... Sayang!..!", dengan mata yang terus berurai air mata dia berteriak teriak, namun dia tidak berhasil menemukan kembali gerakan dari sang istri.


Dokter tiba tak lama kemudian dan dengan cepat memeriksa raisa, dia mengecek denyut nadi dan sejenisnya namun kemudian dia menggeleng.


"Innalillahi wainnailaihi rojiun", doter tersebut mengucapkan kalimat tersebut namun leonard langsung menarik kerah baju dokter tersebut dan membantingnya ke belakang.


"Apa apaan lo hah?, lo pikir istri gue udah mati!, dia masih hidup!",bentak leonard, leonard kembali menggoyangkan tubuh istrinya namun masih sama dia tidak mendapati gerakan dari sang istri.


"Panggil dokter yang lain!", seru leonard mengecupi kening sang istri.


"Sayang kamu sudah janji akan bertahan sayang!, kamu sudah janji akan naik haji tahun ini bersama denganku kan.. Hiks. Sayang..", leonard memeluk kepala sang istri namun raisa tak memberikan respon.


Seorang dokter yang lain tiba dia pun melakukan hal yang sama dengan yang di lakukan dokter sebelumnya dan kembali menggeleng.


Dan kembali lagi leonard menjadi murka dia benar benar berubah menjadi binatang saat itu hingga akhirnya ridwan datang dan melihat wajah pucat raisa, ridwan menyibakkan selimut yang menyelimuti kakak iparnya dan menyentuh perut buncit itu.


Deg, jantung ridwan seakan terlonjak saat mendapati sebuah gerakkan dari dalam perut raisa, "bawa kak ica ke rumah sakit sekarang, dede bayinya masih hidup!", seru ridwan dan sang bunda langsung melotot menyentuh perut raisa dan mengangguk setuju.


Tanpa aba aba, leonard langsung mengangkat tubuh raisa menuju garasi bersama dengan bunda elfie dan ayah dzikri.


Ridwan mematung melihat kepergian mereka, seorang sopir tiba dan membukakan pintu untuk ridwan, "aku tidak akan masuk sekolah!, bawa ku ke RS sekarang!", seru ridwan dengan wajah dinginnnya namun masih terlihat matanya yang berkaca kaca.


Sopir itu mengangguk menuruti ucapan majikannya.


"Ada apa ini?!", tanya ferry mempersilahkan leonard membaringkan raisa di sebuah ranjang rumah sakit.


Leonard dengan air mata yang beruraian, "bantu istriku!, dia masih hidup!", seru leonard, ferry mengangguk.


"Kamu tunggulah di luar dan aku akan melakukan yang terbaik, panggil dokter kandungan kemari!", ferry meminta bantuan perawat dan leonard di tarik bunda elfie dan ayah dzikri untuk keluar dari ruangan UGD.


Kaki leonard tak dapat diam dengan air mata dan tangan yang bergetar dia berjingkrak ke sana ke mari, tak lama kemudian ridwan tiba, ridwan yang sudah mengabari nathan dan afifah pun akhirnya duduk di samping sang bunda.


Tak berapa lama kemudian nampak atikah dengan perut yang terlihat bengkak bersama suaminya, dan afifah yang bersama suaminya.


Nampak air mata menggenangi mata mereka hingga dokter ferry bersama dokter bedah dan dokter kandungan, membawa tubuh raisa menuju ruangan oprasi, dan berselang satu jam kemudian leonard di panggil menuju ruangan dengan syarat jangan membuat keributan.


Dan leonard tertegun saat mendapati dua buah box berisi bayi yang nampak sangat sehat namun bertubuh cukup mungil.


"Ini adalah putra putrimu, selamat leo!, kamu sudah menjadi ayah!", ferry mengulurkan tangannya namun leonard masih terdiam.


"Bagaimana dengan istriku?", tanya leonard dengan wajah nanarnya.


"Maafkan aku leo, istrimu saat di bawa ke sini dia sudah meninggal dan aku berharap kamu jangan terlalu ...", belum selsai ferry mengucapkan kalimat terakhirnya leonard berteriak keras.


"Aaaarrrgh.. Aaaa...", leonard berteriak menjambak rambutnya sendiri, bunda elfie yang ikut masuk bersama leonard memberikan isyarat pada suami dan putra keduanya untuk membawa leonard.


"Tenang leo!, tenang!", ayah dzikri berusaha menenangkan putranya namun leonard berontak.


"Tenang bagaimana ayah!, istriku...!", leonard membentak sang ayah.


Clep, sebuah suntikan penenang di berikan ferry setelah di perintah bunda elfie, leonard terdiam dan langsung terjatuh, samar samar dia terus memanggil istrinya dan air mata terus meleleh dari pelupuk matanya.


...


Bunda elfie berdiskusi dengan dokter ferry dan dia meminta untuk melakukan otopsi pada jenazah raisa, karena dia merasa sangat ganjil melihat sebelumnya raisa yang nampak baik baik saja.


Setelah otopsi berakhir ferry menyerahkan hasilnya pada bunda elfie dan mendapati sesuatu yang mencengangkan, sebuah zat yang berbahaya terkandung dalam makanan terakhir yang raisa makan.


Bunda elfie meremas kertas tersebut denagn amarah yang menggeluncah, "kumpulkan semua pelayan rumah sekarang!, bawa mereka semua ke kantor polisi tanpa terkecuali!", seru bunda elfie meminta asisten kepercayaannya dengan cepat asistennya bergerak mengikuti arahan bunda elfie, ayah dzikri tertegun saat mendapati hasil otopsi dan memperlihatkan hal tersebut pada nathan.


Nathan menutup mulutnya begitupun atikah dan semua orang yang meliht hasil otopsi.


semua pelayan di gelandang ke kantor polisi tanpa terkecuali, bunda elfie murka dia memberikan bukti bukti yang dia miliki ke pada pihak kepolisian.


Bersambung...