Hijrah & Hapidzoh

Hijrah & Hapidzoh
Resepsi keramat



Leonard menarik kembali tangan raisa dan membawanya ke lantai dua, leonard mendudukkan raisa di kursi belajarnya, " jawab yang jujur?", leonard menunduk di hadapan raisa mengharapkan kebenaran.


"Hmm.. Baru 2 minggu yang lalu kok, mereka suka nguntitin awalnya, tapi pas dua minggu lalu mereka suka masuk dan maksa bawa aku, tenang aja aku punya semprotan merica, jadi selalu lolos", ucap raisa tersenyum lembut.


Leonard menunduk, dia merasa gagal melindungi raisa padahal setiap malam sampai jam 9 dia selalu menemani raisa tapi dia sendiri tidak sadar, pantesan teman raisa selalu ada yang tidak pulang malam hari.


"Maafin aku sa!", leonard menunduk malu, dia enggan melihat mata yang di cintainya itu.


"Gak papa kok kak!, lihat aku masih kumplit!", ucap raisa memperlihatkan wajah manisnya.


"Ck, dahlah aku pusing sa!, mulai malam ini kamu tinggal sama aku aja", leonard meraih tangan raisa dan menggenggamnya erat.


"Maaf bukan muhrim kak!", raisa menggelengkan kepalanya.


"Ya sudah aku muhrimin sekarang!", ucap leonard pasti.


"Tapi kak!", raisa merasa aneh dengan sifat posesif leonard yang tidak terlihat seperti biasanya.


"Mandi gih!, habis sholat dzuhur kita ke kantor urusan agama", leonard berbalik dan keluar kamar.


"Kak leo!", raisa berusaha meraih tubuh itu dan meminta penjelasan.


"Udah nurut aja!", ucap leonard turun ke ruangan bawah.


"Afifah!, atikah!, sini dong!", raisa memanggil kedua sahabatnya dan meminta mereka membeli beberapa makeup dan manik manik untuk hiasan kerudungnya.


"Buat apa ini kak?", atikah bertanya sedikit penasaran.


"Iya kak kita kan biasanya cuma pake bedak bayi tumben kak ica mau beli makeup", selidik afifah.


"Dahhh.. Nurut aja, please ya, nanti aku mohon! kalian harus balik lagi sebelum dzuhur", ucap raisa memohon dengan tangannya yang menelungkup dan menggosoknya.


Keduanya mengangguk dan berbagi tugas agar cepat selsai, raisa mandi sangat lama dia juga tidak lupa melulur tubuhnya dan membasuh rambut hitamnya.


Kedua sahabatnya kembali dengan terpogoh pogoh membawa pesanan raisa keadaan toko yang ramai membuat kariawan tetap raisa kewalahan untung saja leonard membantu sesigapnya.


Leonard melihat paperbeg yang di bawa kedua sahabat raisa dia sangat yakin yang di bawa mereka adalah makeup karena melihat merek yang ada di paperbeg itu, namu yang di dalam paperbeg yang lainnya leonard tidak dapat menebak karena tidak ada tulisannya.


"Sa kita balik lagi!", afifah dan atikah menghantamkan tubuh mereka ke atas kasur menenangkan rasa lelah mereka.


Raisa keluar mushola setelah adzan berkumandang dia langsung sholat dzuhur, afifah dan atikah menganga melihat apa yang di kenakan raisa.


Raisa mengenakan kebaya putih yang menjuntai ke lantai dengan rok yang bermotif batik sangat cantik.


"Kak ica, ada apa ini?", tanya afifah dan atikah.


"Mau nikah tik, fah!", ucap raisa menyambar paperbeg makeup dan mengoleskannya satu per satu di wajahnya, raisa memang bukan tidak bisa bermake-up tapi dia tidak mau mengumbar aurat kecantikannya saja.


Kedua sahabatnya menganga tak percaya, mereka saling adu pandang mencari kebenaran satu sama lain.


"Sa!, aku mau ikut mandi, bau keringat nih!", leonard mengetuk pintu, kedua sahabat raisa repleks mengambil selimmut dan menutupi raisa yang tidak menggunakan kerudung.


"Masuk kak!", raisa mempersilahkan leonard masuk, leonard kebingungan dengan sifat ketiga wanita itu, ketiganya kompak melakukan apapun.


"Apa si di tutupin gitu?", selidik leonard penasaran.


"Mau mandikan?, nah ke sana kalo mau mandi, disini bukan tempat mandi", ucap atikah ketus, leonard menggeleng dan pergi ke kamar mandi membawa paperbeg besar.


Raisa terlihat sangat cantik apalagi dilihat tanpa kerudung seperti itu rambut hitam bergelombangnya menyempurnakan penampilannya.


"Sempurna, gila cantik banget dirimu kak ica, aku cium sinih", atikah memeluk raisa.


"Aku juga mau!", afifah juga memeluk raisa ketiganya berpelukan penuh haru, dan tertawa bersamaan.


Raisa menggunakan kerudung pasmina dan memberikan hiasan di kerudungnya, "ahh.. Kak ica cantik banget!", raisa menatap wajahnya di cermin dan memang benar kata sahabatnya dirinya memang sangat cantik luar biasa.


"Masih la..",leonard menghentikan ucapannya saat melihat wanita di hadapannya yang begitu sempurna, leonard melotot tak berkedip, "ayo kak?", raisa tersenyum simpul menambah kecantikannya.


"Cieee.. Tuh zinah mata dikendalikan matanya!", ucap afifah tertawa melihat leonard yang terpaku.


Leonard memegang tangan kanan raisa dan menyelipkan sebuah cincin berlian di jari manis raisa.


Leonard dan raisa menjadi pemandangan dan tontonan para pengunjung toko kue, beberapa pelanggan bahkan memotret raisa dan leonard yang nampak sebagai pasangan sempurna.


Ayah leonard datang ke toko kue raisa karena mendapat kabar dari putranya bersama ridwan dan bunda elfie, ketiganya terperanjat melihat kecantikan raisa yang luar biasa.


"Assalammu'alaikum bunda", raisa mengecup lembu lengan bunda elfie dan menelungkupkan tangannya di dada saat akan bersalaman dengan ayah leonard.


"Wa'alaikum salam, kalian serius mau nikah sekarang?", tanya bunda elfie penasaran.


"Iya mah, cuma nikah agama dan negara resepsinya nanti aja senin", ucap leonard menarik lengan raisa dan menyuruhnya duduk di kursi penumpang, bunda elfie, ayah leonard dan ridwan menaiki mobil yang berbeda mengikuti mereka dari belakang.


Rasa tak percaya menggeluap memenuhi hati mereka, bunda elfie yang biasanya banyak bicara menjadi diam saat berhadapan dengan hal serius seperti ini, memang hampir setiap pagi dirinya mampir ke toko kue raisa bersama ridwan membeli kue untuk di bawa dan di bagikan di kantor atau mereka makan sendiri.


Mereka masuki halaman KUA dengan hati yang bergetar, bagaimana tidak ini adalah pertama kalinya mereka mengantar anak sendiri menikah dan sangat sederhana tanpa perayaan apapun.


Dunia yang penuh dengan gemerlap cahaya emas dan kekayaan, kini menikahkan putra sulungnya hanya bermodal mas kawin saja, bunda elfie sebenarnya tidak terima dengan usulan putranya, mau bagaimanapun raisa adalah gadis baik yang sangat di sayangi bunda elfie.


Dia menghembuskan nafasnya kasar semula bunda elfie dan leonard memang melakukan beberapa percakapan melalui telpon yang cukup menegangkan, leonard yang ingin menghalalkan raisa secepatnya dan bunda elfie yang meminta leonard bersabar karena raisa masih berkabung dan memberikan solusi agar raisa tinggal di kediaman besarnya dan menunda pernikahan mereka, namun leonard yang memiliki kepala baja tidak perduli dan tetap melakukan apa yang dirasanya benar.


Wali hakim duduk tepat di hadapan leonard, dia mengucapakan kalimat ijab, "bismillahhirohmanirohim, apa sudah siap?", tanya wali hakim menatap mata leonard dengan pertanyaannya terakhir.


Leonard menjawab dengan anggukan dan sebuah sambutan lengan bentuk mengucapkan ijab dan kobul.


'Bismilahhirohmanirohim ]saya nikahkan dan saya kawinkan engkau saudara leonard attahaya bin dziqri attahaya dengan saudari raisa rohdhotul latica dengan maskawinnya berupa seperangkat alat sholat dan uang senilai $ 1.122.022 , tunai.”


Sebuah tarikan nafas di depan wali hakim leonard mengucapkan kalimat kabul dengan tegas dan lantang.


"Saya terima nikah dan kawinnya raisa rohdhotul latica dengan maskawin tersebut ,tunai".


Semua terdiam sejenak hingga akhirnya para saksi berkata.


"Sah.."


Leonard menghembuskan nafasnya lega, batu yang menghimpit dadanya seakan musnah seketika, raisa tersenyum lembut mengecup punggung tangan leonard, yang kini sudah sah menjadi suaminya, leonard mengelus pucuk kepala raisa dan mengecup kening wanita pujaannya itu mereka membaca do'a bersamaan meminta keberkahan atas pernikahan mereka.


Bunda elfie menangis bahagia, air matanya mengaliri pipi halusnya.


"Selamat ica!", seorang wanita yang masih terbilang muda menghampiri raisa dan memberikan selamat.


Begitupun para pegawai KUA lainnya, karena hampir semua pegawai KUA mengenalinya karena raisa sering mengikuti MTQ ( mushabaqoh tilawatil quran), MQQ ( mushabaqoh qiroatil quran), dan MQK ( mushabaqoh qiroatil kitub), mewakili daerah tersebut keberbagai tingkatan.


Bersambung...