
Plak, ayah dzikri menampar leonard sangat keras hingga meninggalkan bekas kemerahan di pipi putih leonard.
"Anak kurang ajar!, apakah selama ini aku mengajarkan hal yang tidak baik padamu?, apakah aku pernah memberi contoh buruk padamu!, kenapa kamu tega bermain serong dan menyakiti istri yang baik seperti raisa, lihat kaki ica kemerahan tersiram bekal yang dia buat sendiri, apa kamu tahu bagaimana sulitnya dia memasak dalam keadaan hamil!, dia berusaha menahan mual demi memberikan hal kecil padamu leo!, lihat wanita baik seperti itu kamu khiaati!, mau wanita macam apa yang kamu inginkan hah?, bila kamu sudah tidak ingin bersama ica biar dia jadi putri ayah dan pergi kamu sejauh mungkin!", sentak ayah dzkri murka, dia tidak sanggup menahan amarahnya dan hanya tangannya yang mampu dia tahan agar tidak kembali menampar atau memberi bogeman pada anaknya sendiri.
"Ayah!, ini semua salah faham!", leonard membela dirinya.
"Ya kamu memang bodoh leo bisa bisanya kamu terjebak oleh siluman!", ucap ayah rizki semakin murka.
Fleshback on.
Siang itu leonard memangil sekertaris nya untuk menyiapkan data hasil rundingannya dengan pembesar perusahaan pagi itu, sekertaris nya datang mengenakan kemeja putih dan mempertontonkan belahan dadanya yang membusung, leonard menatap jijik melihat sekertaris nya, namun sang sekertaris malah mendekatinya dan berusaha menggoda leonard.
"Tuan muda bukankah memiliki istri berhijab itu membosankan, mari aku temani selagi di kantor!", ucap wanita itu yang tiba tiba merangkul tubuh leonard yang kebetulan raisa memasuki ruang kantornya dan terjadilah salah faham, dengan cepat leonard mendorong sekertaris nya itu untuk menjauh namun sekertaris itu malah memeluknya semakin kencang dan alhasil raisa menjadi semakin salah faham dan menjatuhkan bekal yang dia buat dan bergegas pergi sedangkan ridwan terpaku melihat kejadian itu , dengan cepat leonard mendorong sekertaris nya sekuat tenaga hingga terbanting dan mengejar raisa, namun tak terkejar karena pintu lift segera tertutup, bunda elfie yang melihat leonard gelisah bertanya di depan pintu lift.
"Ada apa?", tanya bunda elfie penasaran.
"Beri pelajaran wanita yang ada di ruangan ku bun!, patahkan kedua tangannya dan buat dia menderita bila bisa bakar dia hidup hidup", ucap leonard dan langsung masuk ke dalam lift setelah terbuka.
Bunda elfie menatap aneh ke arah leonard dan bersama ridwan dia mengintrogasi sekertaris leonard.
"Kamu tahu siapa saya?", tanya bunda elfie menatap tajam ke arah wanita berpakaian terbuka itu dengan wajah benci.
"Saya tahu nyo..nyonya", ucap wanita itu bergetar ketakutan.
"Heh bagus!, bawakan aku 10 gigolo", bunda elfie yang memang terbilang kejam dan tak memiliki nurani kepada wanita penggoda pun memerintahkan pengawalnya.
Tak berselang lama 10 gigolo yang di mintai bunda elfie tiba.
"Minum ini!", bunda elfie menyerahkan sebuah gelas berisi obat perangsang pada sekertaris leonard.
Wanita itu menggeleng, "bagus kalo tidak mau!, biar kamu dalam keadaan sadar mendapatkan siksaan yang akan saya berikan!, siapkan hotel untuk mereka dan minum ini!, dan ini untuk upah kalian sementara, bila kamu bisa memuaskan wanita itu kalian akan mendapatkan dua kali lipat dari itu!", ucap bunda elfie memberikan amplop pada para gigolo dan dengan cepat para ajudan bunda elfie membawa mereka semua ke tempat yang di mintai bunda elfie.
Hingga akhirnya 1 vs 10 pun terjadi hingga membuat sekertaris leonard menangis dan memohon ampun namun bunda elfie tidak perduli dan berlalu pergi.
"Jangan biarkan siapapun keluar dari sini sampai besok pagi!", perintah bunda elfie pada para ajudannya, mereka mengangguk mengerti hingga akhirnya bunda elfie keluar dan menemui ridwan yang tengah mengecek data data yang ada di perusahaan leonard.
"Semuanya berjalan baik bun!", ucap ridwan menyerahkan data tersebut dan di periksa ulang oleh bunda elfie dan mengangguk setuju.
Tidak ada yang berani bertanya dengan keriuhan yang terjadi karena untuk pertama kalinya sifat mafia pada diri bunda elfie keluar setelah sekian lama keluarga bunda elfie musnah dan hanya tersisa bunda elfie dan nathan saja yang merupakan anak saudara pertaman nya yang telah meninggal.
Nathan sendiri di besarkan bersama dengan leonard dan tanpa membeda bedakan bunda elfie menyayangi keduanya, meski kepercayaan nathan yang memang berbeda, karena bunda elfie pun sebenarnya seorang mu'alaf setelah menikah dengan ayah dzikri, nama leonard sendiri di ambil dari nama ayah bunda elfie dan menambahkan nama belakang ayah dzikri.
Bunda elfie tersenyum, dan menatap mata coklat ridwan yang nampak berbinar, "syukur kamu tahu kondisi ica!, dia baik baik saja sekarang dan sedang melakukan perawatan di RS 45, jangan khawatir", ucap bunda elfie tersenyum lembut menatap ridwan.
Ridwan tersenyum dan menghembuskan nafasnya kasar, awalnya dia amat takut terjadi sesuatu yang buruk pada raisa apalagi saat ini atikah tengah bersama nathan di taman hijau.
Fleshback off.
***
Siang itu atikah menitipkan mukena dan baju ganti sedangkan nathan membawa sarung sejadah karpet dan baju ganti dalam tas ransel besar yang di bawa nathan, sedangkan atikah dia membawa sebuah keranjang besar berharap menemukan sayuran.
"Wow, keren!", atikah ternganga melihat air terjun yang cukup tinggi mengaliri sungai kecil di upuk matanya.
"Mau mandi?", tanya nathan bersemangat.
"Kamu ngejek aku ya!, aku emang gak bisa berenang tapi please dong jangan terlalu jelas juga ngejeknya!", atikah mengeluh dan cemberut.
Nathan membuka bajunya dan sontak saja membuat atikah menutup matanya, "cepat sini!", nathan mengulurkan tangannya.
"Aku gak bawa kerudung lagi, cuma bawa satu, ini aja kerudungnya!", ucap atikah pelan.
"Ya udah lepas aja sekarang kerudungnya!", ucap nathan tanpa beban.
"Mana boleh kita gak muhrim, rambutku cuma boleh di lihat sama suamiku aja!", bentak atikah enggan melepaskan kerudungnya.
"Aku tunggu sayang!", nathan terkekeh, mata atikah membulat memelototi nathan.
"Pake kerudung dalemnya aja berenangnya, biar kerudung luarnya gak basah, rambutnya sembunyiin aja di dalam kerudung kecilnya", tambah nathan dan langsung di angguki atikah.
Atikah melepaskan kerudung luarnya dan terlihat jelas kini leher jenjang atikah yang amat putih, nathan hampir mimisan melihat leher atikah dan langsung menyembunyikan wajahnya yang merona kemerahan.
"Ayo than!", atikah menggapai tangan nathan dan sontak membuat nathan ingin pingsan merasakan tangan lembut yang menyentuh tangannya, 'makasih leo!, lo abang paling baik di dunia!', bisik hati nathan sangat bahagia.
Nathan mengajari atikah berenang dan memegangi tubuhnya lembut, namun sepanjang pelajaran itu nathan benar benar tak fokus pada apa yang dia ajarkan dan lebih fokus pada tangannya yang menyentuh pinggang atikah.
"Ular!", atikah berdiri saat melihat ada ular yang terapung di atas air dan mengarah pada mereka, nathan terkejut dan sontak saja menarik lengan atikah dan membawanya ke darat, namun ular itupun kembali mengejar mereka, leonard tertegun mengambil tas besarnya dan lengan atikah, sedangkan atikah membawa kerudung, baju nathan dan keranjang yang semula dia bawa dan berlari tunggang langgang.
"Huh.. Huh.. Huh.. Gila ular apaan tuh cepet banget!", ucap nathan dengan nafas yang tersegal tak sadar tangannya yang terus memegang tangan atikah.
"Feet.. Huh.. Hahahahah... Hadeeh.. Hahahah..", atikah tertawa melihat kepanikan yang terjadi sebelumnya dan akhirnya nathan pun ikut tertawa menimpali tawa atikah yang renyah.
"Seumur hidup baru pertama kali aku di kejar ular!", ucap nathan mengingat kebodohannya, dimana sebenarnya dia membawa senjata di tasnya namun dia malah memilih berlari.
Atikah terus tertawa dengan rasa lelahnya, namun seketika atikah celingukan dia tidak bisa mengenal arah begitu pula natan.
"Kita kesasar than!", atikah melongo dan menghembuskan nafasnya kasar.
"Aish.. Iya!, aduuuh gimana nih?", nathan kelabakkan dan mundar mandir tak jelas.
"Tenang dulu!, kita coba turun bukit dulu, kalo udah sampai di pantai seenggaknya kita bisa menyisir pantai dan menemukan rumah!, berapa luas pulau ini?", tanya atikah lagi berharap luas pulau ini tidak seluas yang dia bayangkan.
"20 KM²", jawab nathan lemas, atikah menganga, dan memang tidak ada pilihan lain dia pun berjalan menuruni bukit, dan saat melihat matahari sudah tepat di atas kepalanya atikah berhenti dan melihat sungai yang mengalir dari atas gunung.
"Kita sholat dulu than!", ucap atikah namun dia kembali tersadar dimana dia tidak mengetahui arah saat ini.
"Nanti aja tik!, kalo sekira sudah mataharinya lebih condong biar kita tahu arah!, sekarang kita jalan aja dulu, tuh pantai udah kelihatan", ucap nathan tersenyum lembut, yang langsung di angguki atikah.
Nathan dan atikah berjalan menuruni bukit hingga akhirnya dampai di pantai, atikah merasakan kakinya yang pegal dan meminta berhenti pada nathan.
"Than kita rehat dulu disini!", ucap atikah meneduhkan dirinya di bawah sebuah pohon yang rindang.
Nathan mengangguk dan menjuntaikan katifah yang dia bawa di atas pasir dan duduk setelahnya, tubuh nathan yang putih dengan otot otot terbentuk sempura di perutnya membuat atikah salah tingkah karena sedari tadi nathan tidak mengenakan kembali bajunya dan memilih telanjang dada.
Nathan merebahkan dirinya merasakan rasa lelah memenuhi tubuhnya, atikah curi curi pandang melihat perut nathan dan di sadari oleh nathan.
"Capek ya?", tanya nathan mulai menerapkan kembali modusnya.
Atikah mengangguk dan kembali mengenakan kerudung besarnya, "sini tiduran!", nathan menarik tangan atikah ke dalam dekapannya tentu saja atikah berontak namun malah semakin erat pula pelukan nathan.
"Dah diem!, aku capek!, kita tiduran dulu, panas banget!", keluh nathan, namun atikah kembali berontak.
Bersambung...