
Senja hari tiba cahaya yang bermain di antara buih dan bunga, rangkaian cahaya jingga kemerahan memandikan alam, sejak seluruh siang telah di pintal menuju malam, terlihat lambaian selamat tinggal dari mentari yang kian tenggelam.
"Sayang ayo sholat berjamaah, sudah hampir malam ini!", raisa menarik leonard yang enggan bangkit di paha indah istrinya.
"Hmmm...", leonard bangkit dengan agak terpaksa, nampak ketidak mauan untuk bangkit di wajah lesunya.
"Kalo mau sholat harus semangat malah lesu gitu!", cacar raisa dengan wajah riang memasuki kamar mandi.
Leonard mengerjap ngerjapkan matanya dan meregangkan tubuhnya dari rasa nyaman, dia mengikuti langkah sang istri menunaikan ibadah magrib dengan hati berseri kembali.
Setelah ritual suci itu leonard menghadap ke arah raisa, "sayang mau tanya boleh?", leonard bersemangat menggenggam tangan kanan istri tersayangnya.
"Hmm..", raisa mengangguk memperbolehkan.
"Ilmu nahwu itu sulit gak si?", tanya leonard penasaran karena melihat raisa yang amat mudah menguntai kan kalimat suci dan mengetahui setiap kata yang salah dalam bahasa arab.
"Emang tahu ilmu nahwu apa?", tanya raisa penasaran yang mungkin suaminya sudah pernah belajar.
Leonard menggeleng tidak tahu, "heheh gak tau tuh!, apa emang ilmu nahwu?", tanya leonard sedikit penasaran dengan hal yang ingin dia pelajari.
"Hmm.. Gini deh kalo dalam tata bahasa Arab, ilmu nahwu berperan penting dalam membentuk sebuah kalimat menjadi jelas, ilmu nahwu adalah ilmu yang memperbincangkan dasar dasar dan proses proses pembentukan susunan kata menjadi kalimat, di dalamnya terbagi menjadi mabni dan mu'rah (bentuk kata statis dan dinamis), nakirah dan ma'rifah (bentuk kata umum dan tertentu), serta kalam (susunan kata), nah itu yang di sebut ilmu nahwu", jelas raisa tersenyum simpul mengusap lengan suaminya.
"Kalo mau belajar sebaiknya gimana tuh sayang?", leonard semakin penasaran mengingat dirinya yang sangat awam dengan bahasa arab.
"Ada beberapa kitab yang harus di pelajari kalo mau belajar ilmu nahwu, salah satunya ya itu ada ilmu sharaf/shorof, Ilmu sharaf itu ilmu yang mempelajari bentuk kata, nah di dalamnya, ada kata perintah (kerja), larangan, bentuk lampau, sekarang, ataupun yang akan datang, contoh nih ya ada fiil amr, fiil nahyi, fil madhi, fiil mudhari, isim masdar, fail, dan maf'ul, dan lagi ilmu sharaf itu meliputi kalimat (kata), bina' kalimat (struktur kata), wazan kalimat (timbangan kata), dan perubahan bentuk kalimat (kata), gitu sayang!", jelas raisa yang dapat dimengerti leonard dengan IQ tingginya.
"Nah kalo fiil amr, fiil madhi, fiil mudhari, isim masdar, fail, dan maf'ul itu apa?", tanya lagi leonard kebingungan.
"Nah gini dulu pinjem buku sama pulpen kita belajar yo", ajak raisa semangat.
Tanpa rasa malu leonard tersenyum berdiri dengan tangan yang masih menggenggam tangan raisa, Raisa duduk di kursi kerja leonard yang mana leonard berada di kursi tepat di sampingnya.
"Nah untuk belajar sharaf (shorof), kita kenalan dulu sama fi'il nih, fi’il itu sebuah kata yang memiliki arti dan terikat oleh waktu, fi’il kalo kata ahli bahasa arab kontemporer, seperti fu’ad nikmah, begini, fi’il adalah semua kata yang menunjukkan suatu kejadian pada waktu tertentu, gini aja deh biar gampang di pahami, sebut saja fi’il adalah kata kerja atau predikat dalam tata bahasa indonesia", ucap raisa berusaha menjelaskan.
Leonard mengangguk mengerti dan terus memperhatikan penjelasan raisa.
"Sayang kayanya bakal sulit deh kalo di jelasin kaya gini, gimana kalo belajar dari kitabnya aja?", tanya raisa bersemangat.
Leonard mengangguk dan tersenyum lembut, "oke, nah kalo besok aku tulis dulu kitab pertamanya yaitu jurmiyyah, biar besok malam kita bisa lanjut belajar, ingat ya kak kalo fi'il ada tiga jenis dan fi'il itu adalah kata kerja yang terikat waktu", ucap raisa mengingatkan melihat pekerjaan suaminya di sebuah note membuat dirinya mengurungkan niat untuk mengajari sang suami.
"Iya sayang, aku tahu", leonard mengelus lembut kepala raisa yang tertutup kerudung.
"Aku masak dulu deh, kakak semangat kerjanya!", ucap raisa menyerahkan note di hadapannya ke pada leonard.
Leonard menarik lengan raisa hingga tersungkur di dadanya, "kamu berhenti ngajarin gara gara lihat note?", tanya leonard penuh rasa penasaran.
Raisa mengangguk tidak membantah, leonard tersenyum kaku dengan rasa bersalahnya, tidak seharusnya waktu berdua itu di ganggu oleh pekerjaan, "gak papa sayang itu buat minggu depan", ucap leonard mengangkat tubuh raisa menaikannya ke atas pahanya.
"Feet.. Ya sudah ayo kita masak", leonard mengangkat tubuh mungil itu ke dapur, raisa sangat senang di perlakukan bagaikan ratu oleh suaminya, dan bahkan menjadi lebih dan lebih mencintai suaminya.
Canda tawa tergerai begitu saja, memasak pun tak terasa hingga selsai mereka masih bersenda gurau.
"Makannya yang banyak sayang", leonard menegur raisa yang mana di lihatnya tak pernah makan banyak.
"Gak mau banyak banyak sayang, sedikit aja yang penting berkah", raisa nyatanya berbohong dia memiliki penyakit gagal jantung yang mana memaksanya untuk tidak makan terlalu banyak karena akan mengakibatkan sesak nafas setelahnya.
Leonard mengangguk mengerti meski dirinya tidak tahu bila raisa melakukan itu karena penyakitnya, saat hari kian menjadi malam kegiatan tongkat sakti pun terulang, leonard enggan melakukan hubungan suami istri itu secara berlebihan karena melihat fisik istrinya yang nampak amat kelelahan.
Di ⅓ malam kini sudah menjadi kebiasaan bagi mereka berdua untuk menghadap kepada sang pencipta, suasana hening dengan riak air di pantai yang terasa damai menyajikan kekhususan tersendiri bagi raisa dan leonard, keduanya kini saling memiliki dan sudah pasti saling mencintai.
Keesokan paginya raisa menulis tangan kitab jurmiyyah untuk di hafalkan oleh sang suami, kegiatan belajar mengajar berlanjut selama beberapa hari hingga leonard dapat menghafal begitu banyak kitab dengan sangat singkat, hingga akhirnya hari hari berlalu dengan kegembiraan dan canda tanpa henti, setiap satu minggu sekali ajudan leonard akan datang untuk membersihkan dan merapikan area taman hijau sekaligus mengantar perlengkapan bos besarnya leonard.
Bersambung...
Sedikit informasi beberapa jenis kitab yang biasanya di pelajari dalam ilmu nahwu yang dipelajari leonard di atas adalah.
1. Al-Ajurumiyyah (Muhammad bin Dawud as-Shonhaji).
2. Al-Imrithiy (Syarafuddin Imrithii).
3. Alfiyah (Ibn Malik) dan Syarah Alfiyah (Ibnu Aqil).
4. Qawa'id al-Lughah al-Arabiyyah (Fu'ad Ni'mah).
5. Jami' al-Durus al-Arabiyyah (Syaikh Al-Ghulayainiy).
6. Al-Arabiyyah li al-Nasyi'in (Mamlakah Su'udiyyah Arabiyyah).
7. Silsilah al-Ta'lim al-Lughah al-Arabiyyah (Jami'ah Ibn Su'ud).
8. Mudzakkirah fi al-Nahwi wa al-Sharfi (Jami'ah Islamiyah Madinah).
9. Jawahir al-Balaghah.
10. Jawhar Maknun (Imam Akhdhoriy).
11. Al-Balaghah wa al-Naqd (Mamlakah Su'udiyyah Arabiyyah).
12. Nushush al-Adabiyyah (Mamlakah Su'udiyyah Arabiyyah).
13. Jam'u al-Mu'allaqat min al-Asy'ar al-Jahiliyyah.
Dalam dunia nyata semua kitab di atas mustahil di pelajari dalam satu atau dua bulan jadi ini hanya pengandaian saja.