Hijrah & Hapidzoh

Hijrah & Hapidzoh
Percobaan pembunuhan



Leonard membawa raisa ke sebuah pusat perbelanjaan yang memang agak jauh, raisa meringkuk malu menyembunyikan wajahnya saat di tempat ramai seperti itu leonard masih menggendongnya, semua orang memandangi mereka dengan tatapan kagum.


"Mau beli apa sayang?", leonard bertanya setengah berbisik amat gemas dengan tingkah raisa yang malu.


"Astagfirullah hal'azim, kak aku lupa bawa uang", raisa yang memang tidak menggunakan sandal melonjak berdiri di hadapan leonard.


"Ck, aku suami kamu tahu!, masih mikirin uang!", leonard kesal tapi khawatir saat raisa melonjak tiba tiba.


Leonard melihat troli belanjaan dia menggusur troli itu ke hadapan raisa, "ayo belanja!", leonard tersenyum sekilas dan memegang tangan raisa, raisa mengambil barang barang keperluannya seperti pembalut, jamu nyeri haid, daleman, dan beberapa gamis, dia juga tak lupa membeli perlengkapan suaminya yang kemungkinan habis dan barang yang tidak ada di rumah, selain itu raisa juga membeli perlengkapan dapur dan sayuran.


Leonard mengekor dengan troli baru karena dua troli sebelumnya sudah penuh, "cukup gak uangnya?", raisa mendengklengkan wajahnya dengan senyum manisnya.


"Mau beli mall ini juga cukup sayang!, masih banyak?", tanya leonard mengangkat alisnya.


"Heheh, udah kok!, cuma tinggal beli pot sama bibit bunga aja!", ucap raisa yang tidak sabar ingin menghias rumah barunya.


Leonard terkekeh melihat kelakuan istrinya dengan senyum indah di bibirnya, "ya sudah ayo!", leonard tak menyadari lagi bila istrinya tidak mengenakan alas kaki, hingga raisa merasa keram di kakinya.


"Kenapa sayang?", leonard mendekat melihat raisa yang tengah mengurut kakinya yang tertutup rok batik span.


"Keram!", raisa nyengir, leonard menepuk jidatnya melihat kaki raisa yang tanpa alas.


"Kenapa gak pake sandal?", leonard bertanya sembari memegang kaki istrinya yang terasa dingin.


"Ya kan tadi langsung di gendong, gak sempet pake sandal atau sepatu", raisa mengadu adu dua jari telunjuknya, leonard kembali menepuk jidatnya atas keteledorannya sendiri, dia juga terkekeh dengan tingkah raisa yang tidak sama dari biasanya, mungkin karena statusnya sebagai istri yang membuatnya tidak memberikan jarak pada suaminya.


Leonard melihat barang barang yang sudah terkumpul, "kamu tunggu disini", leonard memberikan belanjaannya ke kasir untuk di hitung dan segera kembali ke arah raisa, raisa nampak tengah duduk dengan baik, hingga seorang pria menghampirinya.


"Loh kok sombong banget!", pria itu meraih tangan raisa, raisa berontak namun tenaganya yang kecil dia tidak sebanding dengan pria itu.


Bugh.. Sebuah jotosan berhasil menimpa wajah pria itu, raisa berlari ke arah pria yang memberikan jotosan yang tidak lain adalah suaminya sendiri, leonard melihat sekilas tangan raisa yang memerah, leonard naik vitam dia kembali memegang kerah baju pria itu dan mengucapkan sebuah kata kata kasar, "berani nyentuh wanita gue!, siap siap lo terima akibatnya!", ucap leonard melemparkan pria tersebut dan kembali pada istrinya.


"Sakit gak?", leonard melihat tangan raisa yang memerah, beberapa orang berkerumun, namun tidak disangka leonard, pria itu ternyata membawa sebilah senjata tajam berupa pisau lipat, pria itu mengarahkan pisau itu ke arah leonard dan akan menusuknya, beberapa orang berteriak, raisa melihat gelagat pria tersebut dan langsung melindungi tubuh suaminya dengan tubuhnya sendiri, namun leonard yang memang jago berkelahi memegang tangan pria itu saat tinggal beberapa senti pisau itu mengenai tubuh istrinya, leonard mematahkan pergelangan tangan pria tersebut hingga pisau yang di pegangnya terjatuh, beberapa pihak keamanan datang.


"Bawa dia ke kantor polisi atas dasar percobaan pembunuhan, saya akan seret kamu ke penjara!", ucap leonard menunjuk ke arah pria yang masih meringis.


Mata raisa masih tertutup dengan tangan bergetar memeluk suaminya, leonard menatap wajah istrinya yang tidak memikirkan nyawanya sendiri, bahkan dengan bodohnya membiarkan tubuhnya sendiri sebagai tameng.


"Sudah tidak apa apa sayang", beberapa orang mengerubuni mereka.


"Nih minum dulu mba, pasti syok banget!", seorang wanita yang tengah hamil menyodorkan air minumnya pada raisa, raisa berbalik melihat wanita tersebut dengan perut buncitnya yang di sebelahnya ada sang suami yang siaga.


"Terima kasih", raisa mengambil air mineral itu dan meminumnya hingga habis, leonard tersenyum simpul.


"Terima kasih!", ujar leonard dia meraih pinggang istrinya.


"Maaf nih, apa ini leonard youtuber terkenal itu ya?", seorang wanita dengan khas emak emak menatap tajam ke arah leonard, leonard mengangguk membenarkan.


"Waah ini istrinya?", seru beberapa orang penasaran.


"Dari tadi ingin menyapa tapi takut salah orang, cantik sekali istrinya!", puji yang lainnya menimpali, raisa tertunduk malu dengan wajahnya yang bersemu kemerahan.


Bersambung...