
Atikah menemani raisa di kamar sedangkan bunda elfie kembali ke bawah bersama leonard membiarkan menantu dan calon menantunya bersenda gurau.
"Gimana masa pingitan afifah?", tanya raisa penasaran karena tak lama lagi afifah akan menikah dengan farhan.
"Lancar!, cuma aku capek bu bos, kerjanya jadi dobel, dan lagi aku udah pamit juga dari pondok dan habis mindah mindahin barang ke kamar kamu di toko, untung ada si setan yang bantuin", keluh atikah.
"Feet... Setan?, calon suami di panggil setan", raisa terkekeh yang mana mereka memang sering beradu informasi melalui telpon sebelumnya.
"Ck, dia itu mahluk menyebalkan dengan banyak tipuan bak setan dengan modus yang gak abis abis", cacar atikah menjelekan nathan.
"Shuut, jangan gitu!, dia seperti itu juga karena ke kamu", raisa tersenyum lembut.
"Iya iya ca, aku awalnya mikir dia itu cowok nakal tukang sosor tapi ternyata bukan, dia gak pernah apa apain aku tapi posesifnya hadeeeh pusing aku ca!", atikah lagi lagi mengeluh dengan sikap nathan.
"Ya dia lakuin itu juga karena sayang buat apa pusing?", raisa membela nathan.
"Ya lah tapi aku ini si manusia bebas, gila di tekan gini serasa jadi burung dalam sangkar", atikah memijit keningnya yang terasa berdenyut.
"Ya jangan di anggap gitu lah, kalo nganggapnya gitu pasti sampe kapan pun akan terasa gak nyaman, tapi coba deh kamu ambil hikmahnya dia lakuin itu juga demi kebaikkan kamu", raisa menasehati atikah.
"Ya, aku heran ke kamu loh ca!, kenapa kamu betah di sini dan setelah menikah kamu gak pernah keluar dari pulau ini bukannya keteken ya kalo kaya gitu?", atikah bertanya berharap dirinya tidak di perlakukan sama seperti raisa suatu hari oleh suaminya.
"Kamu itu ya!, aku sudah anggap suami ku sebagai dunia ku, mana mungkin bosan!, gini deh pernah gak kamu sehari penuh di habiskan dengan seseorang dan hanya ber dua?", tanya lagi raisa berusaha memberi pencerahan pada hati atikah yang galau.
"Gak tuh!, aku kalo sama kamu aja palingan cuma bentaran gak seharian penuh", jawab atikah mengangkat bahunya.
"Hmmm.. Pantesan!, malam ini nginep di sini ya please!", raisa memohon dengan mata berbinar.
"Iya, biasa aja dah!, apa sogokkannya?", tanya atikah tersenyum licik.
"Jahat banget minta di temenin pas sakit sama sahabat aja gak mau, sahabat macam apa kamu?", raisa memalingkan wajahnya.
"Iiih apaansi aku cuma bercanda tau!", atikah memeluk raisa lembut penuh kasih sayang.
Pagi itu berlalu dengan banyak tawa, dan siangnya atikah membuat rujak buah dan menyajikannya di tepi kolam di belakang rumah.
"Nah aku udah buat rujak ayo dimakan!", atikah tersenyum menyapa semua orang dan di lihat nathan, leonard, ayah dzikri dan ridwan tengah bermain di kolam, awalnya mereka berencana mandi di pantai namun karena panas mentari yang menyengat mereka mengurungkan niat.
Wajah atikah tiba tiba memanas saat melihat tubuh atletis nathan yang terbasahi air di dalam kolam yang akan menepi menghampirinya.
"Kenapa wajahnya mereh gitu?", nathan menegur atikah yang tengah tersipu malu.
"Apaan si panas tau, kepo banget!", atikah mengelak dan mulai menikmati rujak buatannya bersama raisa dan bunda elfie.
"Than jangan nakal kamu!, lihat tuh atikah sampe malu gitu!", sela bunda elfie terkekeh lembut di samping raisa.
"Malu?, kamu malu?", nathan semakin menggoda atikah.
"Duuuh enaknya, meski mangga muda asem jadi rasa manis kalo kamu yang nyuapin", nathan menggoda atikah dan sontak saja wajah gadis tomboy itu tersipu.
"Feet.. Kalian manis banget!", bunda elfie semakin terkekeh melihat keduanya.
"Iya bunda!", raisa tersenyum melihat suaminya yang nampak tengah berenang dengan ridwan.
Leonard tersenyum menatap istrinya, menghampiri dan diam di tepi kolam, "mau berenang sayang?", ajak leonard tersenyum lembut.
Raisa menggeleng, "lemes sayang yang kemarin aja masih terasa sakitnya", raisa mengingat kejadian kemarin saat dirinya belajar berenang bersama leonard.
"Hmm.. Yaudah aku juga udahan dulu", leonard bangkit dan keluar dari kolam mengenakan handuk dan mendekat ke arah raisa.
"Emang gak asem?", leonard yang melihat raisa yang lahap memakan mangga muda, bengkuang, dan belimbing.
"Enggak, mau coba?", raisa menyuapi suaminya dan sontak saja leonard menyipitkan matanya dengan ekspresi yang aneh.
"Asem sayang!", leonard menggenggam tangan raisa dan mengusap perut raisa yang masih rata.
"Baik baik ya sayang di dalam, jangan nakal!", leonard mengecup perut raisa yang tertutup kerudung dan pakaian.
Raisa tersenyum dan mengusap penuh sayang lengan leonard, "besok kita periksakan ke dokter ya?", ajak leonard.
Raisa mengangguk setuju dan tersenyum lembut, "besok kita periksakan, bunda punya kenalan dokter kandungan yang cukup bagus di RS ukhti", ucap bunda elfie menerangkan, raisa mengangguk setuju.
Suasana sore nampak indah nan permai dengan burung camar yang berterbangan dan warna jingga kemerahan.
Atikah terdiam di bibir pantai kaki indahnya menikmati hempasan ombak di kakinya, angin menjadi alunan musik membuat kerudungnya menari, dia melihat nathan yang terdiam di dekat pohon kelapa, "ngapain dia di sini, ganggu aja", atikah terus melangkahkan kakinya pura pura tak melihat nathan.
Mata atikah tiba tiba terbelalak saat melihat kerang mutiara di tepi pantai, dia merasa aneh mengapa ada kerang mutiara di pantai, biasanya kerang mutiara akan hidup di kedalaman tertentu di dalam laut, "wah beneran kerang mutiara!", mata atikah berbinar dan mengambil kerang itu.
Namun dari belakang nathan mengambil kerang tersebut dan menyembunyikannya, "biar aku yang simpan!, kamu teledor orangnya!", nathan tersenyum dengan kemejanya yang tertempa angin di belakang atikah.
"Ck setan!, itu punya gue!", atikah berusaha mengambil kerang tersebut dan dengan cepat nathan berlari dan di selangi oleh atikah yang berlari mengejar nathan, sesi kejar kejaran tak terelakan.
Raisa dan leonard yang melihat mereka berdua dari balkon kamarnya tersenyum lembut, leonard akhirnya memikirkan ide licik untuk menjebak nathan dan atikah untuk terus ber duaan, "sayang malam ini kita berangkat ke apartemen ya?", leonard mengelus kerudung istrinya yang begitu terasa harum, raisa mengangguk dan mengecup pipi suaminya sekilas, "hmmm.. Udah mau main ya?, mulai nakal nih!, ayo ke dalam!, biar aku jenguk si dede di perutnya!", ucap leonard menggoda raisa.
Raisa berontak dan turun dari pangkuan suaminya, "tahan sayang ini masih siang kita sholat magrib dan isa dulu ih", raisa merengek yang membuat leonard gemas dan mencubit hidung manis istrinya.
"Iya sayang!, kita siap siap dulu sekarang!", ujar leonard merapikan kamarnya dan mengambil air wudu.
Seluruh orang yang ada di rumah tersebut melakukan sholat di kamar masing masing, leonard menginformasikan tentang dirinya dan sang istri yang akan berangkat malam ini, di malam hari ayah dzikri mengendarai capung besi bersama seluruh anggota keluarganya meninggalkan pulau tersebut.
Bersambung...