
Terlihat seorang wanita dua puluh tiga tahun tengah memasak sarapan di dapur apartemen miliknya yang sudah ia beli melalui kerja kerasnya sendiri. Apartemen yang sudah menemaninya empat tahun yang lalu dan sampai sekarang. Tidak besar dan tidak terlalu kecil.
"Mami." panggil seorang balita yang baru berusia sekitar tiga tahun dengan suara lucunya. Biarpun baru berusia tiga tahun tetapi bocah itu sudah lancar berbicara. Hanya saja ia belum fasih mengucapkan huruf R dan huruf S.
"Lho, udah bangun, sayang. Papa dimana?" tanyanya sambil melihat ke bawah dimana balita tersebut berdiri.
"Papa lagi mandi, Mi."
Wanita tersebut langsung mematikan kompornya saat sarapan yang ia buat telah matang. Ia pun berjongkok untuk menggendong balita tersebut dan mendudukkannya di atas kursi khusus balita.
"Rega lapar?" balita yang dipanggil Rega tersebut mengangguk polos.
"Yaudah, tunggu bentar ya. Biar Mami ambil buburnya dulu. Jangan kemana-mana!" peringatnya. Ia pun langsung menuju ke arah dapur untuk mengambil bubur yang telah ia masak pagi-pagi tadi.
"Nihhh, buburnya." ucapnya sambil membawa semangkuk bubur dengan aneka ragam sayur di dalamnya.
"Yeyyyyy." Rega langsung bersorak ria sambil bertepuk tangan.
"Enak?" tanyanya saat menyuapkan sesendok kecil bubur ke dalam mulut Rega.
"Lagi Mi lagi." ucap Rega.
"Makan yang banyak ya, sayang. Biar cepet gedenya. Supaya nanti ada yang jagain Mami." Rega hanya menganggukkan kepalanya sambil menatap polos wanita itu.
"Wuihhh, anak Papa pagi-pagi udah sarapan aja." seru seorang pria yang baru saja keluar dari kamarnya dengan pakaian yang sudah rapi.
"Iya, dong. Kan Rega mau cepet gedenya biar nanti Mami ada temen ngobrolnya." jawab wanita itu.
"Udah rapi aja, Dek?" tanyanya.
"Hehe, iya, Kak. Soalnya ada kelas pagi." jelasnya.
"Oooo gitu. Yaudah, kamu sarapan gih. Sarapannya udah ada di atas meja."
"Kakak memang the best." balasnya sambil mengancungi jempol.
"Ada maunya." balasnya sambil menatap sengit.
"Wahhh, buburnya udah abis nih. Rega hebat." pujinya saat Rega yang baru saja menghabiskan suapan terakhirnya.
"Kan bial ada yang jagain Mami dali penjahat-penjahat." balas Rega.
"Duhhh anak Mami udah pandai ya. Jadi gemeshh deh..." ucapnya sambil mencubit kedua belah pipi Rega hingga balita itu kegelian.
"Ahahahaa... Mami udah Mi. Lega geli, gak kuat..." balas Rega sambil tertawa saat Mami nya menggelitiki perutnya.
"Mami nakal, Pa. Maca Lega di gelitikin. Kan geli." adu Rega.
"Masa sih Mami yang nakal? Bukannya Rega ya yang nakal." Rega menganggukkan kepalanya polos.
"Udah jam segini. Aku pamit dulu ya, Kak. Takutnya nanti telat. Bisa abis di omelin dosen kalo aku telat."
"Yaudah, kalo gitu hati-hati di jalan ya."
"Iya, Kak."
"Rega, Papa sekolah dulu, ya. Kamu jangan nakal sama Mami. Jangan lupa nanti bobok siang." ucapnya sambil mengelus rambut hitam Rega.
"Iya, Pa. Lega gak nakal kok. Lega bakal jagain Mami." balas Rega antusias.
"Anak pinter. Papa pamit dulu ya. Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumsalam." ucap wanita itu yang di barengi suara cadel Rega ketika mengucapkan huruf S.
"Nahhh, Papa udah berangkat sekolah. Sekarang kita..."
"Mandi..." sela Rega teriak dengan antusiasnya karena bocah berusia tiga tahun itu sangat menyukai air.
"Ayokk, kita mandi biar wangi." wanita itu langsung membawa tubuh Rega kedalam gendongannya.
...***...
Ting tong
Suara bel apartemen berbunyi. Wanita yang asik tengah membacakan dongeng untuk Rega pun memberhentikan aktivitasnya saat mendengar suara bel apartemennya berbunyi.
Ia melirik ke arah Rega yang berbaring di sampingnya yang sudah memejamkan matanya entah sejak kapan itu. Setelah memastikan Rega terlelap dengan nyanyak akhirnya ia bangkit dari kasur dengan hati-hati karena ia takut akan membangunkan si kecil yang baru saja tertidur.
"Iya, sebentar." teriaknya.
"Ehhh, Lora." ucapnya saat baru saja membuka pintu dimana di sana telihat sahabat yang telah menemani hari-harinya di negara London. Dia adalah Loransa Gabriellee. Wanita yang berasal sama seperti dirinya yaitu Indonesia.
"Yuk, masuk. Rega baru aja tidur." ajaknya yang diikuti oleh Lora di belakangnya.
"Makasih, Zee."
...🐼🐼🐼...
...----------------...