Hidden Secrets Love

Hidden Secrets Love
HSL 12. TOD 2



"Truth or Dare?"


Zee menimbang-nimbang pertanyaan sahabatnya. Ia tidak mungkin akan memilih 'Truth. Jika ia memilih itu sudah di pastikan sahabatnya akan menanyakan hal-hal yang di luar nalar.


Bismillah


"Gue pilih Dare." jawab Zee.


"Wowwwww." langsung saja jawaban Zee mendapat tepukan tangan dari Elsa.


"Jangan yang sulit-sulit ya." pinta Zee.


"Enggak kok, beb. Tenang aja ini gak akan sulit kok. Ya gak, Van." balas Elsa dengan mengerlingkan mata nya ke arah Vani.


"Hooh, santai aja. Contohnya gue nih. Gagal karna gak di kasih nomor WhatsApp." seru Vani kesal di akhir kalimatnya saat mengingat-ingat kejadian tadi yang terjadi.


"Tantangannya adalah..." ucap Elsa sengaja menggantungkan kalimatnya.


"Lo harus foto sama Zayn. Dengan syarat harus upload di Instagram masing-masing dan lo harus nge-tag Instagram Zayn."


"Mudah kan?" tanya Elsa tanpa rasa bersalah sedikitpun.


Zee menghembuskan nafasnya kasar. Sudah ia duga sahabatnya itu akan melakukan segala cara.


"Gak harus pake tag segala kali, Sa." bantah Zee.


"Eitsss. Gak boleh komplen." balas Elsa.


"Zayn, gak boleh nolak ya. Temenin hukumannya Zee." sela Renzy saat melihat Zayn yang baru akan membuka suaranya.


"Yaudah yuk." Elsa, Vani, dan Renzy terlihat sangat antusias. Mereka pun menunjuk ke arah ruangan yang tidak jauh dari meja mereka. Di sana adalah tempat biasa orang-orang sekedar berfoto bersama pasangan maupun keluarga.


Mereka berlima langsung bangkit dari duduknya dan menuju tempat di sana yang seperti taman buatan tapi di dalam ruangan. Di dalam ruangan tersebut pencahayaannya tidak cukup terang alias minim. Di dalam sana juga terdapat tempat seperti panggung. Tempat itulah biasa orang berfoto ria.


Zee dengan malas menaiki tempat yang tingginya hanya sekitar lima meter itu yang di ikuti oleh Zayn.


"Siap?" tanya Renzy yang entah sejak kapan sudah ada kamera di tangannya. Memang ini seperti sudah di rencanakam secara matang. Pikir Zee.


"Yang bener dong pose nya. Masa jauhan gitu. Deketan dikit napa!" seru Vani.


Zee dengan malas bergeser sedikit mendekati Zayn yang berdiri mematung di tempatnya.


"Masih jauhan itu. Ngerti gak sih kata deketan itu gimana." Elsa yang sudah greget langsung mendekati mereka berdua dan langsung memperbaiki pose mereka.


"Nahh gitu. Gak usah gerak dulu!" pinta Renzy yang mengarahkan kameranya.


Cekrek


Satu gambar berhasil di ambil.


"Zee! Ada ulat di kaki lo. Gede banget." teriak Vani yang tau bahwa Zee sangat tidak suka dengan yang namanya ulat.


Langsung saja Zee merapatkan tubuhnya ke arah Zayn dengan tangannya yang memeluk lengan kiri Zayn.


Seakan tersadar dari posisi mereka, Zee mendongkakkan kepalanya ke atas untuk melihat wajah Zayn. Zayn juga menunduk sedikit ke bawah karena tinggi badan Zee hanya mencapai bahunya saja.


Cekrek


Dua gambar yang di ambil oleh Renzy. Senyuman Vani dan Elsa tidak pernah luntur sedari tadi saat melihat tingkah lucu dari pasangan tersebut.


Selesai berfoto dengam beberapa pose. Kini mereka sudah duduk di tempatnya tadi. Entah sudah berapa foto yang Renzy ambil tanpa sepengetahuan keduanya.


Kini mereka sedang memindahkan foto-foto tersebut ke ponsel Renzy. Setelah memindahkan semua foto tersebut, Renzy segera mengirim foto tersebut kepada Zee dan Zayn melalui WhatsApp pribadi mereka masing-masing.


"Foto-foto udah. Trus sekarang tinggal langkah terakhir. Ayok Zee, lo pasti bisa!" ucap Elsa antusias.


"Berapa foto?" tanya Zee yang masih mengotak-atik ponselnya.


"Emmmm... Empat aja deh." Zee ingin merutuki mulut sahabatnya itu. Zee sangat menyesal sudah bertanya tentang itu.


"Nama Instagram Zayn itu Z_Zyn." seakan tau apa yang di pikirkan Zee, Renzy langsung memberi tahu.


Zayn segera menghidupkan ponselnya dan membuka aplikasi Instagram miliknya.


"Udah."


Zee yang mendengar itu langsung meng-upload foto tersebut. Tidak lupa ia juga menge-tag akun Instagram Zayn tanpa menuliskan caption apa-apa.


Followers Zee yang mencapai satu juta tersebut seketika di banjiri kolom komentar. Di tambah followers Zayn yang tidak jauh beda dari Zee. Banyak orang yang penasaran dengan foto tersebut. Tidak menyangka Zee yang akan meng-upload foto dirinya bersama seorang pria dengan gaya yang cukup menarik perhatian banyak orang.


"Noh, udah. Puas lo?!" ucap Zee sambil memperlihatkan layar ponselnya.


"Hehe... Puas kok, beb." balas Elsa sambil nyengir.


"Males banget gue jadi bahan pembicaraan orang ramai." keluh Zee.


"Ya gak pa-pa lah. Sekali-kali gitu."


"Biar impas. Gimana kalo kita foto bareng-bareng?" ajak Renzy.


"Oke lah."


"Mbak. Sini deh!" panggil Renzy lagi kepada Waitress tadi.


"Kenapa lagi, Dek?" tanyanya.


"Hehe... Tolong fotoin kami ya, Mbak. Nih kameranya." Renzy menyodorkan kamera yang ia pegang. Waitress itu hanya menuruti apa kata keponakan bosnya.


Mereka pun berfoto-foto dengan banyak pose kemudian meng-upload di Instagram nya masing-masih dengan caption yang beragam.


Beda halnya dengan Zayn. Pria itu juga sibuk dengan Instagram miliknya yang seketika menjadi rusuh akibat foto dirinya bersama Zee saat gadis itu men-tag akun Instagram nya. Ia sibuk membalas kolom komentar dari para sahabatnya.


"Udah sore. Pulang yuk!" ajak Vani.


"Iya nih. Gak kerasa banget. Perasaan baru berapa menit kita main." celetuk Renzy.


Saat mereka sudah berada di parkiran. Elsa langsung menaiki motor Vani.


"Zee, lo balik sama Zayn ya. Dadahhhh." teriak Elsa dengan Vani yang langsung melajukan motornya meninggalkan Zee, Zay, dan Renzy yang masih berada di sana.


"Hehehe... Gue balik dulu ya, Zayn. Udah di telfon nih sama Mama. Jangan lupa lo anterin anak orang tuh." tunjuk Renzy ke arah Zee. Renzy langsung berlari ngibrit menuju motornya dan langsung meninggalkan pasangan tersebut yang masih mematung di tempatnya berusaha mencerna apa yang barusan terjadi kepada mereka. Dan ulah ini adalah ulah para sahabatnya.


"Ekhemmm... Yuk balik. Gue anterin." ucap Zayn sambil menaiki motornya.


"Naik!" pinta Zayn. Sementara Zee hanya melongo di sana.


"Heiii, Zee. Mau balik nggak? Kalo enggak gue tinggal nih sendirian."


"Ehhh." sentak Zee kaget.


"Iya, iya. Bentar." Zee langsung duduk di belakang Zayn.


Di perjalanan hanya ada suara kendaraan yang lalu lalang di sekitar mereka. Entah apa yang ada di pikiran mereka masing-masing.


Tanpa di duga rintik-rintik hujan mulai turun membasahi muka bumi. Yang mulanya rintik-rintik kini berubah menjadi lebat.


Zayn menghentikan motornya di sebuah halte di mana di sana banyak orang yang sedang menunggu kendaraan umum dan ada yang sengaja berteduh untuk sekedar melewatkan hujan lebat. Mungkin hujannya tidak awet. Pikir mereka.


Beruntung Zee memakai pakaian berlengan panjang. Tetapi itu tidak menutup kemungkinan Zee kedinginan karena baju yang ia pakai tersebut sangat tipis. Beruntung juga baju yang ia pakai tersebut berwarna hitam. Apa jadinya kalau baju yang ia pakai tersebut berwarna putih atau warna yang terang apabila terkena air hujan akan tembus pandang.


Sedangkan Zayn memakai sweater yang ia lapisi dengan jaket tebal miliknya. Mereka pun duduk berdampingan yang berimpitan bersama orang-orang yang berada di halte tersebut.


Tiba-tiba datang seorang yang menyapa Zayn dan menghampiri mereka.


"Hai, Zayn."


...🐒🐒🐒...


...~Happy reading~...