
Tiga hari ini sudah berlalu, Grizelle dan Rezvan tampaknya tidak ada yang ingin mengalah. Keduanya masih terus perang dingin, tidak ada yang sapaan pagi hari, tapi Grizelle masih menyiapkan segala keperluan Rezvan.
"baju udah aku siapin tinggal mandi, turun dan sarapan" ucap Grizelle acuh, sebenarnya ia sangat merindukan suaminya baru kemarin rasanya iya manja manja dengannya tapi tiga hari ini semuanya rasanya berubah.
"Zelle, kamu betah diem dieman gini?" tanya Rezvan tiba tiba, Grizelle yang hendak melangkah keluar itu langsung menoleh pada Rezvan.
"menurutmu?" kesalnya lalu berlalu begitu saja.
Rezvan yang tadinya hendak mengakhiri perang dingin ini merasa usahanya percuma kalau sudah begini, istrinya memang begitu kalau sudah marah susah baliknya. Tapi dia melakukan semua ini juga untuknya kok apa yang salah, kenapa akhir akhir ini Rezvan merasa selalu serba salah. Masalah Sam memang sudah ia atasi, ia mengurungkan niatnya untuk menarik semua investor investor di perusahan Sam dia hanya menarik investor yang memang begitu sangat berpengaruh sehingga perusahaan itu mengalami anjlok yang begitu drastis. Semua yang ia lakukan semata mata hanya karna Grizelle sama sekali tak menyukai tindakannya ini.
*di kantor
Rezvan yang sedang berkutat dengan laptopnya menyelesaikan berkas berkas yang ada dimeja tiba tiba ada seorang yang mengetuk pintunya.
tok tok tok
"masuk" ucapnya.
"permisi pak ada tamu" kata sekretaris nya itu
"suruh masuk aja" jawabnya lagi yang sama sekali tidak menoleh kearah sumber suara.
"baik pak" kemudian ia keluar dari ruangan itu
"Rezvan Parvis" suara yang tidak asing baginya, memecah fokus pada pekerjaannya
"ngapain pake acara kesini, oh aku lupa udah bangkrut jadi lebih senggang waktumu" sinis Rezvan
"jangan sombong dulu kau, aku tidak akan mungkin segampang itu kau hancurkan Van, yang ada malah kamu sendiri yang hancur" ucapnya tak kalah sinis, ya dia memang Samuel siapa lagi kalau bukan dia.
" aku masih berbaik hati kali ini tidak menghancurkan semua aset perusahaanmu Sam, lalu ada urusan apa kau kemari mengganggu saja" sarkasnya
"aku kemari hanya ingin memastikan saja kau masih benar punya hati atau tidak, awalnya aku berniat balas dendam tapi kupikir itu tidak perlu, aku lihat dari kemarin kejadian di teras rumah sudah membuatku sedikit puas, kau dan Grizelle bertengkar kan?" katanya memancing emosi Rezvan
"jangan sok tau kau" katanya lagi
"jaga ucapanmu Sam man mungkin dia perduli denganmu yang hanya sebatas mantan suami, jangan mimpi kamu, dia hanya masa lalumu begitu pun sebaliknya, dan sekarang kau sudah ada istri sebentar lagi dia juga melahirkan jadi jangan ikut campur urusan rumah tangga orang. Keluar kau dari sini sebelum aku perintahkan security ku!!" kesal Rezvan
"aku akan keluar, tapi lebih baik kau pastikan dulu perasaan Grizelle padamu, dari pada nantinya kamu bertepuk sebelah tangan" ucapnya sembari keluar dari ruangan Rezvan
kedatangan Sam memang hanya untuk memprovokasinya agar hubungan diantara keduanya sedikit goyah, bukan karna dia masih mengharapkan Grizelle kembali padanya tapi ini caranya untuk membalas perbuatan Rezvan. Dia paham betul karakter mantan istrinya itu, apa lagi dari kejadian kemarin dia melihat perubahan pasangan itu, membuatnya semakin yakin untuk memporak-porandakan rumah tangga Rezvan. Karena jika harus menghadirkan perusahaan Rezvan untuk saat ini ia sama sekali tidak memiliki kekuatan sama sekali.
Didalam ruangannya Rezvan terus saja memikirkan apa yang Sam katakan tadi, ia terus saja menimbang kebenaran dalam ucapannya, hingga akhirnya tak terasa jam pulang kantor pun tiba. ia bergegas membereskan file file dan berkas berkas yang baru saja ia kerjakan, dan beranjak keluar.
bughh
Tak sengaja ia menabrak seseorang,
lagi lagi aku menabrak batinya
"maaf" katanya pada Rezvan
"kamu, ngapain disini?" ucapnya sedikit kaget dengan orang yang ditabraknya tadi.
"aku kerja disini" ucapnya singkat
"sejak kapan?" tanya lagi
"satu Minggu yang lalu Van" ucapnya, seolah ia begitu akrab dengan orang yang ada didepannya ini.
"senang bertemu denganmu lagi" kata Rezvan
"gimana kalo kita ngopi dulu, ini jam pulang kantor kan? kebetulan aku ngga ada janji" katanya lagi.
"baiklah" jawabnya menyetujui ajakan orang itu.
nahh penasaran kan, siapa nih orang? cowo apa cewe? terus gimana Grizelle nih masih didiemin aja? pokonya tunggu terus, jangan lupa komentar, vote aku, juga like yah, kalian berharga buat aku