
Rezvan pov
apa apaan dia ini aku bilang kan kan jelaskan bukan malah jadi seperti ini...
"apa apaan ini sayang dia punya niat punya anak sama kamu huh?" omelnya dengan logat orang Prancis miliknya
"itu tidak akan terjadi sayang, kupastikan itu untukmu" kataku lagi
"besok aku akan membelikan dia obat pencegah kehamilan, aku tidak ingin sampai hari itu benar benar terjadi!" kesalnya
"ya apapun itu lakukan saja, sekarang aku dan dia hanya akan bertahan sampai satu tahun saja, kami dijodohkan karna perusahanku disini sedang koleps aku minta bantuan daddy, tapi daddy malah mengajukan syarat gila, dengan menikahi perempuan itu, tolong kamu percaya padaku" jelasku
"apa kamu tidak sedang berbohong, kamu tidak mengkhianatiku? hubungan ini sudah sangat lama jadi tolong aku tak ingin berpisah darimu Van" lanjutnya lagi sambil memelukku.
"okay biar aku yang menyelesaikanya dengan Grizelle, sekarang kamu istirahat yah" ucapku agar Zemira tak tersulut cemburu, kalau udah cemburu dia bakal susah
aku tinggalkan Zemira sendiri kukejar Grizelle yang sebentar lagi masuk kamarnya, dengan cepat kuraih lenganya dari belakang dia yang kaget hanya pasrah menerima perlakuanku, kudorong ia masuk kedalam kamar, kutempelkan dia ke tembok dekat pintu dan telapak tangan kananku kutempelkan pada tembok agar dia tak bjsa menghindar dariku lagi.
"maksudmu apa dengan ini Grizelle aku hanya minta kamu bilang kita dijodohkan tidak lebih tidak kurang"penekananku denga. marah yang berusaha ku tahan
"kau ini lucu sekali Van untuk apa kau memintaku menjelaskan sedang jika dia percaya padamu tak akan susah mengusiku seperti ini bukankan jelas disurat perjanjian ini huh tak ada yang mencampuri urusan masing masing kurasa kau sudah melanggarnya" katanya acuh
"Grizelle kau ini keterlaluan aku hanya minta bantuanmu, kenapa kau malah mengatakan hal yang jauh diluar kendaliku, kau pikir dengan kamu bilang status kita akan baik" perkataanku makin tak terkontrol nada tinggiku pun seolah olah perlahan keluar
"bukankah benar jika kita ini memang suami istri yang belum genap satu minggu dan kita tak melakukan apapun selama itu, jelas benar tak akan hamil kan? " jawabnya santai,membuatku makin kesal dan makin marah
"jadi kau menginginkanya, memiliki bayi denganku? " kataku sembari menggretak nya dengan mendekatkan wajahku padanya, benar benar aku geram pada sikapnya
"jangan macam macam kamu Rezvan, kau tak ingat mungkin pacarmu masih menunggu, keluar dari sini, atau aku teriak! " sarkasnya
"tak semudah itu Zelle, kau gila kau benar benar merusak hubunganku denganya kali ini jika kau tak menejlaskan dengan benar" aku yang tak tahan akhirnya amarahku mencuat
"Rezvan kau yang gila jika dia benar benar mencintaimu tak perlu dia menginginkanku untu menjelaskannya, karna penjelasan darimu saja cukup"jawabnya sambil berteriak kupikir ini benar benar pertengkaran pertamaku denganya, kuturunkan tanganku dan meraih kunci pintu dan langsung kukunci pintu kamar ini, aku tak mau Zemira tiba tiba masuk.
"aku katamu... kamu Zelle apa susahnya bilang ini perjodohan!"
"Grizelle kurasa aku terlalu lembut padamu sampai kamu tak sedikitpun menghargaiku bahkan hanya sebagai seorang teman saja! " amarahku sambil tangan kiriku menjepit rahangnya
"lepaskan aku Van ini sakit, kau yang gila kau gilaaaaa van, apa susahnya kau jelaskan padanya sendiri kamu egoisss van egoissss, cepat pergi" dia yang sedari tadi tak melakukan perlawanan tanganya kini mulai memukul dada bidangku dan berusaha melepas cengraman tanganku di wajahnya ini.
"tidak"jawabku singkat, rasanya aku marah sekali, memang benar aku sudah jelaskan semua pada Zem tapi entah melihat wajahnya rasanya aku kesal sekali.
"kamu jangan keterlaluan padaku Van kau lupa pernikahan kita cukup satu tahun masa gitu aja kamu gak bisa ngejelasin itu semua" elaknya lagi
"Tidak bisa Zelle kau membuat kesabaranku habis! kamu yang menjebaku kamu yang merencanakan pernikahan ini bukan, kamu yang masuk dikehidupanku, kau pikir aku tak tahu seberapa dekat kamu dengan kakeku dan keluargaku yang lain huh, bisakah perjanjian itu kita singkat menjadi 6 bulan saja" kataku penuh kemarahan dan tentu tak lupa seperti orang marah
"itukah yang kau tahu dariku, seburuk itukah aku dimatamu ini Van, aku tidak seperti itu, jika kamu mau aku menjelaskanya pada Zemira ya aku akan menjelaskannya besok pagi, tapi lepaskan tanganmu ini sangat sakit van" jawabnya
"ini tak sesakit apa yang aku rasakan zelle kamu menghancurkan segalanya, kamu membuatku dalam masalah serumit ini menikah dengan orang yang tak pernah kucinta" cengkraman yang kuberikan makin kencang padanya
"Rezvan cukup ku bilang cukup, kau tak pernah tahu apa yang aku rasakan, kau tak pernah tahu jangan bandingkan masalahmu denganku, kau harusnya tenang aku tak merayumu bahkan mencoba mengahancurkan hubunganmu denganya, bahkan jika kau mau silahkan besok kau mau menikahinya aku akan mengizinkanmu, terserah tapi jangan pernah kau menyudutkanku atau membandingkan lukamu dengan lukaku! " ucapnya dengan mata yang mukai memerah.
"huh seberapa besar masalahmu, kau adalah putri pertama keluarga kaya, kau cantik, dan kupikir kau juga pasti mendapatkan laki laki yang masih singgle diluar sana atau kau menginginkan lebih dari kata 'singgle' menjadi perusak hubungan orang, lalu mendekati keluargaku dan mendapatkan harta dan kenyamanan yang lebih baik lagi apa bedanya dengan wanita penghoda yang ada di club club malam huh" kataku lagi yang begitu menusuk
PLAAAAKKKK
"berhenti jika kamu tak tahu kata 'cukup' aku bukan wanita seperti itu, kamu marah marah padaku hanya karna aku mengatakan hal yang sebenarnya, dan bahkan kamu mengataiku,aku pernah membina hubungan tapi Samm tak pernah melakukan kekerasan fisik padaku"ucapanya cepat lalu membuka pintu yang sudah kukunci tadi dan pergi dengan air mata yang sudah jatuh sedari aku mulai memakinya, apa perkataanku ini sudah diluar batas kenapa amarahku tak terkendali lalu siapa 'Sam' apa dia juga pacarnya, Tunggu kurasa aku ingat nama itu hubungan apa yang pernah mereka jalin. Entahlah, sungguh aku merasa bersalah dan kupikir cengkraman tadi terlalu kencang, aku sendiri tak pernah melakukanya pada Zemira ya Tuhan maafkan aku atas sikapku padanya.
disisi lain sedari tadi pertengkaran mereka yang berada di dikamar Grizelle bisa didengar seluruh maid tak terkecuali Joshep sendiri, kecuali dengan Zemira yang langsung masuk kemarnya setelah Rezvan masuk kamar Grizelle.
"nyonya tuan muda dan nyonya muda habis brtengkar hebat, bahkan aku tahu kenapa nyonya mengirimku kemari" kata seseorang lewat telfonya
"Apaaaa? lalu penyebabnya apa? biar besok aku akan terbang kesana" ucapnya di seberang sana
"pacar tuan muda, dia juga tinggal disini dan pindah tepat dihari dimana mereka datang kemari"ucapnya lagi
"baik aku akan mempersiapkan penerbanganku, tapi ingat jangan beritahu mereka dulu, dan terimakasih informasinya" tutup seorang dari telfon tersebut.
duh kira kira gimana yah kelanjutanya wkwkwkw maaf banyak typoooo guyssss nikmatin aja yah, kalo inget aku ngetiknya lewat hp bukan komputer ingattt, dan lagi maaf cuma dijit dan jangan luma komennnn komenan kalian begitu berharga bagiku