
semua yang kukerjakan hari ini hanyalah mempelajari bagaimana menjadi sekertaris bosku nantinya, dan sekarang jam sudah menunjukan jam lima saatnya pulang. punggungku rasanya pegal semua seharian ini hanya membaca buku panduan kerja,
tak perlu menunggu waktu lama aku sudah siap untuk turun dan pulang.
deeerrt derrrtt
getar handphoneku menandakan seseorang menelfonku nama yang tertera disana adalah
"orang sementara"
benar siapa lagi kalau buka Rezvan
"ya hallo, kenapa?" jawabku
"cepat keluar aku sudah didepan kantormu"katanya datar
"iya sebentar lagi aku kesana"jawabku singkat
langsung aku keluar ruanganku, seklebat aku melihat sesorang yang pernah kujumpai di bandara saat itu, keluar dari ruangan pak bosku, benar belum kukenalkan nama bosku itu yah, jadi namanya adalah Maheswara Grilland, namanya terasa tidak asing dipikiranku tapi ya sudahlah,tadinya aku ingin mengikuti laki laki tadi tapi ingatanku berputar kalau dia sudah menungguku.
selang beberapa menit aku sampai didepan mobilnya, ku ketuk kaca mobilnya mengisyaratkan kalau kalau pintunya dikunci.
"lama.. " kata pertama yang ia lontarkan paduku
"biarin, masalah untukmu?" jawabku
"bagaimana wawancaramu?" huh tetnyata dia bisa tanya juga
"kau tau Van hari ini aku bingung bahkan sangat bingung, aku diberi jabatan menjadi sekertaris, dan lucunya aku tidak melewati tes apapun kurasa ini sudah direncanakan ditambah dia berkata seolah dia bukan atasanku, dan satu lagi dia bilang dia tahu tentangku bahkan sampai hal terkecil dariku, aneh bukan? aku malah jadi ngeri deh" ucapku panjang lebar,
"benarkah, apa besok kau tak usah melanjutkannya saja, ohh aku tahu jangan jangan istriku ini sedang diincar sama pak tua, hahah" ledeknya puas
" oh jadi ceritanya rela ya, ya udah sih ngga masalah siapa tahu nanti dinaikin jabatan dalam waktu sebulan jadi CEO langsung haha" kami pun tertawa bersama kadang sikapnya susah sekali ditebak kadang dia bisa seperti ini dan kadang dia sangat dingin
atau aku menikah dengan orang yang memiliki dua kepribadian ganda.
"gila jabatan" kataku lagi
"kau mau makan apa? aku lapar kita mampir dulu yah" katanya
lalu kami berhenti disebuah restoran bintang lima disini, kami jalan beriringan jadi takan ada yang tahu kalau kami adalah pasangan namun lagi lagi langkahku terhenti larna tertabrak seseorang tapi kali ini tak sampai jatuh hanya saja badanku yang hampir jatuh langsung ditangkap olehnya semacam drama di televisi, karna aku kaget kututup mataku saat kubuka ternyata dia yang saat itu ku temui di bandara.
"kebetulan yang aneh kita bertemu lagi dengan keadaan yang sama lagi lagi aku yang menabrak mu"ucapnya lembut
"benar tapi trimakasih sudah menolongku lagi kalau tidak mungkin aku akan jatuh" ucapku ragu karna untuk kedua kalinya pertemuan kita seperti ini, dan Rezvan sama sekali tak menghiraukan ku lagi awass kamu yah
"ngomong ngomong dengan siapa kau datang kemari?" tanyanya sambil melepaskan posisi kami
"dengan.. " belum selesai bicara dia memotong pembicaraan kami
"denganku," kata Rezvan cepat
"oh jadi kau ini sodara dari tuan Rezvan rupanya, senang bertemu dengan anda tuan" upps ya Tuhan bagaimana jika Rezvan tak mendukungku, dan mengatakan kalau dia suamiku
"oh 'sodara' ku, ternya mengenalmu juga tuan Steven Grilland" ucapnya sini sambil menatap tajam kearahku
"ya kami bertemu saat di bandara ohh atau kau orang yang sama saat itu, maaf karna tak memperhatikanmu saat itu, karna aku begitu terburu buru" jelasnya
"tak masalah bisakan aku membawa 'sodaraku' masuk?" ucapnya sambil menekankan kata sodara
"tentu aku pun harus pulang, selamat malam, dan ya senang bertemu denganmu lagi nona, tapi sebelumnya siapa namamu?" benar sudah dua kali ini kami bertemu tapi tak ada perkenalan antara kami.
"namaku... " lagi lagi belum sempat aku selesai Rezvan memotong pembicaraan kami
"maaf ini hampir habis waktu untuk makan malam, bisakah kami permisi tuan Stev" aneh dia ini mengganggu saja
"ya maaf sudah aku permisi" ucapnya dan melangkah pergi
hanya punggung yang kutatap, dan kurasa dia orang yang sama tadi sore saat aku keluar ruanganku, bahkan stelan kemejanya sangat mirip apakah dia benar orang yang keluar dari ruangan pak Mahes?
"kenapa melamun, gak pernah lihat orang jelek" katanya sirik
"apa sih Van, udah yuk masuk laper nih" kataku
Grizelle pov end
maaf cuma bisa segini semoga puas ya