GRIZELLE

GRIZELLE
25



Aku yang sudah siap untuk pergi ke rumah papah hari ini, menggunakan celana jins warna biru dongker dengan atasan kemeja dan rambut kucir kuda dengan poni menyamping dan polesan make up tipis andalanku, dan Rezvan menggunakan celana jins dan kemeja coklat muda, kami sudah sama sama siap untuk pergi sekarang


"sudah jangan ngaca mulu, gak bakal nambah cantik juga "katanya sedikit mengejeku


"kamu mau jalan dengan wanita yang menyandang status istrimu tapi penampilanya ngga oke huh" jawabku sinis


"lagian kamu didepan kaca udah satu jam loh, bahkan aku sampe ngga ngaca disitu"


"kamar mandi ada kok" kataku singkat dan pergi meninggalkan dia dikamar


saat aku turun mommy sudah di ruang tamu bersama kakek kurasa daddy sudah berangkat kantor


"Grizelle kamu rapih sekali sayang, mau kemana?"kata mommy padaku


"ya mom, tadi Rezvan minta untuk ke rumah papah"


"memang belum berangkat sayang, kan ini juga udah mau jam 8 juga"


"ngga kok mom papa hari ini berangkat jam 10 tadi soalnya udah Grizelle kabari"


"oh kalo gitu nanti hati hati dijalan yah, mana Rezvan kok belum turun"


"gak tau dia lagi pake bedak sama lipstik kali mom"jawabku asal, mommy dan kakek hanya tertawa memdengat ucapanku


"Grizelle kamu ini masih muda tapi pelupa juga yah" katanya yang sedang membawakanku tas slempang warna pinch, pantas saja ada rasa yang hilang sedari tadi, tapi ya boleh lah dia cukup perhatian padaku.


"ya kenapa memang aku masih muda beda dengan mu yang bentar lagi masuk kepala tiga"jawabku yang melupakan kehadiran kakek dan mommy


"kalian ini lucu sekali seperti ABG yang baru pdkt saja, tapi tidak apa kakek senang melihat kalian"celetuk kakek tiba tiba,


"sudah lah kek mom aku sama Grizelle brangkat dulu" kata Rezvan mengakhiri


kami berangkat dengan mobil yang kemarin kami naiki saat kembali dari hotel disini aku mengingat akan rencanaku yang sempat tertunda dulu kupikir ini adalah barter yang cukup menarik dilakukan olehku nantinya.


"ekhem Van aku mau bicara" kataku


"begini kau memintaku untuk pergi bersamamu ke Prancis kan, aku tahu itu semua hanya menutupi ulahmu dibelakang keluarga kan, dan disana kau sendiri akan bertemu kekasihmu jadi agar impas disana aku ingin mulai bekerja disebuah perusahaan juga, lagi pula masa aku punya ijazah kok gak kepakai"jelasku panjang lebar


'sudah kuduga pasti ada maunya'batin Rezvan lagi


"kok diem sih, kan aku udah bilang ini impas"


"ya silahkan bukanya di dalam perjanjian masing masing pihak ngga ada urusanya yah" jawabnya seolah tak peduli


"kupikir aku hanya meminta balasan yang sentipal saja"ucapku sangat lirih


'lucu sekali Grizelle kalau bersikap begini' batin Rezvan


"Ya bukanya kamu sendiri yang membuat perjanjian gila itu masa kamu sendiri juga yang lupa"katanya lagi membuatku makin bungkam, selain aku meminta balasan yang setimpal sebenarnya juga kan aku ini istrimu yang benar aja aku gak bilang dulu yang ada aku kena dosa, durhaka sama suami sendiri


"kok diem bingung mau jawab apa"katanya lagi membuatku gak tahan didalam mobil saja


"terus aku mau jawab apa, aku kan cuma kasih penawaran saja itung itung belajar jadi istri yang baik, lagi pula kamu udah bilang gitu kan berarti aku dibolehin kerja disana"kesalku,suaraku tak lagi lembut percuma kalo bicara sama dia, padahal sih aku cape kalo terus pura pura ngomong nada tinggi kaya gini, sesak tau napasku


"emang kamu bisa bahasa Prancis"ejeknya lagi, wah bener bener nih dia emang gak niat nikah sama aku kali yah, sampai sampai ngga cari informasiku sedikit aja ya seengganya perihal pendidikan saja, aku ini lulusan terbaik Australia, dan aku menguasai beberapa bahasa selain bahasa inggris, salah satunya Prancis. Sudahlah tak perlu aku jawab nanti malah panjang


"tuh kan diem lagi pasti gak bisa ini"katanya lagi tetap kujawab dengan sikap diamku, hingga tak terasa mobil ini sudah sampai halaman rumahku,


"ayok keluar, jangan diem mulu, dan jadilah istri yang baik dulu didalam ikuti saja kata kataku yah"katanya dengan sangat begitu santai.


kulangkahkan kakiku masuk kedalam rumah, kelihatan sepi, tapi kami tetap masuk dan apa yang terjadi membuatku sangat kaget.


"hai kaka ipar, senang bisa bertemu di sini kebetulan sekali" kalimat pertama yang lolos dari mulutnya, tak satulun dari kita yang membalas sapaan yang sedikut lebih ke menyindir


"sayang lihat siapa yang datang, kamu pasti akan terkejut"katanya lagi, membuatku merasa pasti disini ada Sam benar yang sedari tadi menyapa kami dengan sangat tidak sopan adalah Chelsea, kulirik Rezvan dia hanya menampilkan wajah datar tanpa ekpresi namu sangan menawan.


hayooo coba kira kira gimana yah reaksi sam liat suami barunya Grizelle yang jauh lebih ganteng dari sam dan tentunya jauh dari segala aspek daru sam,


jangan lupa vote komen yang bayak, komentar kalian aku bener bener tungguin sumpah deh