GRIZELLE

GRIZELLE
70



"Selamat siang Van, kayanya lagi sibuk bgt sampe aku masuk kamu gak sadar" ucap Grizelle yang sudah duduk manis didepannya.


"Ya ampun aku gak tau kalau kamu dateng, iya ini aku lagi sibuk banget ada pekerjaan yang harus aku selesein soalnya" benar saja dia tidak tau kedatangan istri nya ini, pekerjaan apa sampe dia sama sekali tidak mendengar ada orang masuk.


"makan diluar yuk, bentar lagi jam makan siang nih" ajak Grizelle


"ayo" sambil berdiri mengenakan jas yang dikursinya.


Sesampainya di restoran mereka memesan beberapa makanan, yang menjadi favorit mereka.


Ada keraguan dalam hari Rezvan untuk menceritakan apa yang telah ia lakukan, dia yakin Grizelle pasti akan menolak rencana ini, bahkan seharusnya sudah tidak dikatakan rencana karna ini memang sudah berjalan.


"apa sih yang lagi kamu pikirin, kayanya dalem banget smpe aku dicuekin gini" Rajuk Grizelle.


"bukan apa apa hanya saja ada sesuatu hal yang memang mengganggu pikiran ku" jawabnya ringan


"ya sudah cepat dimakan nanti dingin loh" balas Grizelle lagi.


Mereka makan dengan tenang tanpa ada pembicaraan di antara keduanya sampai selesai.


"Van aku ke toilet dulu, bentar kok" pamit Grizelle


Gak lama setelah Grizelle pergi Rezvan melihat seseorang yang tak asing untuknya, tapi rasan penasaran itu ia tepis begitu saja mengingat apa yang ia janjikan pada orang yang kini sangat ia cintai.


"hey tuh kan kamu melamun lagi, apa sih yang mengganggu pikiran kamu, ayolah cerita aku gak suka kamu simpan sendiri" ucap Grizelle karna saat dia jalan menuju tempat mereka makan, suaminya seperti sedang dalam pikirannya sendiri bahkan mata yang dikiranya mengarah pada dirinya saja itu salah, saat senyum maning yang ia berikan tapi tidak terbalaskan.


"aku tadi seperti melihat kenalanku saja"jawabnya singkat


"aku antar kamu ke rumah atau kamu mau temaniku dikantor?" tanya Rezvan


"aku pulang aja lah kangen sudah selesai" ucapnya datar


"ohh jadi alasanmu menjamu makan siang karna kangen? kenapa gak bilang dari tadi" goda Rezvan gemas dengan tingkah Grizelle


"Kamu saja yang tidak peka, jarang jarang aku dateng ke kantor tapi kamu sibuk sama pikiranmu sendiri" ucapnya sambil bibirnya dimajukan ke depan


"sudah sudah, apa aku ikut pulang kau saja, sepertinya istriku ini sangat, sangat dan sangat merindukanku" rayunya karena ia sudah melihat raut kesal istrinya ini


"Gak perlu, aku juga sudah bilang tadi sudah selesai kangennya" jawab nya cepat, lalu berdiri dan pergi meninggalkan Rezvan sendiri.


Melihat tingkah manja Grizelle ia merasa sedikit aneh tapi gemas tidak biasanya istrinya ini bersikap seperti ini, merajuk saja sepertinya hampir tidak pernah, tapi hari ini tidak ada hujan tidak ada angin tiba tiba menjadi seperti ini. Setelah itu Rezvan pun membayar makanan tadi dan pergi menyusul Grizelle yang kini sudah duduk manis didalam mobil mewah milik Rezvan. Namun saat ia akan keluar tak sengaja ia menabrak seorang hingga terjatuh, namu wajahnya tertutup rambut panjangnya itu yang membuat Rezvan tidak tahu siapa orang ini.


"maaf telah menabrakmu aku sangat terburu buru tadi" sambi mengulurkan tangannya kearah orang tadi, yang ternyata seorang perempuan, yang tadi dilihat olehnya.


Uluran tangannya tak dihiraukan oleh gadis satu ini, ia masih mengaduh kesakitan,


"Apa kau baik baik saja?" tanyanya memastikan.


Saat rambut yang menutupi separuh wajahnya itu ia kibaskan ke bahu betapa terkejutnya ia, kenapa harus bertemu disaat seperti ini batin Rezvan berulang kali.


segini dulu