GRIZELLE

GRIZELLE
47



Grizelle pov


Setelah turun dari mobilnya aku sedikit berjalan lebih cepat karna jam sudah menujukan hampir pukul 8, aku lansung menuju ruang yang sebelumnya sudah ditentukan yakni lantai 13, sebenarnya aku sedikit bingung kenapa harus sampai ke lantai teratas, bukankah biasanya laitai teratas adalah lantai dimana hanya bisa dikunjungi oleh CEO perusahaan?


Tapi ya sudah lah yang terpenting hari ini aku harus fokus agar diterima, baik sepagai staf karyawan biasa.


oh ya disini aku tak semdiri aku diantar oleh seorang perempuan cantik dan kemungkinan dia asli warga negara paris, bola mata coklat dan hidung mancung serta rambut pirangnya.


"Mademoiselle, vous êtes-vous inscrite comme secrétaire ici?"


*'nona, apakah anda yang mendaftar sebagai sekertaris disini?


tanyanya padaku di sela perjalan menuju lantai atas'


"désolé je viens de m'inscrire pour le travail, je connais quelqu'un qui travaille ici aussi, FIA qui m'a suggéré d'envoyer une demande et après que j'ai été appelé à faire une interview"


*'maaf saya hanya memdaftar kerja saja, kebetulan saya kenal seseorang yang bekerja disini, lalu saya mengirim lamaran dan hari ini saya dipanggil wawancara'


jawabku sedikit luas


"Je ne pense pas qu'il y ait des postes vacants autres que celui de secrétaire secrétaire"


*'ku rasa tak ada jabatan selain menjadi sekertaris bos'


katanya lagi


"vraiment? Je pense que tout ce que mon travail sera tant que je peux le faire bien et ce n'est vraiment pas si difficile"


*benarkah? ku rasa apapun pekerjaanku nanti asal aku sungguh sungguh tidak akan menjadi sulit


jawabku lagi, hingga kami tak terasa sudah sampai.


lalu dia berjalan lebih dulu di depanku dan menuju kesebuah pintu yang dicat bewarna coklat mengkilap dengan desain seperti pintu rumah megah dengan dua danun pintu


ceklek


*tuan tamu anda sudah sampai.


loh kok tamu, bukankah?


"oui merci de sortir"


*ya terimakasih silahkan keluar


suaranya terdengar berwibawa, aku sama sekali tak melihat rupanya karna dia duduk membelakangi ku dan justru menatap jendela transparan dibalik sana melohat indahnya pemandangan lalu lintas ibu kota paris tepat seperti yang kalian pikirkan saat ini, Prancis.


"benar kau perempuan bernama Grizelle?" what dia bisa menggunakan bahasa indonesia, dan saat kursi keagunganya berputar betapa terkejutnya aku, bukan dia yang selama ini kubayangkan akan menjadi atasanku namun seorang pria seumur dengan papah, benar kata Rezvan,


"benar saya sendiri pak" jawabku tegas, namun masih sopan


"senang bertemu denganmu, dan kamu selamat atas kenerhasilanmu, karna hari ini kamu diterima menjadi sekertaris perusahaanku" ucapnya lagi, menambah bingung, belum juga wawancara atau tes komputer jika benar aku ditempatkan menjadi sekertaris disini masa tiba tiba aku harus menjadi sekertarisnya, aneh!


"maaf pak, saya belum pernah merasa menjalankan tes dari perusahaan ini, tak pantas rasanya jika saya tiba tiba menduduki jabatan menjadi seorang sekertaris anda" jawabku dengan hati hati


"aku sudah mencari semua data dari mu bahkan dari hal yang banyak orang tak tahu" ini orang serem banget


"tapi pak, apa anda tidak takut jika dikemudian hari saya justru membuat perusahaan ini rugi?" kataku hati hati


"tenang saja, kamu juga tidak bekerja dengan saya, melainkan dengan orang yang berbeda, justru aku mempercayakan semua ini padamu maka kupilih kamu yang menjadi sekertaris 'nya'nanti" ada makna tersembunyi dari pembicaraan ini, pantas sedari tadi aku berjalan tak ada satu orangpun yang sama sepertiku membawa lamaran pekerjaan kemari.


"baik pak," kataku pasrah, lagi pula apa yang harus kubantah, bagus jika aku bekerja langsung menjadi sekertaris bisa memenuhi hidupku nanti setelah aku tak bersama dengan Rezvan lagi.


wahhh kira kira gimana yah, benarkan Grizelle tidak bekerja dengan Stev, atau malahsi Grizelle disukai dengan pak tua ini.....


hemm gimana yah, terus Zemira kemana nih semenjak kejadian malam itu apa yang terjadi sama dia


jangan lupa vote dan tambah faborit ya my readers