
tidak terlalu ku gubris keramaian yang ada di lobi aku langsung menuju meja kerjaku disana sudah tertumpuk berkas berkas yang harus aku kerjakan, benar benar bukanya hari ini adalah hari penting tapi malah aku dihadapkan dengan kerjaan yang menumpuk
tok tok
"excusez-moi, madame ce matin à 10 heures il y aura une réunion et ce qui est sur la table est la matière qui sera discutée plus tard, veuillez terminer avant 10 heures, merci je sors en premier"
permisi, bu pagi ini jam 10 akan ada rapat dan yang di meja ibu adalah materi yang akan dibahas nantinya, tolong selesaikan sebelum jam 10, terimakasih saya keluar dulu
"hemm" hanya ku balas dengan dehemanku saja, ya ampun padahal aku sangan oenasaran dengan CEO baru ku, yang nantinya akan satu ruangan denganku tapi malah aku sama sekali tak diberi kesempatan untuk menyambutnya.
ya benar memang ruangan kerjaku ada didalam ruangan CEO lama katanya si lebih mudah kalo ada apa apa sama lebih gampang mengarahkan, entah kalo sama CEO baru ini mungkin aku bisa di pindah di luar ruanganya sama kaya sekretaris sekretaris lainya.
Langsung ku kerjakan pekerjaanku dengan cepat ku pelajari dulu materi materinya siapa tahu ada yang tak perlu ku revisi dan menyingkat waktu pengerjaanya, disela aku mengerjakan sesekali aku melihat ke arah pintu siapa tahu my bos mau masuk toh gak berasa sudah hampir jam 9 bukanya semua acara dilobi sudah selesai tapi dia sama sekali tak mau menengok ruanganya sendiri, aku dengan my bos ku ini anak sematawayang dan dia lulusan Harvard waw banget tuh otak sekarang dia pun belum beristri pula, gimana idaman banget kan.
Ya cuma satu sih harapanku semoga dia bukan orang yang gila kerja memang perusahaan tempatku bekerja ini sedang gencar gencarnya bersaing dengan perusahaan Rezvan merebutkan posisi 1 di tahun ini, memang perusahasahanya sulit untuk disaingi wajar banyak pendukung dibelakangnya terlebih perusahaan daddy nya itu yang terus mengiringi langkah kemajuan dan perkembanganya yang makin pesat, mau bagaimanapun tetap aku akan membantu kemajuan perusahaan ini dan aku sendiri siap untuk bersaing dengan perusahan suami sendiri.
tok tok tok
"ya masuk" suara ketukan pintu yang menghentikan pikiranku sementara aku langsung melihat jam dinding yang tergantung tepat di depanku, benar saja rapat akan berlangsung kurang 15 menit lagi untung saja pekerjaanku sudah terselaikan
"Maman, la réunion va bientôt commencer, je suis venu ici pour récupérer le dossier que je vous ai soumis ce matin"
*"bu rapat akan segera dimulai, saya kemari untuk mengambil berkas yang tadi pagi saya serahkan pada anda" kata salah satu karyawan yang masuk keruanganku
*"ya ini sudah saya selesaikan, apa perlu aku juga ikut rapat nanti?" jawabku
"Pas besoin madame, il y a encore des documents sur lesquels vous devez travailler, laissez-moi les récupérer après cela"
*"tidak perlu bu, masih ada dokumen yang harus anda kerjakan, biar saya ambilkan setelah ini" katanya, sebenarnya ingin sekali aku ikut rapat ini,
"Quand M. PDG vient ici, je n'ai pas eu la chance de l'accueillir"
*"kapan tuan CEO satang kemari" tanyaku asal, aku semdiri tak diberi tahu siapa namanya hanya segala latarbelakangnya saja,
"désolé madame je ne sais pas, alors excusez-moi d'abord"
*"saya kurang tahu bu, kalau begitu saya permisi dulu"
"hem" hanya ku balas seperti itu
Sambil menunggu dokumen dokumen yang akan ku kerjakan aku keluar menuju toilet untuk cuci muka hanya sekedar menyegarkan saja, kutatap wajahku lekat didepan cermin sekarang aku nyaman dengan keadaanku, perlahan lahan aku mulai melupakan perasaanku pada Sam, begitu pun dengan amarahku pada kelakuanya biarlah Tuhan yang membalas mereka, alasanku tidak mau menyimpan dendam pada mereka karna aku percaya akan takdir dan jalan hidupku memang sudah ditentukan oleh sang pencipta, aku sendiri disini hanya sekedar singgah lalu pergi lagi ketempat yang baru bukan karna aku tak mampu mempertahankan rumah tanggaku hanya saja seorang yang menikahiku sama sekali tak mencintaiku, bahkan menginginkanku pun tidak, maka dari itu aku sama sekali tak berani membuka hatiku padanya meski beberapa hari ini sikapnya sudah tak sedingin saat kami baru saja menikah dulu, biarlah aku akan tetap menjalani ini setidaknya menjadikan hububgan kami terlihat baik baik saja didepan kedua orang tuanya,
"beri aku kekuatan Tuhan"gumam ku lirih lalu aku keluar dari toilet dan masuk keruang kerjaku kembali.