
aku merasa begitu nyaman dengan posisi tidurku ada guling senyaman ini kah, apakah Rezvan pernah manaruh gulih senyaman ini bahkan sampai iqomah adzan subuh berkumanadang aku gak sama sekali tak membuka mataku dan kemana si Rezvan biasanya dua selalu rajin membangunkanku tapi kali ini pun dia hening kemana dia
tok tok tok tok
kudengar suara ketukan pintu kamar dan kurasa itu Rezvan tapi untuk apa dia mengetuk pintu kamarnya sendiri
"Grizelle, Rezvan sudah bangun kita olahraga pagi bareng yu" ternyata mommy yang berada di luar sana, lama tak disahut mommy akhirnya membuka pintu kamar kami, aku yang mendengar semua justru tetap memilih diam dan tak mau menjawab
Ceklek
suara pintu kamarku yang terbuka
"dasar kalian saking serunya tidur dengan posisi seperti itu sanpai lupa subuh" kemudian mommy menutup pintu kami kembali, eh mommy bilang apa barusan, aku segara membuka mataku perlahan kukerjapkan beberapa kali agar pandanganku jelas, dan betapa terkejutnya saat aku melihat wajah yang sangat dengan denganku dan posisi tidur kami yang begitu dengan bahkan tanpa jarak satu mili pun
"Rezvan...." kataku sambil melepaskan pelukannya, bukanya dia melepaskanku malah menahanku agar tak beranjak dari posisi ini
"biarkan seperti ini dulu Zelle" katanya jadi dia sudah bangun dari tadi
"kamu melanggar janjimu Van" kataku lagi
"janji yang no berapa, apa ada disana yang tertuliskan untuk tidak tidur dengan berpelukan seperti ini?" alibinya yang membuatku kesal
"sudah cukup Van kamu keterlaluan ini sudah pagi, dan kamu sama sekali tak membangunkanku untuk subuh, apa kau sengaja" kesalku
"tentu kenapa tidak, sama istri sendiri kok" santainya Rezvan membalas perkataanku, aku terus meronta karna memang ini sudah kesiangan dan akhirnya dia melepaskan pelukan kami
"kau tahu mommy tadi kesini dan melihat kita" kataku sedikit ragu
'' tahu memang ada masalah apa,justru itu bagus kalo mommy sampe tahu jadi dia gak bakal curiga kalo sebenernya kita gak saling suka" hem ada benernya juga sih apa yang dia katakan ini , tapi nyebelin banget tahu
"udah lah aku mau siap siap subuh abis itu mandi, jangan lupa anterin aku ke kantor, dan Van kamu tahu gak katanya hari ini CEO perusahanku akan memberikan jabatanya pada anak sematawayangnya itu yang artinya orang yang sering aku temui itu, aku senang sekali bosku akhirnya ganti juga tadinya yang udah seumuran papah dan sekarang jadi lebih muda hahah" candaku
"tau kok, udah gih sana ambil air wudhu nanti gantian biar aku yang imami kamu" potongnya padahal aku belum selese bilangnya
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\= \=\=\=\= \=\= \= \=\= \=\=\=\=\=
Setelah selesai kami pun bersiap dengan pakaian kantor seperti biasa aku menggunakan rok span selutut bewarna hitam dan kemeja warna marron dan rambutku yang ku kuncir karna untuk pekerjaan aku lebih suka rambut di kuncir, dan Rezvan pagi ini dia menggunakan stailan kemeja bewarna dongker dan rambut rapihnya yang ia sidang ke kekanan terlihat tampan tapi tetap sikap dinginnya lebih merajai.
"ya sebentar lagi, tinggal pake lipstik" hari ini aku memilih make up sedikit tebal dari biasanya sebab kurasa ini jauh lebih covok untuk kemajaku hari ini.
Kami pun turun bersama menuju meja makan disana sudah tertata makanan dan mommy pun sudah berada disana
"ya ampun anak anak mommy udah beres aja, gimana tidurnya nyenyak" ucapan mommy seakan sindiran bagi ku
"ekhem ya begitu lah mom" jawabku canggung karna mommy tadi lihat sendiri
"mommy kaya gak pernah nikah aja" jawab Rezvan seceplosnya,
" ya ya makanya dong cepet cepet mommy udah pengin gendong cucu nih sayang" kata mommy, pagi pagi udah dijejali permintaan yang mungkin sangat sulit dituruti ini
"mom biarkan Grizelle siap dulu, pasti berat buat dia hamil lagi" aku langsung melirik ke arah ya seolah dia tau trauma ku
"emm maksudku kami belum ada niatan mom, biarlah kami saling kenal lalu jatuh cinta dulu" katanya lagi, apa jangan jangan mommy sudah menceritakan semuanya pada Rezvan
"sudah yuk makan nanti kalian terlambat lagi" kata mommy
kami semua pun makan aku merasa Rezvan beberapa kali mencuri pandang padaku rasa curigaku makin jadi apa yang dia ketahui sebenarnya, setelah selesai makan kami segera berangkat dan Rezvan mengantarku sampai depan kantor seperti biasa
"Zelle..." katanya sebelum aku turun
"ya kenapa, seperti biasa kau menjemputku jam lima" ucapku cepat dan bergegas membuka pintu mobil, belum selesai kubuka tangan kekar menghalangiku untuk membuka pintu mobilnya
"bukan itu, hari ini kenapa pake make up setebal ini, dan parfummu juga sangat menyengat oh atau karna CEO mu akan ganti jadi kau berdandan menor seperti ini" katanya dingin namun penuh penekanan dan tetap cuek
"apa masalahnya siapa tau tuh CEO ganteng, udah ganteng kaya lagi ya ampunn" godaku
"Zelle ingat kamu masih jadi istriku, memang semua orang tahu kalau aku belum memiliki istri tapi ingat kau tetaplah istriku" ucapnya
" kau cemburu tuan Parviz istri sementaramu dekat dekat dengan pria lain?" godaku lagi
"siapa bilang, aku hanya mengingatkanmu saja Zelle, siapa tahu kamu lupa" katanya lagi
"sudah cukup aku sudah kesiangan, disini aku hanya sebagai karyawan bukan pemilik perusahan seperti mu tuan Parviz" ejeku lagi dan setelah itu aku pergi keluar dari mobil, rasanya ingin aku tertawa dia sangat menggemaskan aku tahu dia cemburu setelah kemarin sore.
di lobi sudah ramai sekali tamu dan penjaga karna memang hari ini peresmian pemindahan alih kuasa atas perusahaan ini, betapa aku penasarannya siapa bos baruku ini, padahal baru sehari kemarin aku kerja eh udah ganti aja semoga dia tak seangkuh dan tak sedingin Rezvan bisa gila aku dapet atasan kaya dia.