
Saat aku masuk acara sudah dimulai sambutan dari Satve yang mengawali acara ini, ku lirik seorang yang terus disampingnya itu tak lain lagi istriku dia nampak bahagia sekali tepat seperti orang yang sedang kasmaran, biarkan kukesampingkan terlebih dahulu masalahku dengan Zem sudah kupercayakan semua pada orang kepercayaanku setelah aku dapat semua faktanya baru akan kuputuskan.
kali ini Grizelle makin lupa dengan statusnya tak jarang kami sering pandang, dia juga kadang menyeringai bangga dengan apa yang dia lakukan malam ini, aku menyesal membelikan gaun seindah itu padanya sangat pas dipadukan dengan jas yang dikenakan oleh Stave malam ini. Stave juga tak lupa memperkenalkan Grizelle sebagai sekretarisnya bukan pasanganya malam ini.
"selamat malam tuan Rezvan senang anda bisa hadir di acaraku malam ini" sapanya setelah penyambutanya selesai
"ya selamat malam juga" sautku
"oh ya tuan dia bukankan saudaramu? sangat cantik dan aku pikir sikapnya juga sangat baik" katanya lagi, disini kita tidak membicarakan bisnis melainkan Grizelle
"ya benar" sautku singkat
"emm apa dia sudah memiliki kekasih tuan" to the point sekali pria satu ini, kau salah tuan mengajak bicara seseorang justru bukan hanya kekasih kau langsung berbicara dengan suaminya!
"kurasa sudah, tapi aku pun tak pernah melihatnya" kataku bohong
"aku tertarik padanya, mungkin aku akan lebih sering berkunjung ke tempat anda tuan, kalau begitu permisi acara inti akan segera dimulai" ucapnya lalu pergi meninggalkanku dan menuju ke arah Grizelle
acara selanjutnya adalah dansa dan betapa aku terkejutnya Stave dengan terang terangan meminta Grizelle menjadi partner dansanya, merka menari dengan alunan musik yang sangat romantis berputar dibawah lampu yang hanya menyorot kearah mereka sangat luar biasa bukan kelakuan Grizelle rasanya ingin ku menarik dia keluar pesta malam ini, bagaimana mungkin dia melupakan batasnya pinggulnya didekap mesra oleh Stave dan jarak diantara mereka begitu sangat dekat benar benar membuatku naik pitam, selesai dengan Zem lanjut dengan Grizelle selama pesta berjalan aku hanya mendumel dalam hati melihat tingkah laku Grizelle yang seolah seperti gadis yang sedang jatuh cinta, sampai acara selesai aku tetap memperhatikan gerak gerik mereka sampai tanpa pamit mereka keluar dari ruangan ini dan tanpa berfikir aku mengejarnya.
"biarkan Grizelle pulang denganku" kata kata itu seketika keluar dari mulutku ini dengan sikap ku gandeng tanganya menuju ke mobil yang terpakir cukup jauh.
"Van apa apa an sih kamu tuh ganggu aja deh" ucapnya tanpa basa basi
"tuan Rezvan tunggu" kata Stave ikut mengejar kami, mukaku makin memanas mereka ini sudah benar benar membuatku makin gemas saja
"ya ada apa?" tanyaku seolah tak ada yang terjadi diantara kami bertiga
"biarkan aku yang mengantar Grizelle, kau pernah kan mendekati perempuan jadi izinkanku kali ini saja"bisiknya pada telinga kananku, pria ini benar benar tadi saja sudah puas berdansa dan sekarang masih tetap tidak tinggal diam juga
"dia ini sodaraku jadi sudah menjadi tanggung jawabkj dan aku harus memastikan keselamatanya jadi maaf tuang Stave saya melarang anda mengantarkan Grizelle pulang" jawabku
"baik kalau begitu biarkan Grizelle memilih siapa yang akan antarkan dia pulang" usul Stave, Grizelle yang mendengar semua ini hanya diam bahkan dia tak menatap mataku sedetik sekalipun.
"bagaimana Zelle?" tanyaku
"emm aku pulang dengan Stave saja, bukankah kau datang kemari bersama Zemira?" jawabnya seakan akan dia hanya sedang menghindar dariku
"Grizelle memilih anda tuan Stave untuk kalia ini kubiarkan kalian bersama tapi lain kalo jangan harap, untukmu hati hatilah di jalan dan ingat jangan kemana mana langsung pulang mansion" kataku seolah memang kami hanyalah sepasang saodara saja
"Trimakasih tuan Rezvan, saya akan menjaga Grizelle dengan baik, dan kau juga hati hati hati lah dijalan" katanya
Aku mulai teringat Zem lagi yang entah kenapa bisa mengambil keputusan seperti itu bahkan kami baru saja baikan, yang membuatku bertanya tanya apakah dia benar benar memiliki pria lain diluar sana selain denganku, atau ada masalah yang membuatnya menjauh dariku, kepalaku sangat pusing, belum lagi Grizelle dia benar benar membuatku jengkel aku ini suaminya yang sah secara agama dan negara, malah dia lebih memilih Staven yang bahkan bukan apa apa dibandingkan denganku, tak bisa ku diamkan biar ku ikuti mobilnya saja siapa tahu dia malah pergi ke suatu tempat.
Kemudian aku masuk kedalam mobilku mengikuti kemana arah kedua insan yang sepertinya saling menyukai itu, hatiku makin memanas, benar dugaanku Stave tak langsung membawa Grizelle pulang tapi dia mengarahkan tujuanya kesebuah bioskop yang selalu buka selama 24 jam luar biasa istriku kencan dengan rekan bisnisku sendiri kira kira hukuman apa yang tepat aku berikan padanya, sesaat kemudian kami pun sampai ya 'kami' karna aku tetap mengikuti mereka sekitar berjarak 25 meter, dan apa kalian tahu mereka memilih film romantis yang bahkan didalam film itu terdapat adegan dewasa, benar benar makin kubiarkan dia bebas maka makin jauh dia akan terbang.
Aku juga ikut memesan tiket untuk film ini, aku duduk dibelakang mereka karna keadaan gelap kupastikan mereka tidak akan menyadari hal, selama film diputar aku sama sekali tidak menontonnya yang kuperhatikan justru orang yang berada didepanku jika mereka melakukan sesuatu dibatas wajar akan kutarik Grizelle keluar dari sini. tak peduli apapun yang akan terjadi diantara kita.
setelah Film selesai diputar aku segera pergi lebih dulu dari mereka, aku langsung menuju ke rumah tak peduli jika mereka mampir ketempat lain lagi. Sesampainya aku di rumah aku duduk di sofa hanya untuk menunggu dia kembali, rasa yang tak tahu ada dihatiku ini membuatku bingung aku selalu bilanh kalau aku sama sekali tak tertarik sedikitpun padanya tapi malam ini seolah darahku berdesir hebat menyaksikan dia digandeng oleh laki laki lain, mukaku rasanya sangat panas ketika mereka mengobrol dan sangat terliht jelas Grizelle sangat bahagia, tawanya yang sangat manis yang jarang ditunjukan padaku dia malah mempertontonkan pada Stave. Marah? mungkin iya aku tak terima dengan apa yang dilakukan Grizelle, cemburu? tidak aku sama sekali tidak cemburu sudah kukatakan tidak ada cinta diantara kita.
setengah jam kemudian dia pulang,
"jam segini baru pulang? pergi kemana saja?" tanyaku sinis
"aku habis nonton" jawabnya tanpa rasa bersalah kutarik lenganya naik ke atas menuju kamar kami karna jika aku di ruang tamu pasti mommy akan mendengar semuanya dan itu pasti akan jauh lebih bahaya.
"Van apa apaan si main narik narik aja sakit tau, lepasin deh" benar ku tarik pergelang tangannya.
"hey kau membuatku sangat marah Zelle jangan pikir aku bersikap biasa saja selama ini tidak pernah memperhatikanmu" kataku dengan nada yang semakin meninggi
" apa sih Van gak ada angin gak ada hujan kok gini sih, aku salah apa jelaskan dulu" katanya lagi
"pertama kamu membuat semua orang berfikir bahwa Stave memilihmu untuk dijadikan istrimu, kedua kamu berdansa sangat mesra sampai peluk peluk segala, dia dengan tidak malunya menyentuh istri orang Zelle, ketiga dia bilang ingin mengantarmu pulang tapi justru membawamu ke bioskop apa apan Zelle, aku tahu pernikahan kita tidak akan bertahan lama tapi tolong Zelle tetap pikirkan kalau kau berstatus sebagai istriku, dan tahu berapa batasan batasan yang tidak boleh kamu lewati, kalau seperti ini lebih baik kamu bekerja ditempatku saja, akan ku posisikanmu menjadi asisten pribadiku" semua isi hatiku terlontarkan pada nya
"Van apa salah ku, baru segitu membuatmu marah bayangkan Van dari mulai kita menikah siapa yang tak mengakui aku, kau bahkan tetap memberi tahu pada semua orang yang ada di prancis kau masih bersam Zem, lalu dimana letak salahku, dan jika dilihat lagi kamu lebih banyak salah Van, pertama kamu mebawa Zem ketempat ini, kedua kamar kalian saling berdampingan aku gak tahu apa saja yang kalian lakukan di atas sana waktu itu, kau memakiku tanpa tahu akar masalahnya, kamu tak pernah sedikitpun bersikap menjadi seorang suami selama ini Van! lalu kenapa kamu menginginkanku bersikap dan berperilaku menjadi istrimu, Van hatiku mati Van tak ada cinta yang tumbuh disini, aku takut keluar dari masa lalu aku hanya ingin bahagia Van itu saja, malam ini hanya malam ini aku merasa begitu istimewa lagi, lalu salahku dimana, dimana Van jawab aku" jelasnya
" Zelle itu dulu sekarang ya sekarang," jawabku, gemuruh didadku makin menjadi tak tahu setan dari mana yang lewat didepanku sampai aku membawa Grizelle ke ranjang
"Van mau apa kamu, lepasin aku tolong Van hiks hiks kita... kita bisa bicarain ini baik baik kalau kamu mau aku kerja ditempatmu okeh aku akan mengajukan pindah besok tapi kumohon jangan... jangan lakukan ini Van" kata Grizelle sambil terisak, aku tak peduli lagi pikiranku saat ini begitu kacau, dengan kandasnya hubunganku dengan Zem ditambah kelakuan Grizelle yang begitu membuat hatiku makin tak karuan
"Aku tak peduli lagi dengan apa yang pernah kita janjikan, aku tak peduli lagi dengan apa yang akan terjadi setelahnya, kamu pernah melakukan ini dengan Sam bukan? dia suamimu lalu apa bedanya denganku Zelle aku juga suamimu!" kataku, aku yang sudah dipenuhi dengan marah dan hati yang kalang kabut tak peduli resiko apa yang akan terjadi setelahnya, pelan pelan tapi pasti ku cium bibirnya yang selama ini menjadi daya tarik semua orang karna senyumnya yang begitu sangat manis.
Hayoo kira kira apa yang terjadi yah sama mereka?