GRIZELLE

GRIZELLE
56



"Wow, très jolie, est-elle la femme de Steven?"


'waw cantik sekali, apa dia istri tuan Stave?'


ucap tamu disampingku


"oui ils sont très harmonieux, s'il est vrai que leurs enfants seront très drôles"


'ya mereka sangat serasi, jika benar anak anak mereka nantinya pasti lucu' saut tamu yang lainya seolah mereka sangat bahagia dengan kedatangan sepasang atasan dan karyawannya itu, benar kata kalian siapa lagi yang datang malam ini kalau bukan si pemilik pesta dansa ini Staven dan Geizelle, mereka semua mencocok cokan grizelle tidak tahu apa suaminya tepat dibelakang mereka, Grizelle kamu ini menjengkelkan sekali, penampilan yang begitu sempurna dan digandeng begitu lagi.


"hem luar biasa" kata Zem


"kenapa?" jawabku


"kalian ini setelah kupikir pikir lucu, pernikahan kalian itu seperti sebuah mainan bayangkan saja hari ini didalam satu pesta yang sama kau memilihku menkaji pasangan dansamu sedang Grizelle dia bersama orang lain juga, aku semakin senang melihat ini semu sayang, cepat lepaskan dia dan kemabalilah denganku" katanya lagi dibarengi gelayutan di lengan kiriku


"sayang untuk melepaskan dia itu pasti, tapi tunggu waktu yang tepat dan biarkan kami membahagiakan orang tua kami dulu" jawabku lagi


"membahagiakan? maksudmu apa Van oh aku tahu kalian berencana memberikan cucu untuk mom and dad, seperti itu?" rancunya


"Zem apa sih kok jadi ngawur! itu gak mungkin tidak ada cinta diantara kita, dan cukup jangan buat suasana makin kacau" sentaku meninggi


"ya aku tahu semakin lama semakin hilang rasamu padaku, benarkan Van? jangan kamu tutup tutupi lagi seolah kamu masih begitu dalam mencintaiku, jangan kiraaku tidak bisa merasakan perasaanmu sama dia, aku perempuan aku tahu apa yang kamu rasakan dari geark gerikmu aku juga tahu VAn, dan sekarang kamu seolah tak bisa lepas dariku tapi demi Tuhan aku merasa kamu semakin terbiasa tanpaku sudah tidak seperti dulu" semakin aku bilang cukup Zem justru semakin menyulut emosiku, pertengkaran kami terjadi ditengah tengah ramainya orang yang masih ribut dengan menawanya pemilik pesta ini sedang aku dan Zem malah asyik ribut dengan hubungan kami.


dia pergi ke arah taman langsung ku ikuti dibelakangnya mungkin kali ini aku harus bilang pelan pelan agar tidak menyakitinya lagi cukup malam itu dia pergi, cukup hari itu saja aku kehilangannya, tak akan kubiarkan dia jauh bahkan pegi dari hidupku.


"hei honey listen to me, aku sudah bilang jangan buat suasana makin kacau, aku tau kamu cemburu deng Grizelle tapi percaya hatiku hanya untukmu, kau yang terbaik untuku" jawabku menenangkanya


"kau bilang setahun Van, setahun bukan waktu yang sebentar, hari ini saja satu bulan pernikahan kalian rasanya sudah seperti seabad bagiku Van, satu bulan saja sudah bisa membuatmu seolah ingin jauh jauh dariku, dan sekarang hubungan kalian begitu diperhatikan oleh orang tua kalian,lalu bagaimana dengan sebelas bulan kedepan apa yang akan aku lewati, sudah cukup lima tahun aku bersamu dan kamu hanya membiarkan hubungan ini menggantung, Van aku juga sama seperti perempuan lain yang ingin dijadikan istri oleh orang yang dia cintai, aku rela menunggumu lima tahun lamanya, aku temani kamu selama itu tapi sekarang justru aku seolah olah pihak ketiga dihubungan kalian dan berusaha memisahkan suami istri yang baru menikah, itu sangat lucu bukan hahahahahah" jelasnya diakhiri dengan tawa sumbangnya, aku tau benar seperti apa perasaanya kali ini, aku sadar disini aku juga memiliki salah pada Zem dia memang memiliki penampilan seperti wanita penggoda dengan lipstik yang merona dengan pakaian kadang juga terlihat minim namun hatinya dan sikapnya yang selama ini membuatku jaruh cinta padanya, tak pikir panjang aku langsung merengkuh bahunya masuk kedalam pelukanku, lama kami tak selepas ini lama kami tak saling mengutarakan isi hati kami, aku tak marah dengan sikap Zem yang mengutarakan isi hatinya.


"Zem maafkan aku, maaf karna selama ini aku tak menyegerakan menikahimu, maafkanku Zem" kataku


"Van aku capek, aku capek jika harus menunggumu setahun lagi, aku tak sanggup, aku takut jika media tahu Grizelle istrimu tapi justru kau masih terus bersamaku, aku tak ingin mereka melihatku sebagai perebut suami orang Van, apa mungkin hubungan kita berakhir sampai disini, apa mungkin ini akhir cerita kita, Van jawab aku, aku tak mau kehilanganmu" katanya dengan suara yang mulai parau air matanya semakin tak bisa dibendung aku juga tak bisa menjawab apapun, aku bungkam bukan karna aku tak lagi menginginkannya lagi tapi aku masih mempertimbangkan jika aku jawab ya maka dia pasti minta untuk segera ceraikan Grizelle sedang aku masih begitu memikirkan mommy and daddy belum papahnya Grizelle dia begitu percaya padaku, dengan masa lalu yang sudah menimpa putrinya itu, YaTuhan biarkan aku dengan satu wanita saja yang menjadi takdirku dari pada aku harus memiliki dua wanita yang justru membuatku pusing setiap hari.


"kau tak menjawabku Van, baik ini sudah menjadi sebuah jawaban untuku, berarti kau menginginkan ku yang pergi darimu. terimakasih untuk lima tahun ini, terimakasih untuk segala perhatianmu, terimakasih untuk cinta yang kamu berikan untuku, aku tak mungkin mampu menjalani hubungan seperti ini aku tak mungkin bisa bertahan lebih lama lagi Van" ucapnya lagi makin memggila


"no Zem no, ini hanya sebuah ujian untuk hubungan kita jangan bilang kamu menyerah begitu saja, jangan buat aku gila Zem, kau lihat aku dan Grizelle sama sekali tak saling cinta, suka saja tidak, Zem apa kamu tidak lihat Grizelle begitu menyukai Staven dan begitupun sebaliknya itu yang aku lihat, kita hanya tunggu sebentar saja, hanya sebentar Zem" kataku lagi dan Zem tetap tak mau mendengar dia pun mengakhiri semua dengan menghindar dari peluku lagi.


"Van cukup aku sudah bilang ini sudah berakhir, aku sudah lelah, aku tak mau melanjutkan lagi, masuklah nikmati pestanya, kita sudah lama keluar mungkin nanti kau akan dicari dengan rekan kerja yang lain, tak masalah biar aku yang mengalah Van, biar aku yang pergi" katanya sambil melangkah pergi kali ini aku tak mungkin mengejarnya ini menjadi keputusanya tapi mana mungkin aku diam begitu saja, tak mungkin dia menyulut api jika tidak ada asap.


"Hallo suivez s'il vous plaît et découvrez ce que Zemira est en train de faire derrière moi, avec qui il traîne, et s'il y a quelque chose qui le soupçonne, ne le laissez pas se sentir suivi."


'tolong ikuti dan cari tahu apa saja yang dilakukan Zemira dibelakangku, dengan siapa saja dia bergaul, dan apakah ada hal yang mencurigakan darinya, dan jangan sampai dia merasa diikuti.berlakulah seprti orang biasanya' kataku untuk orang yang ku telfon diseberah sana aku tak mau seperti orang bodoh yang diputuskan lalu memerima begitu saja,


Lalu ku biarkan Zem pergi, kubiarkan dia jauh dariku dan aku masuk kedalam untuk ikut serta berbaur dengan pesta malam ini.