GRIZELLE

GRIZELLE
68



Rezvan pov


Rasanya dadaku sesak baru kali ini aku mendengar Grizelle dipojokan seperti itu walau tak begitu lama kami berdebat tapi itu cukup menusuk. Hingga akhirnya tamparan keras mendarat dipipi mulus adik tirinya itu, aku puas dengan tindakan Zelle yang tidak mengalah begitu saja namun bagiku tidak cukup. Aku mendekat ke arah Sam dan membisikan.


"kau berusaha mengusik Grizelle, berarti kau juga akan berurusan denganku TUAN SAMUEL" kataku penuh penekanan lihat saja pembalasanku.


kemudian aku berlalu meninggalkan mereka. Kususul Grizelle naik ke atas, dia yang tengah menghapus make up nya, kupeluk dia dari belakang


"tenang sayang akan kubantu kau membalas semua perilaku mereka, besok kita kedokter kandungan yah, kita ikut progam kehamilan" ucapku


"hei sejak kapan kau jadi seperti mommy mendesak minta anak" jawabnya tak membalas perkataanku yang pertama


"sejak tadi sayang, aku tak tahan melihatmu dipermainkan seperti itu, lihat saja pembalasanku" ucapku lagi


"haduh duh aku baru tahu suamiku ini seperti anak kecil padahal umurnya udah mau kepala tiga" lanjutnya sambil mencubit hidungku


"lepas bisa bisa aku kehabisan nafas Zelle, itu kan menurutmu, tapi itu pantas mereka harus mendapatkanya, lagi pula mereka keluar dari rumah ini masih lama, oh atau kita kerumah mommy saja, atau ke mansionku sayang pilih salah satu" tambahku panjang lebar.


"terserah kamu saja, tapi jangan sakiti dulu Chellse yah kasian dia sedang hamil" mohonya


"iya itu pasti, tapi masalh dokter kandungan tadi kamu mau kan? "tanyaku hati hati


"jangan buru buru biar saja secara alami, pernikahan kita belum lama Van"jawabnya sambil terus membersihkan sisa lipstik yang menempel


"Van kita sudah.... "belum selesai dia bicara sudah kusumpal bibir tipisnya itu


"ini yang kamu mau bukan?" kataku lalu kami melanjutkan apa yang seharusnya kami lakukan (kalian tau sendiri kan gak perlu author jelasin mendetail😅)


Sampai akhirnya dia tertidur dengan pulas.


pikiranku yang masih tak tenang dengan kejadian tadi pun tak bisa langsung tidur begitu saja. Kuberanjak dari ranjang menuju balkon kuraih handphone yang berada di nakas kubawa serta keluar.


"hallo, hancurkan semua anak perusahan Taksa, jangan biarkan ada yang tersisa, kutunggu laporanmu besok pagi jika lewat dari jam 8 kau belum melaporkan jangan harap kamu bisa menikmati makan siangmu" kataku pada salah seorang kepercayaanku.


kau bermain main denganku Samuel Taksa. Jangan harap hidupmu setenang dari sebelumnya jika kau belum berlutut dan menangis darah didepan istriku, ku buat harimu penuh dengan kerja keras, dan tidak akan pernah mengganggu lagi tapi jika sekali saja kau bertindak impulsif jangan harap.


Rezvan pov end


Author pov


begitulah sifat Rezvan dia bukan pria biasa dengan otak encer tapi dia adalah otak dari segala pembisnis dunia, dia yang memegang perusahan diluar negri dan berhasil menyebar dihampir seluruh penjuru benua, dan orang penuh karisma namun sebenarnya dia siap menerkam siapa saja. Layaknya singa yang mengejar rusa hanya demi wanita yang sudah membuat hatinya jatuh dalam pelukannya itu dia mampu bahkan sanggup hanya dengan hitungan jam menghaancukan segalanya, karna perusahan Taksa bukanlah apa apa bagi Rezvan, hanya sebuat perusahan nomor 5 di Asia sedang perusahan miliknya sudah mendunia bukan hal yang sulit menghancurkanya.


cukup segini dulu, mungkin bakal lama lagi upnya


selamat membaca maaf typo bertebaran ya guys