
Zemira pov
aku melajukan mobil dengan kecepatan tinggi tak peduli dengan keramaian jalanan Prancis yang lalu lalang, tak ada ciri ciri Rezvan mengejarku, apa kurangnya aku? aku bersama dengannya jauh lebih lama dari wanita itu, aku temani dia disaat masa masa sulitnya aku memang mencintainya tapi aku lebih mencintai uangnya jika aku lengah mungkin aku bisa kehilangan dia seutuhnya, tapi dengan aku mengancam seperti ini dia sama sekali tak melakukan tindakan apapun?
Okeh ancamanku takan menjadi bualan semata saja, lihat Van kau akan menyesal!!
Selang 15 menit dari perjalananku kuarahkan mobilku masuk kesebuah parkiran elit milik club yang terkenal disini bahkan 5 tahun lalu terakhir kalinya aku kemari sebab ditempat ini aku bertemu dengan mahluk bernama Rezvan itu, benar aku disini memang seoran perempuan malam, yang dijual oleh ayahku sendiri, sebulan aku disini sama sekali tak mendapatkan tamu hingga satu hari aku mendapat kabar ada seorang yang membeliku dengan harga fantasis yang membuatku sangat berterimakasih dibebaskan dari club malam ini, kupikir ora itu adalah laki laki tua dengan perut buncit dan rambut botak dan siap menjadikanku istri mudanya tapi saat aku dipertemukan denganya aku terkejut ternyata dia adalah laki laki seumuranku bahkan sepertinya umurku lebih tua darinya, dia memiliki tubuh tinggi kulit putih bersih hidung yang tak seperti orang Prancis pada umumnya bola mata hitam dan saat itu dia menggunakan jas seperti orang orang pembisnis pada saat itu. Ya benar orang yang membeliku itu adalah Rezvan Parviz anak semata wayang dari pemilik perusahan ternama disini, bahkan aku sempat mencari tahu di internet kala itu.
Dari situlah hubungan kami dimulai dan semua baik baik saja tapi setelah dia pergi tanpa alasan begitu juga kabar yang tak pernah dia sampaikan membuatku makin penasaran dengan kabarnya, hingga aku mencari tahu kabarnya bukan kabar baik yang kudapat melainkan kabar bahwa dia akan menikah, benar aku tahu kalau dia akan menikah dengan perempuan yang tak beda jauh dengan status ekonomi keluarga Parviz
Maka sejak saat itu aku putuskan untuk tinggal bersama denganya kurasa Rezvan juga tidak peduli dengannya bahkan kurasa lebih memilihku, tapi kenapa sejak tadi tak satupun ciri ciri dia mengejarku. Jantungku berdetak jauh lebih cepat dari biasanya hanya dengan aku melihat tempat ini lagi tapi aku tak tahu harus mengancam dengan cara apa lagi. Aku turun dari mobil melangkahkan kaki masuk ketempat dimana aku dibeli olehnya kuharap malam ini pun sama aku dia kembali membawaku keluar lagi dari sini.
"Zemiraa.... " pangilan dengan disertai lambaian tangan kudengar dari sudut tempat ini.
"haiii.... " kubalas sesingkat mungkin, kupilih menghampirinya, jelas....
yang panggil aku barusan adalah mantanku 6 tahun lalu namanya Gerland, saat ini dia sudah menjadi CEO perusahan juga tapi masih belum sesukses Rezvan. Kubiarkan dia aku hanya melenggang menuju tempat duduk lain dan segera memesan minum.
"kenapa? apa kau tak merindukanku sayang, lama aku mencarimu" ucapnya lewat belakangku membuatku kaget
"tolong pesan dua minuman" ucapnya lagi pada seorang pelayan
"tidak sayang aku sudah lama mencarimu, jadi biarkan malam ini aku memberikan apa yang sebelumnya tak pernah ku berikan" ucapnya lagi benar dulu kita berakhir karna alasan itu dia yang tak sanggup mengeluarkanku dari tempat ini,
"trimakasih aku tak minum alkohol" jawabku makin cas karna Rezvan belum datang
"tuan nyonya ini minumannya" ucap pelayan tadi
"ya trimakasih, ayo minum, aku tahu kok kamu tidak minum, aku pesankan lemon tea ayo minum" jawabnya dengan senyuman aneh, sedikit ku taruh curiga tapi sudahlah aku juga haus lagi pula dari tadi aku marah marah.
Zemira pov end
Ku lajukan mobilku dengan kecepatan penuh untuk mengejar Zemira, tapi sialnya aku melupakan tempat bejad itu bahkan jalannya pun aku tak mengingatnya lagi
"ya Tuhan dimana kamu Zem," sambil ku pukul stir mobilku, khawatir tentu karna sudah lama sekali dia tak kesana lagi, bagaimana jika dia bertemu dengan....
tidak tidak jangan sampai aku berfikir negatif. Aku percaya Zemira tak melakukan hal bodoh seperti itu bersama orang lain, lagian kenapa hp sama sekali ngga bisa dihubungi juga.
Zem kamu dimana?
haii guys aku balik nih semoga suka ya