GRIZELLE

GRIZELLE
58



Suara rintik hujan dan sapuan dinginya fajar menyentuh setiap inci kulitku membuatku terbangun dari tidurku


pertama yang kulihat saat mata ini menyapa dunia adalah dia yang memeluku erat dengan rambut panjang yang acak acakan, tak perlu kuceritakan apa yang terjadi semalam bukan?


tentu kalian lebih tahu. Hatiku sesak sekali perbuatanku kali ini benar benar sangat memalukan, sepasang suami istri melakukan hal yang memang menjadi kewajiban mereka pasti karna cinta tapi aku dan Grizelle. Bahkan aku sama sekali tak mendengarkan isak tangisnya dan kata "tidak" dari mulutnya hanya nafsu dan rasa marah yng mengeliliku semalam, ku usap kasar mukaku menyesal dengan yang aku lakukan memaksanya bahkan mungkin aku menyakitinya.


kupeluk dia lebih dalam rasanya ingin aku katakan seribu kali maaf.


Rezvan pov end


kubuka mataku sayup sayup kurasakan dada bidang yang telanjang pikiranku kembali berputar mengingat kejadian semalam yang begitu sangat menyedihkan kali ini aku benar benar marah kesal dengan orang yang sedang memeluku ini, akalnya benar benar hilang dimulut dia mengatakan cinta pada Zem tapi kelakuanya padaku membuatku sesak jika mengingatnya lagi lagi dan lagi.


Kusingkirkan lenganya dari bahuku lalu aku beranjak turun dari ranjang memungut gaunku dan langsung masuk kedalam kamar mandi, setelah mandi besar aku langsung berpakaian kantor hari ini tetap seperti biasa tak ada yang spesial justru akan menjadi awal perang dinginku denganya.


aku duduk didepan meja kutelisik wajahku bekas gigitan dibibirku membiru menandakan betapa kasarnya Rezvan padaku semalam belum lagi dileher sangat jelas kissmark yang dia tinggalkan disana hatiku makin teriris semakin kulihat pantulan wajahku sendiri, benar aku sudah menunaikan kewajibanku sebagai seorang istri tapi kenapa harus dengan cara seperti ini kami melakukan ini hanya dilandasi emosi bukan untuk ibadah, Ya tuhan aku tahu benar mengapa semua hal ini terjadi


flassback


"Sambutan selanjutnya kami persilahkan kepada tuan Rezvan selaku tamu kehormatan kami" panggilan sambutan dari pembawa acara untuk Rezvan tapi setelah kami selesai tepuk tangan dia tak muncul muncul jadi kuputuskan untuk mencarinya


"pak Stav saya permisi untuk mencari Rezvan"kataku lalu aku pergi aku mencarinya dari seluruh sudut acara ini sampai sampai sambutanya digantikan oleh yang lainya, saking penasaranya aku, kemana dia pergi bersama Zem di tengah tengah acara ini. Ya asalkan kalian tahu aku melihat mereka tadi saat pertama kali aku datang kemari rasa yang tiba tiba muncul dihatiku adalah mengapa sampai saat ini Rezvan menyembunyikan Status kami malah dia memilih tetap bersama Zem.


saat aku berkeliling mencari mereka kudengar pertengkaran kecil mungkin mereka sudah lama disini bahkan nada pembicaraan mereka makin meninggi aku tetap mendengarkan mereka layaknya seorang penguntit saja. Disela sela pertengkaran Zem beberapa kali menyebutkan namaku dan disini aku bisa merasakan betapa takutnya Rezvan kehilangan Zem, dan bodohnya Zem berfikiran seperti itu aku saja tak mau berhunguan lebih denganya. Kalau pun Rezvan minta hari ini menyelesaikan ini semua pasti akan aku setujui, dan kenapa mereka harus pusing sendiri.


Sampai akhirnya Zem mengeluarkan kalimat mematikan untuk Rezvan, 'putus' bukankah selama ini mereka menjalani hubungan sangat lama dan Rezvan sudah menjelaskan semua ini padanya aku pun juga tidak mungkin menggantikan posisinya Zem dihatinya, sedih sekali aku mereka harus kandas hanya karna masalah seperti ini. Hanya itu saja yang aku dengar dan ku lihat selebihnya mana ku tahu dan aku terhanyut dalam suasana pesta malam ini.


Flassback off


Aku tahu dia melakukan ini hanya sebagai pelampiasanya pada Zemira, karna hubunganya yang sudah berakhir lalu melampiaskanya padaku,


"kenapa tak satupun yang menyangiku cintapun tak pernah ada yang tulus hiks hiks" aku sudah tak mampu menahan sesak hati ini kutumpahkan semua tak peduli jika dia mendengarpun bukan menjadi masalahku


semakin deras air mataku menetes, hatiku makin hancur dan pikiranku benar banar berhamburan.


tok tok


" Zelle, Van sarapan yuk" suara yang kukenal itu mengagetkanku, ini sudah jam enam dan pekerjaanku juga sudah menunggu, sudah cukup menangisnya sudah cukup meratapi nasibku.


"iya mom sebentar lagi Grizelle turun" kataku, dan memoles make up tipis seperti biasa langsung kulangkahkan kakiku menuju knop pintu.


"Zelle tunggu" suara parau menghentikan langkahku


"ya" jawabku singkat


"tunggu sebentar aku mandi dulu baru kita turun bersama" katanya lagi


setelah aku menunggu kurang lebih 30 menit sampai dia benar benar siap dengan setelan jas warna hitamnya, sedang aku memunggunya di tepi ranjang sambil memainkan ponsel.


"maaf jika semalam aku menyakitimu, maaf jika aku kasar terhadapmu, apapun yang terjadi nanti kedepannya aku akan tetap disampingmu" katanya,


"kau hanya disampingku van tidak dengan hatimu, aku tak mau membuatmu tersiksadengan hubungan ini. Sudah kita sudah ditunggu mommy di bawah" kataku dingin lalu menyingkirkan tanganya yang masih memelukku.


kami pun turun bersamaan dan benar mommy sudah menunggu disana


"sini duduk sudah hampir jam tuju nanti kalian terlambat" kata mommy


kami langsung duduk tanpa babibu bahkan aku tak menyapa mommy karna memang suasana hatiku benar benar sedang kacau, oh ya bekas dileherku pun kututupi dengan rambut tak seperti biasanya ku gerai rambutku seperti ini bukan.


"kalian kenapa kok tadi lama banget si?" tanya mommy


"gak kok momm, kami habis ngobrol saja" kata Rezvan


"mommy kira kalian lama karna habis membuat cucu untuk mommy" sahutnya yang membuatku tersedak


"uhuk uhuk uhuk" Rezvan dengan cekatan memberikan minum untuku, kurasakan mukaku yang memanas


"kok bisa tersedak si sayang, maaf kalau mommy salah bicara" sambung mommy


"tidak kok mom Grizelle hanya mau bicara juga tadi" kataku lagi dan kami melanjutkan sarapan pagi ini,


Setelah semua selesai aku dan Rezvan pun berangkat, seperti biasa Rezvan mengantarku ke kantor sebenarnya tadi aku menginginkan berangkat sendiri tapi mommy tak memperbolehkanya mau tak mau aku harus bersama denganya,


diperjalanan


"Zelle..." panggilnya


"apa kau serius mau tetap berangkat"sambunya lagi


"memang alasan apa yang membuatku tidak masuk hari ini" ketusku


"emm apa kamu tidak lelah" katanya lagi yang membuatku kembali dalam ingatan semalam


"cukup Van jangan katakan apa apa lagi" sentaku dia hanya bungkam dan tak meneruskan percakapan kami sampai aku tiba didepan kantor.


"Van aku mau pulang ke Indo" kataku tiba tiba.


"kenapa?" tanyanya


"tak perlu kamu tahu alasanya apa Van, aku mau bulan depan aku sudah di sana, dan untuk pekerjaan aku tak masalah dengan itu, aku sidah tidak tahan jika terus disini" kataku lagi


"baik kalau ini bisa membuatmu nyaman" pasrahnya, lalu aku keluar dari mobilnya dan masuk kedalam kamtorku.


HAPPY READING, SARAN DONG BIAR AKU MAKIN SEMANGAT NULISNYA