GRIZELLE

GRIZELLE
59



kuletakan tasku diatas meja bayang bayang semalam membuatku sesak, perilaku Rezvan membuatku jengkel. Kupikir berulang kali keputusanku untuk tetap pulang sudah bulat dan bahkan nantinya aku akan serumah lagi dengan Sam dan Chellsea bukan masalah untuku, bagiku yang terpenting saat ini jauh dari Rezvan dulu, dan untuk pekerjaan, aku akan mengundurkan diri. Semoga keputusanku akan menjadi pilihan yang terbaik.


Kemudian aku langsung mengerjakan tugasku hingga jam 10 pagi dan selama itu tak kunjung aku melihat Stave datang kekantor, padahal aku sangat menunggu kedatanganya agar aku cepat keluar dari sini,


ddrttt deerrrttt


tertera nama di layar ponselku "Rezvan"


pikirku untuk apa dia menelfonku kubiarkan ponselku terus bergetar tak sedikitpun aku berniat mengangkatnya, tak lama kemudian ponselku kembali bergetar tapi kali ini berbeda justru mommy yang menelfonku pikirku apa ada sesuatu yang terjadi pada Rrzvan? langsung ku angkat telfon dari mommy


"Assalamualaikum mom" salamku


"waalaikumsalam sayang, maaf mommy menggangu waktu kerjamu soalnya mommy lupa tadi pagi tidak sempat pamit pada kalian" kata mommy


"memangnya mommy mau kemana?" tanyaku


"gini sayang setelah mommy pikir pikir kamu dan Rezvan membutuhkan waktu berdua tanpa mommy krecokin, jadi nanti sore mommy mau pulang le Indo sayang, jaga dori baik baik, biarpun kamu kerja tetap atur pola makanmu jangan sembarangan ya sayang, mommy sama daddy sudah tidak sabar menimang cucu" tegas mommy padaku


"heheh iya mom, doakan saja" singkatku


"oh ya mom, sudah bilang sama Rezvan?" tanyaku lagi


"sudah tadi, mommy pikir biar dia yang menyampaikan ke kamu sayang tapi dia bilang kamu tidak mengangkat telfonnya, Grizelle mommy nitip pesen sama kamu yah kalau berantem jangan lama lama Rezvan orangnya keras bahkan egoisnya gak bisa ketolong sampe sekarang, mommy minta maaf juga kalau selama ini Rezvan belum menerima kamu jadi istri, tak perlu kamu tutupi mommy tahu semuanya. Dan bahkan kejadian semalam." jelas mommy panjang lebar, what mommy tahu semalam?


"emm mom... mommy tahu dari mana?" tanyaku penasaran


"mommy tahu saat kamu pulang Rezvan terlihat sangat marah, bahkan mommy merasa dia sedang dibakar cemburu lalu setelah itu mommy khawatir kamu dipukul olehnya jadi mommy ikuti dibelakang, mommy mendengar percakapan kalian lalu mommy langsung pergi, setelah itu pagi harinya mommy masih takut kamu kenapa napa sayang tapi mommy salah Rezvan sama sekali tak memukulmu justru emm" jelas mommy yang membuat mukaku panas dan memerah, bukan karna tersipu tapi marah.


"mommy...." rajuku


"tidak masalah sayang kalian suami istri, mommy justru senang, kamu tetap disini yah jaga Rezvan rawat dia" kata mommy yang sangat mempercayaiku saat ini.


"i..ya mom" kataku singkat


"ya sudah lanjutkan pekerjaanmu, jangan terlalu capek, mommy tunggu kabar baik dari kalian sayang" kata mommy mengakhiri pembicaraan kami.


aku bahagia mendapat perhatian dari ibu mertuaku, dia begitu memperhatikanku menyayangiku bahkan menganggapku putrinya sendiri mana mungkin aku tega menyakiti hatinya tapi mau bagaimanapun inilah kenyataanya inilah yang sudah menjadi alur ceritanya mau dipertahankan seberapa lama pun diantara kami tidak mungkin ada cinta karna hati kami yang masih sama sama mengharapkan sesorang.


Kukejamkan mataku lalu kutarik dalam dalam nafasku menenangkan pikiranku yang berkecamuk dan hanyut dalam perasaan yang kadang membuatku berada di titik terendah lagi dan lagi, kupikir setelah selesai dengan Sam hidupku akan sedikit bebas tapi justru semakin rumit seperti ini.


tok tok tok


"ya masuk" kataku


" maaf bu ini ada bunga untuk ibu" kata security yang mengatar bunga


* guys sorry yah gak pake bahasa prancis hehe


sebuket bunga mawar merah kesukaanku dengan ukuran besar ini dikirim untuku? aku benar benar senang ketika suasana hatiku sedang kacau ada seorang yang mengirim ini untuku, siapa yang mengirimnya ku telisik barang kali ada pesan untuku, benar saja sepucuk kertas yang terlipat sembunyi di balik beberapa mawar.


' maaf atas kejadian semalam, kuharap kamu melupakanya Zelle semua hanya sebuah salah paham dan mari lanjutkan kehidupan seperti biasanya


Rezvan'


Tak kusangka dia benar benar tak suka dengaku, tiba tiba rasa sakit yang tidak bisa kujelaskan pada kalian memenuhi ruang hatiku, Suram benar benar suram aku benar benar dianggapnya hanya seorang ******? hatimu dimana Van aku istri sahmu setidaknya hargai aku.


emosiku benar benar tak bisa diatur lagi, langsung aku keluar dari ruanganku, kucari Stave keputusanku benar benar bulat aku harus keluar dari kantor ini sekarang juga dan pulang ke Indo tak perlu harus menunggu sampai lusa atau bahkan sebulan, harga diriku benar benar tak dihargai disini.


selang beberapa saat aku menemukan Stave yang ternyata sedang ikut dalam tes wawancara dalam mencari SDM,


tok tok tok.


"maaf mengganggu, bisakan saya bicara dengan anda pak Stave" kataku to the ponit padanya


"ya, tentu tunggu aku diruanganku ya Zelle" jawabnya lalu aku berlalu meninggalkan ruangan tersebut.


*diruangan Staven


"apa yang membuatmu mencariku Zelle?" tanyanya padaku


"aku ingin mengundurkan diri dari perusahan ini." kataku


"loh Zelle aku tidak salah dengar kan, apa yang membuatku keluar begitu saja" ucapnya lagi


"aku memiliki masalah pribadi yang tak bisa kuselesaikan jika aku terus bekerja Stave, maaf jika mungkin aku berkesan tidak memiliki tanggung jawab, tapi ini benar benar tidak bisa aku tunda lagi" jelasku


"kalau memang begitu biar kuberi waktu cuti saja bagaimana?" tawarnya


" maaf Stave aku sudah tidak bisa kembali ke perusahaan ini, aku harus benar benar keluar, kumohon tolong bantu aku kali ini, besok aku harus ke Indo" kataku lagi


"Zelle apa ini benar benar keputusanmu, aku masih belum cukup lama kenal denganmu lalu kamu pergi begitu saja bahkan aku belum sempat mengatakan isi hatiku" jawabnya yang menurutku keluar dari pembicaran awal kami


"maksudmu Stave?"


"aku suka padamu Zelle, aku ingin kamu menjadi nyonya dirumahku, aku ingin kamu tidak hanya sekedar sekertarisku tapi menjadi istri dirumahku" katanya yang membuatku kaget.


"maafkan aku Stave untuk masalah ini aku tak bisa berkomentar apapun, aku hanya membutuhkan jawaban dari permohonan pengunduran diri, kumohon acc lebih cepat, besok aku harus keluar dari sini, aku tidak bisa menunda lebih lama lagi kumohon" desaku padanya


"Zelle aku memang tidak bisa jika harus menjauhkanmu dariku, tapi jika ini memang keinginanmu mana mungkin aku menahanmu lebih lama dari ini untuk itu aku akan mempercepat proses pengunduran diri dari perusahaan ini Zelle" jawaban ini membuatku lega


"kalau begitu aku izin membereskan barang barangku Stave, terimakasih atas bantuanmu selama ini" kataku lalu aku beranjak dari duduku lalu pergi dari hadapannya.


Satu persatu barang barangku ku kemas kurapihkan kemabali meja yang tadinya kugunakan saat pertama kali aku bekerja disini, ini akan kuangap pengalamanku. setelah semuanya selesai aku keluar dari kantor ini kupesan taksi untuk mengantarku sampai rumah, beruntungnya aku bertemu dengan atasan sperti Stave, yang mau menyetujui permintaanku tanpa menanyakan hal hal yang lebih dalam lagi. Setelah ini akan kubuka lembaran baruku lagi.