
Aku menutup keras pintuku, hatiku sakit aku butuh sandaran yang mau menerima segala keluh kesahku itu setega itukah Rezvan memakiku, tanpa tahu alasanya jika dia menilai rendah diriku lalu untuk apa dulu berani beraninya menerima pernikahan bodoh ini.
Tak terasa air mataku deras mengalir membasahi kulih putih mulusku, rasanya baru kali ini aku dibentak oleh laki laki, di caci olehnya, dan sekarang aku benar benar merasa tidak memiliki siapapun,
"papah kakek hiks hiks ku kira disini akan jauh lebih baik dan lebih tenang tapi ternyata... hiks hiks" kataku dengan sangat pelan tapi dari sini aku bisa mendengarkan bagaimana marahnya mommy pada Rezvan.
Plakkk
"mulutmu itu... sejak kapan mommy mengajarkan bicara kasar begitu Rezvan" nada suara mommy yang meninggi ditambah tamparan yang kurasa mendarat dipipi Rezvan
"mom itu kenyataanya Rezvan denger sendiri, Grizelle bilang kaya gitu, dan mommy ngga pernah ngejelasin latar belakangnya, dia cuma menang cantik, putih, tinggi, sama kalo bicara sama mommy lembut banget tapi kalo sama aku ketus mom, dan satu lagi berarti dia udah gak perawan kan? mom, mommy tahu sendiri Rezvan selama disini gak pernah sedikitpun merusak perempuan, benar malam ini Zemira tidur ditempatku tapi itu pun baru kali pertama, tapi mommy dan daddy menikahkan aku dengan Grizelle yang notabenya buruk!! " balas Rezvan yang semakin menusuk hati, aku hanya bisa membekap mulutku dengan kedua tanganku agar sesegukan karna tangisanku
"Jaga bicaramu Van, dulu mommy sama daddy hampir menceritakan segalanya soal Grizelle kamu sendiri yang menolak, apa itu salah mommy? atau malah salah daddy? kamu sendiri yang menginginkan pernikahan dipercepat, kamu yang tak sabar kembali ke Prancis bukan, jangan pikir mommy tidak tahu jalan pikiranmu, tapi malah sekarang kamu dengan mulutmu yang menyakitinya, mommy yang bukan kamu maki saja bisa merasakan sesaknya, mommy gak mau tahu apapun alasanya baik kamu terima atau pun tidak mommy mau detik ini juga diaa perempuan itu harus angkat kaki dari tempatmu, dan mulai hari ini juga mommy akan tInggal sama kamu sampai mommy mendapatkan cucu dari kamu dan Grizelle baik itu mommy harus menunggu satu, dua atau sampai setengah tahun pun mommy akan tetap disini!!! " kata mommy tegas dan kalimat terakhirnya itu, tidak tidak anakku tak boleh mendapat ayah yang mulutnya bisa memaki orang hanya karna dengan cara pandangnya saja, tanpa diselidiki kebenarannya
"apa mommy bisa pegang ucapanmu sayang? mommy yakin berapa bulan lagi kabar mommy punya cucu akan kamu sampaikan!" mommy menjawab dengan sangat halus namun sedikit suara licik
"ya akan kuoastikan mommy akan punya cucu tapi bukan dari Grizelle melainkan Zemiraa" kesal Rezvan
"terserah mommy capek debat sama kamu lagi pula putri mommy udah masuk kamar jadi mommy capek, mau istirahat, dan ingat malam nanti mommy gak mau kamu sama Grizelle pisah ranjang, oh satu lagi mommy gak mau lihat perempuan itu lagi!!!"tegas mommy, tapi tunggu aku nanti malem harus sekamar lagi sama dia malesss banget
dari dalam sini aku sudah tak mendengar apapun lagi hanya kehening yang bisa kurasakan dan sesak yang masih menyiksa batinku,
SAYA SANGAT MINTA MAAF ATAS KETERLAMBATAN UPNYA YA MY READERS