GRIZELLE

GRIZELLE
64



Gruzelle pov


Saat ini aku yang sedang duduk didepan cermin, kupandangi wajahku yang tak bisa kubohongi. Ia menunjukan bahwa aku yang saat ini sedang bahagia kulihat seluruh garis diwajahku dan berhenti di satu titik yaitu leherku, disana ada tanda merah milik Rezvan. Hari ini dia jauh berbeda dari sebelumnya saat bersama denganya kehatangan yang kurasa ada sepenuhnya untuku, ketulusan yang terpancar dari matanya begitu nyata tanpa ada dusta yang kurasakan.


Aku tak tahu apa yang sedang terjadi denganku saat ini. Kali ini aku benar benar menjadi wanita lemah bahkan gampang menyerah, pertama aku tidak tahu apa yang sedang aku rasakan pada Rezvan. Awalnya aku kecewa dengan keputasanya saat itu namun setelah aku mendengar penjelasanya begitu mudah aku percaya lagi dan entah apa yang di biuskan pada otaku ini, bahkan aku begitu mudah menyerahkan diriku padanya


"Zelle kau ini bodoh atau bagaimana sih?"ucapku sendiri


"dulu bahkan dia sangat begitu tak mengingikanku tapi saat ini?" ucapku sambil terus merias diri tanganku bahkan seolah tak mau berhenti menggoreskan semua make up yang ada di meja riasku,


"aku tidak mungkin suka dengan Rezvan kan?" tanyaku lagi


"atau ini hanya karna efek dari perbuatan Sam dibawah tadi?"


"iya itu hanya pelampiasanku saja, aku yakin hanya itu" yakinku


Harusnya yang sekarang aku pikirkan apa aku sanggup tinggal lagi di rumah papa sedang disini pun ada Sam dan Chellsea. Jujur aku sepenuhnya belum bisa menghilangkan perasaanku pada Sam, ya Tuhan mengapa harus begitu berat,


Tok Tok Tok


"non, tuan manggil non buat makan malam" kata bibiku dari balik pintu


"iya bik bentar lagi turun kok" sahutku


ku cek lagi penampilanku sekali lagi. Make up tipis, rambut yang ku kuncir kuda dan stelan santai ku celana pendek levis dan kaos oblong biasa. Sudah lebih terlihat muda ketimbang aku harus pakai dres kan? Tak perlu lama lagi aku langsung turun ternyata disana sudah terkumpul semua di meja makan. Sudah ada kakek papah, mamah vina, chellsea, dan Sam hanya aku dan Rezvan saja yang belum disini.


"bik Suamiku belum pulang yah?" sengaja ku pakai status Rezvan didepan mereka.


"belum non, mungkin sebentar lagi pulang"


"ya terimakasih ya bik" jawabku


"hay pah hay kek, Grizelle kangen banget sama kalian" seruku sambil peluk mereka berdua, rasanya memang tak perlu lagi yang aku ceritakan pada mereka.


"sayang kau ini bagaimana pulang kok gak kasih kabar dulu sama kita" tanya kakek


"kek kan biar jadi kejutan"sahutku


"sudah sana duduk cepat makan" kata kakek lagi


"iya kek"


"oh ya aku sampe lupa gak nyapa mamah, apa kabar mah sehat kan dirumah?" tanyaku basa basi


"ya sehat" ketusnya, memang sudah menjadi kewajibanya membalasku ketus


"syukur lah" jawabku


lalu kami pun mengambil makanan kami masing masing. Sudah hampir 10 menit kami semua tak satupun orang yang bicara disini hingga mamah Vinalah yang membuka pembicaraanya yang bikin mood ancur.


"Pah mamah tuh bersyukur banget, anak kita Chelshe nikah langsung hamil, gak kaya anaknya temen mamah nih dia tuh udah nikah lama tapi belum dikasih kasih. Terus ada nih anaknya temenya mamah jadi dia tuh pernah hamil terus keguguran gitu udah lima tahun setelahnya masih belum hamil lagi kasian mamah deh sama orang tuanya pasti mereka sangat menantikan cucunya" entah ini orang menyindir aku atau memang sedang sharing dengan papah.


"Tuh Sam kamu harus extra jaga Chellsea 24 jam apa lagi kandunganya masih tergolong muda" bla bla bla panas banget ati sama kuping ku


"Mah makan dulu yah bahas soal itu nanti saja" sahut papah lagi


"gak dong pah mamah tuh harus mastiin kalo Sam bener bener peduli dan sayang sama Chellsea, papah tuh gimana ini kita tuh lagi menanti cucu pertama loh pah!" sahutnya


"apa lagi mamah bener bener gak mau kalo sampai Chellsea itu keguguran amit amit pah!" sambungnya lagi


"mah, papah bilang tadi jangan bahas kaya gitu lagi, ada Grizelle juga disini" jawab papah ternyata papah masih begitu menghargaiku


"oh jadi papah lebih perhatian sama Grizelle mamah tau kok sejak awal papah lebih sayang sama Grizelle ketimbang Chelsea yang emang lahir dari pernikahan pertama papah!" deg mamah bener bener buat papah bisa marah nih, kalo aku sih ah itu udah biasa keluar dari mulut mamah vina.


"Vina cukup kamu itu keterlaluan, apanya yang pilih kasih kamu tuh jadi ibu gak pernah bersikap adil aku gak pernah bertindak sekalipun walau Chellsea dan Sam menghancurkan hati pitriku bahkan aku tetap masih menerima Sam untuk putriku yang lainya, aku hanya minta kamu tidak usah bahas soal seperti itu karna apa? karna Grizelle juga pernah kehilangan bayinya, kau tidak pernah tau bagaimana hancurnya hatinya Vin!" kata papah dengan keras


"cukup mah pah, Chellsea masuk kamar dulu, dan untuk kamu Zelle selamat kepulanganmu membuat suasana rumah kacau kembali, dan ingat aku tidak alan tinggal diam untuk itu" kata Chellsea, dasar perempuan bodoh


"Chell makan dulu, sayang...." kata Sam mengikuti,


huh akhirnya aku sendiri yang tersisa dimeja makan ini, pertunjukan malam ini benar benar luar biasa aku yang tidak mengatakan apapun hanya diam makan. Tapi kehadiranku mampu mengusik emosi kedua perempuan serigala itu, dengan begini sudah cukup membuatku baik baik saja pelan pelan mereka juga akan merasa terganggu dan lihat siapa yang akan bertahan di rumah kalau seperti ini terus.